Logo PLN (Pictagram)

Madiunpos.com, SURABAYA -- Di Provinsi Jawa Timur saat ini baru ada 67 titik Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) tersebar di sejumlah daerah terutama perkotaan. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur tahun ini menargetkan bisa membangun 500 SPLU baru.

Hal itu guna mendukung penggunaan kendaraan listrik yang mampu menurunkan emisi karbon.

“Tahun ini kami mau tambah 500 titik, hanya saja kami perlu menunggu proses perizinan penempatan, misalnya di tempatkan di daerah mana, ya kami harus dapat izin,” kata General Manager PLN UID Jatim, Bob Saril, seusai seminar PLN Multi Stakeholder Forum 2019, Rabu (26/6/2019).

Dia mengatakan PLN sudah menyatakan kesiapannya untuk melakukan investasi SPLU. Bahkan seperti di Jakarta, infrastruktur SPLU maupun konsumennya seperti Blue Bird sudah menggunakan armada bertenaga listrik.

Bob Saril menambahkan selain investasi SPLU, PLN juga tengah fokus untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di Jatim yang saat ini masih 98,56%, dan pada 2020 bisa menjadi 100% sesuai target Pemprov Jatim.

“Tahun ini pun kami menyiapkan belanja modal Rp1,7 triliun untuk pengembangan pembangkit berbasis solar, komunal PLTS, bangun jaringan dan menyediakan gardu induk serta untuk sambungan rumah,” kata Bob Saril.

Kepala Dinas ESDM Jatim, Setiajit, menambahkan pemerintah daerah akan mendorong banyak pihak baik swasta maupun BUMN untuk meningkatkan fasilitas pengisian listrik dan menyediakan alat transportasi berbasis listrik.

Menurutnya, selama ini konsumsi listrik terbesar hanya sektor industri 42% dan sektor rumah tangga 39%. Sedangkan sektor bisnis transportasi hingga kini masih belum banyak tersentuh.

“Kami sudah mencoba menyampaikan kepada kalangan transportasi, terutama di kota besar yang tingkat polusinya tinggi akibat bahan bakar fosil supaya mengarah pada penggunaan angkutan listrik, begitu juga dengan PLN supaya menyediakan infrastruktur SPLU,” katanya.

Setiajit mengatakan tahun ini pemerintah akan mulai menyosialisasikan penggunaan angkutan massal lebih dulu seperti angkutan umum bus maupun mikrolet, tentunya dibutuhkan kebijakan-kebijakan dari pemerintah daerah masing-masing.

“Dengan menambah sektor transportasi dalam penggunaan listrik, diharapkan konsumsi listrik penduduk di Jatim juga meningkat dari saat ini 985 Kwh/kapita akan menjadi 1.276 Kwh/kapita dalam 5 tahun ke depan,” imbuh Setiajit.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten