Tutup Iklan
Ilustrasi Tour de Borobudur pada tahun 2017. (JIBI/Solopos/Dok.)

Solopos.com, SEMARANG — Sebanyak 1.700 pesepeda dari berbagai daerah akan ambil bagian dalam Tour de Borobudur 2019 yang digelar Sabtu-Minggu (2-3/10/2019). Ajang yang digelar selama dua hari itu tak hanya akan singgah di objek wisata Candi Borobudur tapi juga melintasi lima objek wisata lainnya di Jateng.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, Sinoeng R. Rachmadi, mengatakan enam objek wisata yang bakal disinggahi peserta Tour de Borobudur itu, yakni Gereja Blenduk di kawasan Kota Lama Semarang, Masjid Agung Demak, Api Abadi Mrapen Grobogan, pabrik gula De Tjolomadoe Karanganyar, Candi Prambanan Klaten, dan Candi Borobudur Magelang.

“Peserta Tour de Borobudur selalu bertambah dari tahun ke tahun, karena selalu menawarkan pengalaman rute-rute baru dan tantangan yang menarik di setiap etape,” ujar Sinoeng saat menggelar jumpa pers di Kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, Rabu (30/10/2019).

Sinoeng mengatakan Tour de Borobudur kali ini akan dibagi dalam dua etape. Etape pertama, ajang balap sepeda yang mengusung konsep sport tourism ini akan mengambil start pukul 05.30 WIB dari Gereja Blenduk, kemudian menuju Alun-Alun Demak, Api Abadi Mrapen, Balai Kota Salatiga, dan finis di De Tjolomadoe Karanganyar. Etape pertama ini akan diikuti sekitar 500 peserta.

Sementara itu, etape kedua yang diikuti 1.700 peserta akan mengawali start dari De Tjolomadoe, kemudian menuju Candi Prambanan, dan finis di kompleks Candi Borobudur.

Sinoeng menambahkan event yang menempuh jarak sekitar 265 km itu akan melibatkan sekitar 3.500 personel polisi untuk mengamankan jalur yang dilalui peserta.

Kepala Bagian Pembinaan Operasional Biro Operasi Polda Jateng, AKBP Artanto, mengatakan ada titik-titik yang menjadi fokus pengamanan, yakni di Grobogan dan Demak. 3.500 personel polisi yang dilibatkan itu merupakan anggota polda dan polres di 11 kabupaten/kota yang dilalui peserta.

“Kami minta kepada masyarakat untuk memberikan ruang bagi para peserta saat melintas. Beri mereka support," katanya.

Sementara itu, Koordinator Tour de Borobudur 2019, Hendra Dharmanto, menjelaskan pihak panitia akan menyediakan spot pengambilan mimum di setiap titik pemberhentian. Hal itu dilakukan sebagai upaya mengurangi penggunaan air minum dalam kemasan botol plastik yang dibawa peserta.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten