Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin. (Antara-Wisnu Adhi)

Semarangpos.com, SEMARANG — Berbagai strategi dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 7% pada tahun 2020. Salah satunya adalah dengan mengenjot  investasi sebagai sektor utama untuk meningkat pertumbuhan ekonomi.

“Target pertumbuhan ekonomi 7% menjadi PR bersama. Kita perlu hadir dan mendekatkan diri kepada calon investor dari dalam maupun asing supaya masuk ke Jateng. Kita harus bekerja keras menarik investor,” ujar Wakil Gubernur Jateng H. Taj Yasin dalam siaran resmi, Rabu (17/7/2019). Hal itu dikatakan Yasin saat memimpin Rapat Koordinasi Peran Satgas Percepatan Pelaksanaan Berusaha di Jateng.

Rakor dihadiri Sekda Jateng Sri Puryono, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan instansi terkait. Dalam kesempatan itu, Yasin menyampaikan perlu adanya kerja sama dan penerapan kebijakan di berbagai sektor agar para pengusaha berinvestasi di Jateng. Di antaranya kebijakan mempermudah perizinan berinvestasi, tata ruang, dan penyiapan sumber daya manusia.

Mantan anggota DPRD Jateng itu mencontohkan, ada perusahaan maupun kawasan industri sudah mengantongi izin pendirian bangunan, tetapi akses untuk menuju lokasi industri belum ada. Selain itu, beberapa perusahaan skala besar di sejumlah daerah di Jateng malah belum terpenuhi. “Perusahaan-perusahaan di Jateng masih ada yang menyisakan masalah. Termasuk mengenai perizinan dan penyediaan tenaga kerja. Inilah tugas kita untuk memberikan fasilitas dan pendampingan kepada perusahaan-perusahaan yang sudah diberi izin,” katanya.

Upaya dan strategi yang bisa dilakukan Pemprov Jateng, antara lain kerja sama penyediaan tenaga kerja sesuai kebutuhan perusahaan. Jangan sampai perusahaan yang sudah berizin dan beroperasi terkendala oleh persoalan kekurangan tenaga kerja, karena tidak sesuai skill yang dibutuhkan dan sebagainya.

Sekda Jateng Sri Puryono menambahkan, Jateng saat ini merupakan daerah merupakan provinsi yang seksi untuk berinvestasi. Saingan Jateng dalam berinvestasi bukan lagi provinsi lain seperti Jawa Timur, Jawa Barat, ataupun DKI Jakarta, melainkan beberapa negara tetangga seperti Vietnam dan India.

Beberapa kawasan industri sudah siap menerima investor di berbagai sektor usaha, seperti kawasan industri di Brebes dan Kawasan Industri Kendal (KIK). Pemprov juga mendorong pembangunan pelabuhan sebagai akses transportasi yang terintegrasi dengan kawasan industri.

“Kita harus pro investasi, para investor jangan dipersulit mengurus izin, karena ini salah satu langkah penting untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten