Jejak Menteri Tito Hingga Kontroversi Kasus Lukas Enembe di KPK

Nama Gubernur Papua, Lukas Enembe, dalam dua pekan terakhir, menjadi sorotan seteleh ditetapkan sebagai tersangka. Hartanya fantastis hingga dikabarkan memiliki transaksi senilai Rp560 miliar di rekening kasino.

 Gubernur Papua, Lukas Enembe yang menjadi tersangka kasus dugaan gratifikasi dikabarkan memiliki kekayaan yang fantastis. (Antara/Reno Esnir)

SOLOPOS.COM - Gubernur Papua, Lukas Enembe yang menjadi tersangka kasus dugaan gratifikasi dikabarkan memiliki kekayaan yang fantastis. (Antara/Reno Esnir)

Solopos.com, JAKARTA–Dalam dua pekan terakhir nama Gubernur Papua, Lukas Enembe, menjadi sorotan seteleh ditetapkan sebagai tersangka. Hartanya fantastis hingga dikabarkan memiliki transaksi senilai Rp560 miliar di rekening kasino.

Pihak Lukas Enembe menuding bahwa penyidikan kasus korupsi Lukas Enembe ada sangkut pautnya dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnaivian dan Badan Intelijen Negara (BIN). Dugaan campur tangan itu juga diungkapkan oleh politikus Demokrat Andi Arief. Andi Arief menuding kasus Lukas Enembe terkait dengan penolakan permintaan presiden supaya kekosongan wagub Papua diisi orang Jokowi.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Terlepas benar atau tidak kabar tersebut, konflik antara Menteri Tito dan Lukas Enembe sudah terendus sejak pertengahan tahun 2021, ketika Lukas Enembe masih berada di Singapura, konon untuk berobat. Peristiwa itu terjadi Juli 2021.

Baca Juga Dikaitkan Lukas Enembe, Mendagri Tito Akui Teman Lama Tapi Tak Ikut Campur

Saat itu Lukas Enembe tiba-tiba memutuskan kembali ke Papua dari Singapura. Kepulangan Lukas Enembe itu diduga terkait dengan Surat Mendagri melalui Dirjen Otonomi Daerah tanggal 24 Juni 2021 tentang penunjukan Pelaksana Harian (Plh.) Gubernur Papua, Dance Yulian Flassy.

Juru Bicara Gubernur Papua Muhammad Rifai Darus, di Jayapura, Jumat, mengatakan ada indikasi maladministrasi yang terjadi dalam persoalan ini, pasalnya penunjukan tersebut tidak melalui prosedur dan mekanisme yang benar. “Berdasarkan Surat Mendagri Nomor 857.2590/SJ tanggal 23 April 2021 disebutkan bahwa penyelenggaraan pemerintah tetap melalui koordinasi kepada Gubernur Papua, namun praktik kemarin memperlihatkan bahwa ketentuan yang mewajibkan adanya koordinasi kepada Lukas Enembe diacuhkan dan tidak digunakan,” katanya waktu itu.

Menurut Rifai Darus, berdasarkan hal tersebut, maka dalam waktu dekat Gubernur Papua Lukas Enembe akan melaporkan dugaan maladministrasi ini kepada Presiden Republik Indonesia, dan juga akan memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat Papua. Adapun Lukas Enembe telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Penasihat hukum Lukas Enembe Aloysius Renwarin mengaku heran kliennya sudah ditetapkan sebagai tersangka, padahal belum pernah sekalipun diperiksa oleh KPK.

Baca Juga Peluang Lukas Enembe jadi Kepala Daerah Paling Korup Sepanjang Sejarah

“Hanya jangan akrena 1 miliar saja, itu apalagi uang pribadi dia, dipake untuk transfer untuk kepentingan dia, tahun 2020. Jadi statusnya sebagai tersangka ini aneh bin ajaib ini. Belum diperiksa, tersangka,” katanya.

Bantahan Tito

Adapun Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menampik dirinya memiliki hubungan dengan kasus Gubernur Papua Lukas Enembe.

Tito juga membantah pernyataan penasihat hukum Lukas Enembe, Stefanus Roy Rening, saat menyatakan Lukas Enembe merupakan korban politisasi dan kriminalisasi. “Kasus Pak Lukas Enembe sama sekali tidak ada hubungannya dengan Kemendagri. Saya sampaikan, itu murni. Kemarin press release jelas disampaikan Menkopolhukam, KPK, dan PPATK,” ujar Tito saat rapat kerja dengan Komisi II DPR, dikutip Jumat (23/9/2022).

Baca Juga KPK Panggil Lagi Gubernur Papua Lukas Enembe

Dia mengakui bahwa dirinya punya hubungan baik dengan Lukas. Tito bahkan menyatakan Lukas sebagai teman lamanya. Meski begitu, dia menegaskan tak akan ikut campur masalah hukum teman lamanya tersebut. Menurutnya, semua perkara bermula karena sistem perbankan menemukan transaksi yang mencurigakan di rekening Lukas.

“Kalau masalah hukum, saya tidak bisa ikut campur. Itu murni dari temuan sistem perbankan. Sistem perbankan itu kami sudah cek juga ke PPATK, yaitu adanya di dalam rekening yang bersangkutan adanya uang yang tidak sesuai dengan profile dan ini tentu akan meng-alert sistem perbankan. Dilaporkan pasti ke PPATK dan PPATK melakukan pendalaman,” jelas Tito.

Oleh sebab itu, Tito bingung jika pihaknya dikatakan punya peran dengan penetapan tersangka Lukas. Apalagi, lanjutnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) punya mekanisme yang tak bertumpu pada satu orang, berbeda dengan Polri, Kejaksaan, atau TNI.

Baca Juga Lukas Enembe Beralasan Sakit

“KPK itu mengecek, punya mekanisme tersendiri, bukan seperti di Polri, Kejaksaan, di TNI yang satu komando. Di situ ada lima pimpinan, kolektif kolegian. dan mereka memiliki mekanisme yang standart operating procedure-nya sangat ketat,” lanjutnya.

Tito juga bingung dengan adanya anggapan bahwa Lukas sengaja dipolitisasi karena berasal dari oposisi pemerintah, Partai Demokrat. Dia mencontohkan, Bupati Mimika yang berasal dari Partai Golkar, salah satu koalisi pemerintah, juga sempat ditetapkan tersangka oleh KPK pada awal September.

Dia menegaskan, Kemendagri, dalam hubungannya dengan kasus Lukas, hanya berusaha membuat situasi politik agar tidak semakin memenas. “Jadi ini kami melihat apa yg dilakukan KPK semata-mata karena masukan dari PPATK dan masukan PPATK karena adanya sistem perbankan yang sudah dijelaskan. Clear saya kira dalam press release yang disampaikan oleh Bapak Menkopolhukam, KPK, dan PPATK. Jadi enggak ada hubungan sama sekali dengan urusan Kemendagri. Kemendagri hanya berusaha menjaga agar situasi politik dan pemerintahannya itu menjadi lebih landai saja,” ujar Tito.

Baca Juga Pendeta Alberth Yoku Ingatkan Gubernur Papua

Sementara itu, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia menduga Gubernur Papua Lukas Enembe kerap berpergian ke luar negeri. MAKI membeberkan jadwal perjalanan Lukas mondar-mandir ke luar negeri pada 2021 hingga 2022. “Jadwal perjalanan itu mulai mulai Desember 2021 sampai Agustus 2022, ada yang bahkan sampai ke Australia dan Jerman,” kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman dilansir dari Tempo.

Boyamin menduga Lukas melakukan 25 kali perjalanan ke luar negeri dalam waktu kurang dari satu tahun. Negara-negara tujuan yang paling sering disinggahi politikus Partai Demokrat itu diduga adalah Singapura, Filipina dan Malaysia.

Sebagian perjalanan itu, kata dia, ditempuh melalui jalur darat. Namun, dia menduga ada sejumlah perjalanan yang menggunakan jet pribadi. Salah satunya perjalanan dari Singapura, Manado dan Jayapura pada 15 Agustus.

Baca Juga Uang Korupsi Gubernur Papua Lukas Enembe

Lukas, kata dia, menumpang jet pribadi Hawker 900XP/PK-RDA. “Tidak diketahui apakah perjalanan itu mendapatkan izin dari Menteri Dalam Negeri atau tidak,” kata Boyamin. Boyamin juga menduga tujuan Lukas ke luar negeri salah satunya untuk bermain judi. Dia mengatakan Lukas diduga bermain judi di Singapura, Filipina dan Malaysia.

“Di Malaysia kami mendapatkan foto dia bermain di ruang VIP untuk level tinggi,” kata Boyamin.

Menurut Boyamin, seringnya Lukas berpergian ke luar negeri bisa menjadi petunjuk bahwa kondisi kesehatan Gubernur Papua dua periode itu memungkinkan untuk menjalani pemeriksaan di KPK.

 

Berita ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul Jejak Menteri Tito Hingga Kontroversi Kasus Lukas Enembe di KPK

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Survei Cawapres 2024, 2 Lembaga Tempatkan Ridwan Kamil di Posisi Tertinggi

      Survei Cawapres 2024 di dua lembaga survei menempatkan Gubernur Jabar Ridwan Kamil di posisi teratas sebagai cawapres 2024.

      Archevent 2022, Tumbuhkan Kesadaran Menjaga Keamanan lewat Pameran Virtual

      Program Studi Arsitektur UNS menggelar acara Archevent 2022 dengan mengusung tema Raising Awareness Through Architecture.

      Kemenkes Fokuskan Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan Masyarakat

      Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan memberikan alokasi anggaran yang cukup untuk revitalisasi fasilitas kesehatan hingga program yang bersifat promotif preventif.

      Hari Ini, DPR Gelar Uji Kelayakan Calon Panglima TNI

      Komisi I DPR akan menggelar fit and proper test calon panglima TNI Laksamana Yudo Margono pada Jumat (2/12/2022).

      Polisi Buru Pengaku Ratu Adil dan Imam Mahdi di Karawang

      Adapun aksi orang mengaku Ratu Adil dan Imam Mahdi itu terekam dalam dua video yang berdurasi 54 dan 60 detik.

      Babak Pertama Usai, Maroko Atasi Kanada 2-1  

      Maroko  mengalahkan Kanada 2-1 pada babak pertama pertandingan terakhir Grup F Piala Dunia 2022 di Al Thumama Stadium Doha.

      Bareskrim Limpahkan Berkas Tahap II Tiga Tersangka Korupsi BPD Jateng ke JPU

      Penyidik Dittipikor Bareskrim Polri melimpahkan tahap II tiga tersangka dan barang bukti perkara dugaan korupsi BPD Jawa Tengah Cabang Jakarta periode 2017-2019 JPU, Kamis (1/12/2022).

      KPK Umumkan 10 Desa Antikorupsi di Indonesia, Skor Tertinggi Ada di Semarang

      KPK meluncurkan Desa Antikorupsi tahun 2022 dengan skor tertinggi, yaitu 96,75 diraih Desa Banyubiru, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

      Kisah Pemilik @pepow.works, dari Cari Cuan buat Jajan Kini Jualan ke Luar Jawa

      Pemilik usaha @pepow.works, Anisa Wahyuni, mengaku hanya ingin mendapatkan tambahan uang jajan saat kali pertama menjalankan usahanya.

      Polda Sumut Sita Aset senilai Rp158 Miliar Milik Bos Judi Daring Apin BK

      Panca menyebutkan, dalam kasus TPPU ini, pihaknya telah menyita 26 aset rumah/ruko milik Apin BK.

      Sejuknya Suasana Masjid Nurul Huda UNS, Tempat Beribadah dan Menenangkan Diri

      Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, Masjid Nurul Huda juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai pembentuk moral islami kepada civitas muslim UNS.

      BNPT: Kelompok Teroris Gunakan Internet untuk Propaganda

      Kelompok ekstremisme melakukan rekrutmen dan perencanaan hingga pendanaan tindak pidana terorisme yang menargetkan anak muda dan perempuan untuk melakukan aksi teror.

      Ucapan Terakhir Brigadir Yosua: Eh Kenapa Pak, Ada Apa Pak?

      Dalam posisi badan Yosua masih bergerak-gerak dan mulut mengerang kesakitan, Ferdy Sambo mendekat dan menembak kepala anak buahnya itu.

      Masa Depan Indonesia Cerah dari Energi Bersih

      Sumber energi terbarukan yang lebih bersih di Indonesia sangat berlimpah dan belum dimanfaatkan dengan maksimal.

      Kemendikbud Luncurkan Sistem Seleksi Masuk PTN 2023, Ini Jadwalnya

      Ada tiga jalur seleksi penerimaan mahasiswa baru pada 2023.