Ilustrasi provinsi layak anak. (Solopos-Dok)

Semarangpos.com, SEMARANG — Provinsi Jawa Tengah (Jateng) meraih penghargaan sebagai Penggerak Provinsi Layak Anak 2019. Penghargaan itu diserahkan Menteri Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Susana Yambise, kepada Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jateng, Retno Sudewi, di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (23/7/2019).

Kepala DP3AKB Jateng, Retno Sudewi, mengungkapkan penghargaan penggerak provinsi layak anak diberikan karena Jateng termasuk provinsi dengan jumlah kabupaten/ kota layak anak (KLa) terbanyak di Indonesia.

Dari 35 kabupaten/ kota di Jateng, hampir seluruhnya sudah memenuhi syarat KLA dan tinggal tiga yang belum, yakni Purbalingga, Banjarnegara, dan Wonogiri.

"Kami terus mendorong tiga kabupaten itu, dengan memperkuat jejaring dengan SKPD provinsi, seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang, serta instansi terkait. Kami optimistis Jateng bisa menuju Provinsi Layak Anak 2010,” ujar Retno dikutip laman Internet resmi Pemprov Jateng, Jumat (26/7/2019).

Retno menambahkan saat ini Pemprov Jateng terus mengencarkan sekolah, taman bermain, musala/masjid, rumah sakit/puskesmas ramah anak. Khusus sekolah ramah anak, memang menjadi perhatian, di mana prinsip utamanya sekolah mesti nondiskriminasi kepentingan, hak hidup serta penghargaan terhadap anak.

Sekolah ramah anak juga mesti aman, bersih, sehat, hijau, inklusif, dan nyaman bagi perkembangan fisik, kognisi dan psikososial anak perempuan dan laki-laki. Termasuk, anak yang memerlukan pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus.

“Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi. Contohnya, sekolah harus nol kekerasan, aman gedung baik jalur evakuasi, titik kumpul, simulasi terkait evakuasi, memiliki jalur aman ke sekolah seperti zebracross. Selain itu juga mempunyai kantin yang menyediakan makanan sehat mendukung tumbuh kembang anak. Tidak hanya ramah pada anak, tapi juga ramah untuk semua warga sekolah, termasuk guru, kepala sekolah,” terang wanita yang akrab disapa Dewi ini.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten