Tutup Iklan
Ilustrasi pemeriksaan ternak.(Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, SEMARANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) mengusulkan adanya pos lalu lintas hewan ternak di daerah perbatasan, terutama di jalan tol. Hal itu dilakukan guna mencegah penyebaran penyakit hewan berbahaya bagi manusia.

"Di pos tersebut, hewan ternak yang masuk ke Jateng divaksinasi dan diperiksa kesehatannya," ujar Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Jateng, Lalu Muhammad Syafriadi, Jumat (12/7/2019).

Lalu menambahkan belum adanya pos lalu lintas ternak di daerah perbatasan, termasuk jalan tol menjadi celah keluar masuknya hewan tanpa melalui pemeriksaan. Hal itu menjadi kesempatan para pelaku jual beli hewan peliharaan, seperti anjing, bebas melintas. Apalagi, menurutnya, selama ini banyak penjual hewan yang selalu menghindari pos lalu lintas atau pemeriksaan ternak.

"Dengan adanya tol, menyebabkan hewan yang diperjualbelikan lintas provinsi tidak terdeteksi, sehingga kami sedang meminta kepada pengelola jalan tol untuk diberikan space atau tempat. Nanti kami akan tempatkan mobil yang bisa mengawasi lalu lintas ternak," ujarnya.

Lalu Muhammad Syafriadi berharap pengelola jalan tol segera merespons usulannya guna mencegah terjadinya penularan penyakit yang disebabkan hewan ke manusia. Apalagi dari 1.400 patogen yang dibawa hewan, 70% di antaranya bisa menular ke manusia.

"Keberadaaan Tol Trans Jawa memang memudahkan distribusi barang dan jasa, termasuk keluar masuknya hewan ternak. Sayangnya, belum ada pos lalu lintas ternak yang berlokasi di ruas Tol Trans Jawa, khususnya di wilayah Jawa Tengah," katanya.

">KLIK dan ">LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten