Jejak Limbah Ciu Hilang Tersapu Hujan, Kali Samin Sukoharjo Bersih Lagi

Air Kali Samin yang sempat berubah hitam karena tercemar limbah ciu dari sentra industi ciu Mojolaban dan Polokarto, Sukoharjo, kembali bersih.

 Air Kali Samin di Kecamatan Polokarto, Sukoharjo, kembali jernih setelah limbah ciu yang biasa dibuang ke aliran kali itu tersapu hujan, Senin (27/9/2021). (Solopos/Candra Mantovani)

SOLOPOS.COM - Air Kali Samin di Kecamatan Polokarto, Sukoharjo, kembali jernih setelah limbah ciu yang biasa dibuang ke aliran kali itu tersapu hujan, Senin (27/9/2021). (Solopos/Candra Mantovani)

Solopos.com, SUKOHARJO — Hujan yang mengguyur wilayah Polokarto, Sukoharjo, beberapa waktu terakhir membuat aliran air Kali Samin yang kerap menjadi tempat buangan limbah ciu kembali bersih.

Pantauan Solopos.com, Senin (27/9/2021) pukul 10.00 WIB, air sungai itu tidak lagi berwarna kehitaman seperti beberapa waktu lalu. Air Sungai Samin saat itu berdebit lumayan tinggi meskipun alirannya tidak terlalu deras.

Tak ada warga memancing maupun beraktivitas lainnya di sekitaran tepi sungai saat itu. Meskipun begitu, aliran air terlihat seperti sungai pada umumnya. Tak ada pencemaran air sungai yang merubah warna air menjadi kehitaman seperti sebelumnya.

Baca Juga: Percepat Penanganan Perkara, PN Sukoharjo Luncurkan Aplikasi e-CDP

Salah satu warga Kampung Menggah, Desa Pranan, Polokarto, Surati, mengatakan kondisi pencemaran limbah di Kali Samin sudah terjadi sejak sangat lama.

Ia mengatakan selama sekitar 21 tahun menempati rumahnya di dekat Sungai Samin, setiap musim kemarau air sungai menghitam lantaran tercemar limbah.

“Kalau musim hujan ya tidak kelihatan karena limbahnya terbawa air. Jadi kalau musim hujan itu tidak berbau maupun warnanya berubah. Tapi kalau musim kemarau parah. Selain menghitam, baunya juga tidak enak. Tapi mau bagaimana lagi, karena sudah berlangsung lama, saya sudah terbiasa,” ungkapnya ketika ditemui Solopos.com, Senin (27/9/2021).

Baca Juga: Apa Kabar Rencana Gedung RSUD Sukoharjo di Bekas Terminal Kartasura?

Polisi Menangkap 2 Pelaku Pembuang Limbah

Pencemaran limbah di Kali Samin yang merupakan anak Sungai Bengawan Solo kembali menjadi perhatian beberapa waktu terakhir. Hal itu setelah PDAM Solo menutup sementara IPA Semanggi karena air Sungai Bengawan Solo tercemar limbah ciu.

Polres Sukoharjo kemudian menangkap dua orang yang ketahuan tengah membuang limbah ciu ke empang yang mengalir ke Kali Samin. Kedua pelaku itu yakni J dan H saat ini menjalani proses hukum di kepolisian.

Baca Juga: Sudah Ada PJU, Warga Karangasem Sukoharjo Tak Perlu Takut Keluar Malam

Kapolres Sukoharjo, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, mengatakan praktik pembuangan limbah liar ke aliran sungai banyak terjadi di wilayah Polokarto dan Mojolaban.

Praktik tersebut dinilai sudah berlangsung lama dan menjadi masalah klasik. “Motif pelaku pembuangan limbah karena ekonomi. Anggapannya lebih irit kalau dibuang ke empang daripada ke IPAL. Alasannya karena jarak yang jauh,” ucapnya.


Berita Terkait

Berita Terkini

Minibus yang Terguling di Karanganyar Ternyata Bawa Rombongan Guru SD

Minibus yang ngglondor di Matesih, Karanganyar, mengangkut rombongan guru SD asal Demak yang beranggotakan 14 orang.

Sepakat dengan Istri, Bupati Wonogiri Hanya Ingin Punya Satu Anak

Saat meluncurkan buku karya anaknya, Bupati Wnogiri, Joko Sutopo, mengaku telah bersepakat dengan istrinya hanya ingin memiliki satu anak.

Penemuan Arca di Candi Sirih Sukoharjo, Tim Gali Tanah hingga 1 Meter

Dua arca ditemukan oleh tim peneliti Balai Arkeologi Yogyakarta di Candi Sirih Sukoharjo di kedalaman sekitar 1 meter.

Ternyata Waldjinah Tak Suka dan Enggan Menyanyikan Lagu Ini

Seumur hidup Waldjinah hanya sekali menyanyikan lagu berbahasa asing.

Akan Berusia 76 Tahun, Ini Keinginan Terpendam Ratu Keroncong Solo

Waldjinah akan genap berusia 76 tahun pada 7 November 2021 mendatang. Oleh anaknya Waldjinah tak boleh lagi bernyanyi untuk komersial.

Wow! 2 Arca Ditemukan di Candi Sirih Sukoharjo

Tim peneliti Balai Arkeologi Yogyakarta menemukan arca wisnu dan arca agastya saat proses eksvakasi lanjutan di situs bersejarah Candi Sirih Sukoharjo.

Pamsimas Gagal, Warga Tiga Desa di Sragen Alami Krisis Air Bersih

Tiga Desa di tiga Kecamatan di Sragen alami krisis air bersih karena kekeringan. Mereka mengandalkan bantuan air bersih dari Pemkab Sragen untuk mencukupi kebutuhan air bersih.

Rektor ISI Surakarta Mewisuda 278 Mahasiswa pada Gelombang II 2021

Rektor ISI Surakarta, I Nyoman Sukerna, mewisuda 278 orang mahasiswa lulusan program sarjana, magister, dan doktor pada Jumat (15/10/2021).

Minibus Angkut 8 Penumpang Asal Demak Ngglondor di Matesih

Tak kuat menanjak di jalur menuju Candi Sukuh, minibus yang mengangkut rombongan dari Demak ngglondor dan terguling.

Kisah Beras Delanggu yang Kini Tinggal Nama

Beras Delanggu kini tinggal nama brand. Tidak ada petani di Delanggu, Klaten, yang menanam beras raja lele yang dikenal pulen dan enak.

Sayangkan Komentar Rudy Soal Celeng, Dencis: Seharusnya Menyejukkan

Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Tengah (Jateng), Denny Nurcahyanto, menilai pernyataan Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo, memperkerus suasana.

Kata Dencis Soal Sanksi Kader yang Dukung Ganjar Pranowo

Wakil Ketua DPD PDIP Jateng, Denny Nurcahyanto, menyebut pihaknya tak berhak memberikan sanksi bagi kader yang melanggar instruksi partai.

Rem Blong, Mobil 5 Penumpang Nyungsep ke Parit di Tawangmangu

Mobil Honda Mobilio hilang kendali dan nyungsep di parit setelah diduga mengalami rem blong di Tawangmangu. Beruntung, tidak ada korban jiwa.

Dilantik, Asproksi Jateng Komitmen Pasarkan Produk Kesehatan Lokal

Pengurus Asosiasi Produk Kesehatan Indonesia Standar Internasional (Asproksi) Jateng dilantik. Mereka berkomitmen untuk mendukung pemasaran produk kesehatan lokal.

Hari Pangan Sedunia, Perpadi Bagikan Beras Gratis ke Warga Delanggu

DPC Perpadi Klaten membagikan 800 paket beras secara gratis kepada warga terdampak pandemi Covid-19 di Kecamatan Delanggu, Sabtu (16/10/2021) sebagai rangkaian memperingati Hari Pangan Sedunia.