Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, memeriksa komoditas pertanian yang akan diekspor di Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, Rabu (3/7/2019). (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

Semarangpos.com, SEMARANG — Komoditas pertanian di Jawa Tengah (Jateng) rupanya menjadi daya tarik pasar luar negeri. Salah satu komoditas itu tak lain adalah kedelai sayur atau yang populer disebut edamame.

Bahkan untuk kali pertama edamame asal Jateng diekspor ke Eropa, tepatnya di Belanda. Total ada sekitar 44 ton edamame dari Jateng yang dikirim ke Belanda melalui Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, Rabu (3/7/2019).

Kepala Balai Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil, mengatakan edamame yang diekspor perdana itu diproduksi petani di Wonosobo, Temanggung, dan Magelang. Volume edamame yang diekspor itu sekitar 44 ton dari total permintaan 480 ton dengan nilai ekonomi mencapai Rp13,2 miliar.

Edamame itu diekspor dengan menggunakan sertifikat elektronik (e-Cert). Saat ini, e-Cart telah diterapkan di berbagai negara, seperti Selandia Baru, Australia, Belanda, dan Vietnam.

“Dengan sertifikat elektronik ini, barang yang sudah diekspor sudah pasti diterima negara pemesan. Kalau selama ini kan pakai print out dan stempel yang membutuhkan waktu sekitar 1-2 bulan untuk verifikasi. Kalau dinyatakan tidak layak bisa kembali. Nah, pakai sertifikat elektronik [e-Cert] ini sudah pasti aman dan enggak bakal balik lagi,” ujar Ali saat dijumpai wartawan di Pelabuhan Tanjung Emas, Rabu.

Ali Jamil menegaskan selain melalui penggunaan e-Cert, akselerasi ekspor dari Kementerian Pertanian (Kementan) juga dilakukan dengan penggunaan aplikasi peta komoditas ekspor produk pertanian atau I-MACE (Indonesian Maps of Agricultural Commodities Export). Pemerintah daerah diarahkan untuk menggunakan aplikasi ini agar dapat memetakan sentra dan jenis komoditas unggulan dan negara tujuan ekspor.

"Ini tentunya sesuai dengan instruksi Pak Presiden Jokowi kepada para menteri kabinetnya, termasuk Menteri Pertanian untuk mendorong ekspor komoditas pertanian,” tegasnya.

Lebih lanjut Ali Jamil mengatakan dalam kurun waktu 4,5 tahun terakhir sektor pertanian Indonesia mengalami perkembangan pesat. Hal itu dibuktikan dengan semakin meningkatnya jumlah ekspor komoditas pertanian dari tahun-tahun sebelumnya.

“Nilai ekspor pertanian pada 2013 lalu sekitar 33 juta ton, kini meningkat menjadi 43 ton. Berarti ada kenaikan sekitar 10 juta ton dari sebelumnya,” ujar Ali.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, yang turut hadir dalam acara pelepasan ekspor edamame, mengapresiasi akselerasi ekspor yang dilakukan Kementan. Ia menilai aplikasi IMACE merupakan teknologi yang tepat untuk menyampaikan kepada public terkait potensi pertanian Indonsia, termasuk Jateng.

“Saya sepakat dengan Kementan soal pertanian, soal pangan, kitalah yang harus menjadi juara. Maka kalau neraca perdagangan sudah kita bicarakan dan teknologi sudah disiapkan, tinggal produktivitas yang didorong,” ujar Ganjar. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten