Tutup Iklan -->
Jauh Hari, Ilmuwan AS Sudah Peringatkan Pandemi Flu Paling Mematikan Dunia
warga dengan masker wajah mensalatkan seorang muslim dari Spanyol yang meninggal karena Covid-19, 18 April 2020. (Reuters/Juan Medina)

Solopos.com, NEW YORK – Dua Ilmuwan ternama Amerika Serikat beserta badan intelijen telah memprediksi bakal ada wabah parah yang menyerang dunia. Prakiraan ini tengah memicu perdebatan di tengah usaha dunia memberantas pandemi flu mematikan seperti virus corona Covid-19.

Konyndyk menulis dalam artikel Politico 2017 bahwa krisis kesehatan global baru yang besar adalah masalah kapan, bukan jika. Analisis ini mengarah pada prediksi bakal terjadi wabah berskala transnasional pada kemudian hari.

Orang Tanpa Gejala Kebanyakan Pemuda, Kelihatan Sehat Tapi Bisa Tularkan Virus Corona

"Pada titik tertentu, virus yang sangat fatal dan sangat menular akan muncul - seperti pandemi 'flu Spanyol' 1918, yang menginfeksi sepertiga populasi dunia dan membunuh antara 50 dan 100 juta orang," tulisnya.

Konyndyk menambahkan bahwa Presiden Trump tidak siap untuk pandemi seperti itu.

Pada tahun 2018, komunitas intelijen AS juga sempat memperingatkan bahwa strain baru dari mikroba ganas yang mudah ditularkan di antara manusia terus menjadi ancaman utama. Kemungkinan kemunculan wabah baru itu diungkap Daniel Dale dalam wawancara dengan CNN.

Dampak Corona, Lebih dari 500 Karyawan di Solo Terkena PHK

Dan penilaian ancaman tahun 2019 dari Januari lalu menyatakan bahwa, intelijen menilai Amerika Serikat dan dunia akan tetap rentan terhadap pandemi flu.

Intelijen AS menggambarkannya sebagai wabah besar-besaran dari penyakit menular yang dapat menyebabkan tingkat kematian dan kecacatan yang massif .

“ sangat parah,” kata Dale. “Ini juga akan mempengaruhi ekonomi dunia, membebani sumber daya internasional, dan meningkatkan permintaan Amerika Serikat untuk dukungan."

Warga Ngemplak Boyolali Diciduk Polisi Saat Ambil Paket Tembakau Gorila

Pandemi Flu Mematikan Dunia

Ahli Virologi dan Pakar Flu, Robert G. Webster,  mengungkap prediksi hampir serupa. Dalam bukunya yang berjudul "Flu Hunter: Unlocking the Secrets of a Virus" Webster mempertanyakan apakah pandemi flu mematikan bisa terjadi.

"Jawabannya adalah ya: itu tidak hanya mungkin, itu hanya masalah waktu," tulisnya. “Jutaan orang bisa mati sebelum pandemi ini dikendalikan atau dimodifikasi,” tambahnya.

"Peringatan pada akhirnya akan kembali menantang manusia dengan virus influenza 1918 yang setara," tulisnya. "Kita harus siap."

ODP Terbanyak di Kelurahan Jebres, Ini Data Lengkap Sebaran Covid-19 Solo 8 April 2020

Saat ini, Amerika Serikat menjadi episentrum baru penyebaran virus corona usai Negara tersebut memperoleh angka tertinggi pengidap positif Covid-19. Jumlah positif Covid-19 di AS nyaris 400.000 dan telah jauh melampaui China.

Universitas Johns Hopkins mencatat kasus pengidap Covid-19 di AS melonjak drastis dengan total kematian mencapai 12.722 Selasa (7/4/2020) malam waktu setempat. Bahkan lebih dari 1.939 orang telah meninggal secara nasional dari Covid-19 dalam satu hari.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho