Jateng Jadi Fokus Percepatan Vaksinasi Setelah Jakarta & Bali

Presiden Joko Widodo alias Jokowi meminta Jabar, Jateng, dan Banten menjadi fokus percepatan vaksinasi Covid-19 setelah Jakarta dan Bali.

 Ilustrasi vaksinasi (Antara)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi vaksinasi (Antara)

Solopos.com, JAKARTA — Provinsi Jawa Tengah bakal menjadi fokus percepatan vaksinasi virus corona bersama Jawa Barat dan Banten. Presiden Joko Widodo meminta Jabar, Jateng, dan Banten menjadi fokus utama percepatan vaksinasi Covid-19 setelah Jakarta dan Bali.

Dalam pengantar sebelum Rapat Terbatas Evaluasi PPKM darurat, Presiden Jokowi mengatakan bahwa tingkat vaksinasi di Jabar, Jateng, dan Banten masih relatif rendah. Untuk itu, perlu percepatan vaksinasi di Jateng, Jabar, maupun Banten agar seluruh Jawa bisa tercipta herd immunity.

“Menurut saya tiga [yang perlu difokuskan], yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten. [Tingkat vaksinasi] Jawa Barat baru 12 persen, Jawa Tengah 14 persen, dan Banten 14 persen,” katanya dikutip dari akun Youtube resmi Sekretariat Presiden, Sabtu (17/7/2021).

Baca Juga: Ratusan Tenaga Kesehatan Australia Diisolasi, RS Sydney Kritis

Presiden menargetkan percepatan vaksinasi di tiga provinsi itu bisa tercapai paling lambat pertengahan September 2021. “Kalau program tanpa stok [vaksin] tadi berjalan, saya kita Agustus ini bisa selesai,” ujarnya.

Terkait percepatan vaksinasi di Jakarta dan Bali, Presiden menyampaikan tingkat vaksinasi di Bali telah mencapai 81 persen, dan di Jakarta 72%. Dengan begitu, Presiden berharap herd immunity  sudah dapat terwujud di kedua provinsi itu pada Agustus 2021.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyebut stok vaksin Covid-19 yang ada saat ini masih terlalu besar. Padahal, saat ini pemerintah sedang mengejar pelaksanaan vaksinasi untuk masyarakat agar tercipta herd immunity.

Habiskan Stok Vaksin

“Data yang masuk, baik itu berupa vaksin jadi maupun bulk, yang sudah masuk ke negara kita itu sudah 137 juta, dan yang sudah disuntikan dalam [program] vaksinasi itu kurang lebih 54 juta. Artinya stok yang ada, baik di Biofarma, maupun Kementerian Kesehatan, atau mungkin di provinsi, kabupaten, kota, rumah sakit, dan puskesmas terlalu besar,” katanya.

Presiden Jokowi pun meminta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk segera menghabiskan stok vaksin yang ada saat ini. “Artinya, [yang] dikirim langsung habiskan, kirim habiskan, kirim habiskan, karena kita ingin mengejar vaksinasi secepat-cepatnya,” ujarnya.

Presiden menuturkan, stok vaksin hanya boleh ada di Biofarma sebagai produsen vaksin Covid-19 di Tanah Air. “Sekali lagi, tidak usah ada stok. Stok itu hanya di Biofarma, yang lain cepat habiskan,” tegasnya.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos


Berita Terkait

Espos Premium

Berita Terkini

Beredar Video Tol Batang-Semarang Akan Ditutup Total, Ini Faktanya

PT Jasamarga Semarang Batang (JSB) memberikan klarifikasi terkait beredar video yang menyebutkan Tol Batang-Semarang akan ditutup pada 25 Oktober hingga 4 November.

Ratusan Ribu Batang Rokok Disita Bea Cukai Kudus

Sebanyak 358.560 batang rokok ilegal disita Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus, Jawa Tengah.

Tak Kuat Tanjakan, Truk Kontainer Sebabkan Kecelakaan di Tol Semarang

Kecelakaan melibatkan truk kontainer dengan empat mobil terjadi di Tol Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

Petani Di Grobogan Tewas Tersetrum Jebakan Tikus di Sawah

Warijo, 56, warga Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh, Grobogan meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik jebakan tikus di sawahnya.

109 Objek Wisata Banyumas Buka Lagi, Pemerintah Wajibkan Ini

Sebanyak 109 objek wisata di Kabupaten Banyumas mulai buka kembali di tengah PPKM level dua, tetapi wajib memiliki aplikasi PeduliLindungi.

Mantap! Seniman Soloraya Dominasi Bhayangkara Mural Festival

Polda Jateng menggelar Bhayangkara Mural Festival 2021, di mana urutan 11 terbaik didominasi seniman dari wilayah Soloraya.

Tak Hanya di Salatiga, Gempa Juga Guncang Semarang & Temanggung

Gempa bumi di daratan atau gempa darat tidak hanya terjadi di Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng), tapi juga di wilayah Kabupaten Semarang dan Temanggung.

Waduh! Solar Kian Langka, Nelayan di Rembang Enggan Melaut

Nelayan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah (Jateng) harus menghentikan aktivitas melaut menyusul solar langka.

Menikmati Night View Purwokerto dari Puncak Agaran, Syahdu...

Bukit Agaran ini berada di Desa Melung, Kecamatan Kedungbanten, atau sekitar 15 km dari Purwokerto menuju arah utara.

Jangan Panik! Rentetan Gempa Salatiga Tak Berpengaruh ke Merapi

BPPTKG menyebutkan rentetan 15 kali gempa bumi yang terjadi di Salatiga dan Ambarawa tak berpengaruh pada aktivitas Gunung Merapi.

Rentetan 15 Kali Gempa Terjadi di Salatiga & Ambarawa, Ini Kata BMKG

Sejak Sabtu (23/10/2021) dini hari hingga siang pukul 14.00 WIB, rentetan 15 kali gempa bumi terjadi di wilayah Kota Salatiga dan Ambarawa.

Salatiga & Ambarawa Diguncang Gempa, Netizen: Setiap 15 Menit Gempa

Rentetan gempa bumi yang terjadi di Salatiga, Ambarawa, dan sekitarnya membuat warganet panik.

Salatiga-Ambarawa Diguncang Gempa, BMKG: Dangkal, Warga Tak Perlu Panik

BKMG menyebut gempa yang terjadi di Kota Salatiga dan Ambarawa merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar lokal Merapi-Merbabu.

Istimewanya Lentog Tanjung, Perpaduan Opor dan Semur yang Nikmat

Lentog tanjung merupakan hidangan lontong dicampur dengan sayur lodeh tahu dan gori atau nangka muda.

2 Gempa Susulan Kembali Goyang Ambarawa

Gempa susulan pada 09.34 WIB berkekuatan Magnitudo 3.0 dan gempa kedua pada pukul 09.51 WIB berkekuatan Magnitudo 3.3.

Dipicu Sesar Aktif, Inilah Rentetan 8 Kali Gempa Salatiga-Ambarawa

Dampak gempa berupa guncangan dirasakan di Ambarawa, Salatiga, Banyubiru, dan Bawen dalam skala intensitas II MMI dimana benda-benda ringan yang digantung bergoyang.