Jejak Ferdy Sambo, Akhir Karier Pelopor Kaus Turn Back Crime

Bersama sang atasan, Dirreskrimum Polda Metro Jaya Krisna Murti, Ferdy Sambo mempopulerkan kaus bertuliskan Turn Back Crime. 

 Dari kiri ke kanan: Wadireskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ferdy Sambo, Direskrimum Kombes Pol Krisna Murti dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam suatu acara tahun 2015 silam. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Dari kiri ke kanan: Wadireskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ferdy Sambo, Direskrimum Kombes Pol Krisna Murti dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam suatu acara tahun 2015 silam. (Istimewa)

Solopos.com, JAKARTA — Karier Irjen Polisi Ferdy Sambo di kepolisian hampir pasti tamat. Ia terancam maksimal hukuman mati karena dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana atas tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J).

Dengan banyaknya kejanggalan yang ditemukan tim khusus bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, sulit bagi Ferdy Sambo untuk lepas dari jeratan hukum di persidangan kelak.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Padahal sebelum terbentur kasus Brigadir J, prestasi Ferdy Sambo meroket.

Di usia yang baru menginjak 48 tahun, ia sudah memperoleh pangkat inspektur jenderal alias jenderal bintang dua.

Baca Juga: Mahfud Ibaratkan Ferdy Sambo Bayi yang Dilahirkan Caesar

Jabatan terakhirnya juga prestisius, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan alias polisinya polisi.

Ferdy Sambo memimpin divisi yang tugasnya memeriksa polisi yang bermasalah secara etika.

Jabatan mentereng itu ia dapatkan di usia yang belum menginjak 50 tahun. Biasanya dari Kadiv Propam seorang polisi akan naik karier ke Kepala Bareskrim dan menjadi kandidat Kapolri atau Wakapolri.

Baca Juga: Ayah Brigadir J Kaget Ferdy Sambo Otak Pembunuh Anaknya

Setidaknya jejak karier itu yang dialami Kapolri saat ini, Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Listyo Sigit Prabowo termasuk polisi yang moncer kariernya. Ia melewati empat angkatan untuk menjadi Kapolri.

Dua jenderal bintang tiga yang kini menjadi anak buahnya, masing-masing Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto dan Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono, adalah senior yang dikalahkannya dalam kompetisi sebagai Kapolri pada tahun 2021 lalu.

Baca Juga: Ini 3 Jenderal dan 8 Pamen yang Huni Sel Khusus Kasus Brigadir J

Presiden Joko Widodo lebih memilih Listyo Sigit yang mantan Kapolresta Solo, kota tempat asal Jokowi, dibandingkan empat jenderal lainnya yang lebih senior.

Berbeda dengan Jenderal Sigit, karier Ferdy Sambo yang lahir pada 9 Februari 1974 itu hampir pasti tamat.

Berdasarkan Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Polri, polisi yang terlibat pidana dengan ancaman hukuman empat tahun penjara bisa direkomendasikan pemecatan.

Baca Juga: Baku Tembak ala Ferdy Sambo: Tembakkan Pistol Brigadir J ke Dinding

“Setelah gelar perkara tadi pagi, Timsus menetapkan Saudara FS (Ferdy Sambo) sebagai tersangka kasus pembunuhan Brigadir J. Dia yang merekayasa dan menyuruh Bharada E menembak korban,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat jumpa pers di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Selasa (9/8/2022) malam.

Jika Ferdy Sambo nanti divonis bersalah dan dipecat dari Polri, ia tidak bisa melewati karier sang ayah, Pither Sambo.

Pither Sambo pensiun sebagai polisi dengan pangkat mayor jenderal atau setara dengan pangkat Ferdy Sambo saat ini.

Baca Juga: 31 Polisi Terlibat Rekayasa Kasus Brigadir J, 11 Orang Disel Khusus

Berdasarkan dokumentasi Solopos.com, nama Ferdy Sambo mulai mencuat ke publik saat menjabat Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadirreskrimum) Polda Metro Jaya pada 2015.

Bersama sang atasan, Dirreskrimum Polda Metro Jaya Krisna Murti, Ferdy Sambo mempopulerkan kaus bertuliskan Turn Back Crime.

Pakaian bertuliskan Turn Back Crime tersebut menjadi kebanggaan Polda Metro Jaya dan viral di media sosial.

Baca Juga: Tiga Jenderal Kena Sanksi Kasus Brigadir J, Siapa Mereka?

Banyak masyarakat awam yang ikut-ikutan memakai kaus tersebut, wujud harapan kriminal bisa dienyahkan dari kehidupan mereka.

Namun nasi telah menjadi bubur. Ferdy Sambo sudah dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Divisi Propam Polri.

Ia bahkan menyandang status tersangka pembunuhan berencana. Ia harus menghadapi majelis hakim yang bisa saja memvonisnya dengan hukuman mati.

Baca Juga: Motif Pembunuhan terhadap Brigadir J Masih Misterius

Hal yang berpotensi meringankan hukumannya di persidangan kelak adalah berkata jujur, mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada keluarga mendiang Brigadir J.

Jejak Karier Ferdy Sambo:

– Pama Lemdiklat Polri (1994)

– Pamapta C Polres Metro Jakarta Timur (1995)

– Katim Tekab Polres Metro Jakarta Timur (1995)

– Kanit Resintel Polsek Metro Pasar Rebo Polres Metro Jakarta Timur (1997)

Baca Juga: Pasal Pembunuhan Berencana, Ferdy Sambo Terancam Hukuman Mati

– Kanit Resintel Polsek Metro Cakung Polres Metro Jakarta Timur (1997)

– Wakapolsek Metro Matraman Polres Metro Jakarta Timur (1999)

– Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur (2001)

– Kasat Reskrim Polres Bogor Polda Jabar (2003)

– Kanit IV Satops I Dit Reskrim Polda Jabar (2004)

Baca Juga: Jadi Tersangka, Ferdy Sambo Perekayasa Kematian Brigadir J

– Kasubbag Reskrim Polwil Bogor (2005)

– Wakapolres Sumedang Polda Jabar (2007)

– Kasiaga Ops BiroOps Polda Metro Jaya (2008)

– Kasat V Ranmor Dit Reskrimum Polda Metro Jaya (2009)

Baca Juga: Ferdy Sambo Diperiksa Komnas HAM Hari Kamis

– Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat (2010)

– Kapolres Purbalingga (2012)

– Kapolres Brebes (2013)

– Wadirreskrimum Polda Metro Jaya (2015)

– Kasubdit IV Dittipidum Bareskrim Polri (2016)

Baca Juga: Kali Keempat, Presiden Minta Kapolri Tegas Tangani Kasus Brigadir J

– Kasubdit III Dittipidum Bareskrim Polri (2016)

– Koorspripim Polri (2018)

– Dirtipidum Bareskrim Polri (2019)

– Kadiv Propam Polri (2020)

– Pati Yanma Polri (2022)

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Bangunan 31 Ponpes NU Roboh akibat Gempa Cianjur, 30 Santri Wafat

      Rata-rata pondok pesantren dibangun menggunakan skema swadaya atau gotong royong santri atau alumni sehingga konstruksi bangunan tidak sesuai dengan spesifikasi dan rawan terhadap gempa bumi.

      Polisi Terduga Penganiaya Selebgram Farah Diba Ditahan Polda Kalsel

      Selebgram Farah Diba mengaku ditampar, ditendang hingga dijambak bahkan diancam untuk dibunuh ketika bertengkar dengan oknum polisi berinisial DM.

      Sembilan Gempa Guncang Indonesia Hari Ini, Termasuk Cianjur dan Sukabumi

      Sembilan kali peristiwa alam itu bisa dirasakan guncangannya oleh masyarakat yang tinggal di lokasi sekitar titik gempa.

      Menolak Dipayungi, Mensos Risma Hujan-hujanan di Lokasi Pengungsian Cianjur

      Mensos Risma menolak saat hendak dipayungi oleh seorang pengungsi ketika hujan mulai turun.

      Sebut Pemimpin Berambut Putih, Jokowi Dinilai Ingin Duetkan Prabowo-Ganjar

      Jokowi dianggap ingin menduetkan Ganjar Pranowo sebagai calon wakil presiden untuk Prabowo Subianto.

      Situs Purba Gunung Padang Selamat dari Gempa Cianjur

      Juru Pelihara (Jupel) Menghalit Gunung Padang, Nanang Sukamana, memastikan tidak ada kerusakan di situs tertua di dunia yang terletak di Kecamatan Campaka itu.

      Tragedi Berdarah Enam Karyawan di Virginia Dipicu Aksi Perundungan

      Berdasarkan analisis forensik karyawan Walmart, Bing yang berusia 31 tahun itu mengeluh rekan kerja mengucilkan dan memusuhinya, bahkan menertawakannya.

      Mengenal SATU Indonesia Awards, Tema Tulisan Anugerah Pewarta Astra 2022

      Tulisan jurnalis diharapkan mengisahkan harapan, optimisme, dan ajakan untuk bangkit bersama-sama dari 493 penerima SATU Indonesia Awards.

      Basarnas Evakuasi Jenazah WNA asal Inggris di Hutan Ternate

      Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ternate, Maluku Utara (Malut) mengevakuasi sesosok mayat warga negara asing (WNA) asal Inggris ditemukan di hutan Kastela dan Jambula, Kota Ternate.

      Dosen Farmasi UNS Beberkan 4 Cara Mudah Memastikan Keamanan Obat

      Jika obat dalam kondisi tidak baik atau rusak, sebaiknya tidak digunakan atau minta diganti.

      4 Jenazah Kembali Ditemukan, Korban Meninggal Akibat Gempa Cianjur Jadi 314

      Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan mengevakuasi empat jenazah korban gempa bumi di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, Sabtu (26/11/2022).

      Kasus Suap Rektor Unila, KPK Dalami Keterlibatan Politikus PDIP Utut Adianto

      KPK mendalami praktik penitipan calon mahasiswa baru di Universitas Negeri Lampung (Unila). Wakil Ketua Komisi I DPR Fraksi PDIP Utut Adianto turut diperiksa penyidik terkait dugaan penitipan calon mahasiswa baru.

      Solopos Hari Ini: Bebannya Besar Gajinya Kecil

      Masalah kesejahteraan guru termasuk kepastian status mereka sebagai aparatur sipil negara (ASN) masih membayangi peringatan Hari Guru Nasional tahun ini.

      Di Hadapan Relawan, Jokowi Singgung Pemimpin Rambut Putih yang Pikirkan Rakyat

      Di hadapan relawannya, Presiden Jokowi menyinggung soal pemimpin berambut putih yang memandakan pemimpin memikirkan rakyat.

      4 Alasan Bali Cocok Jadi Lokasi Event Internasional Menurut Pakar Wisata UNS

      Pakar Pariwisata Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Dr. Deria Adi Wijaya, S.ST.Par., membeberkan faktor-faktor yang membuat Bali cocok dijadikan lokasi acara tingkat internasional.