Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberi keterangan pers di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jateng, Selasa (29/10/2019). musim tanam yang mundur. (Antara-Sumarwoto)

Solopos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, menilai jatah atau kuota calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang diberikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng sangat kurang.

Pemprov Jateng hanya mendapat jatah atau kuota penerimaan CPNS 2019 mencapai 1.409 formasi. Padahal, sebelumnya Pemprov Jateng telah mengajukan kebutuhan CPNS di 2019 mencapai 2.149 formasi.

“Ada tiga formasi yang paling dibutuhkan di Jateng, yakni guru, tenaga kesehatan, dan penyuluh. Untuk tenaga guru, di level sekolah dasar yang paling banyak dibutuhkan. Dari kuota yang disediakan masih kurang jauh dari usulan kami. Kami pun tidak bisa merengek untuk menambah kuota," kata Ganjar saat dijumpai wartawan di kantornya, Kamis (31/10/2019).

Ganjar mengakui, hampir setiap malam memandatangani SK pensiun yang didominasi para guru SD. Untuk tenaga kesehatan yang menjadi prioritas dan dibutuhkan Jateng yakni dokter dan bidan. Sedangkan honorer K2, Ganjar berharap ada ruang yang lebih leluasa.

Baca juga: Penerimaan CPNS Di Jateng, Cilacap Paling Banyak, Temanggung Cuma 37 Posisi

Ganjar pun berharap, bisa duduk bersama Menteri Pemberdayaan Aratur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, dan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, untuk membahas kekurangan pegawai di Jateng. Dia yakin, para menteri bisa memberi solusi terkait kekurangan pegawai di Jateng.

Ganjar juga menegaskan akan mengawal kelancaran seleksi CPNS. Ganjar bertekad menjaga Jateng sebagai provinsi paling berintegritas versi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Saya akan kawal sendiri. Saya akan jaga tradisi selama enam tahun sebagai provinsi paling berintegritas. Kalau masyarakat ada tawaran, lapor ke kita, jangan jadi korban calo yang menjanjikan diterima PNS, kalau ada, langsung kita kek [tumpas],” tandasnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten