Tutup Iklan

Jateng Beri Kuota Siswa Prestasi 35%, Begini Perinciannya…

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) memberikan kesempatan cukup besar kepada siswa berprestasi untuk mendapatkan sekolah yang diinginkan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMAN 2019.

Jateng Beri Kuota Siswa Prestasi 35%, Begini Perinciannya…

SOLOPOS.COM - Ilustrasi PPDB SMA di Jateng. (Solopos-Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, SEMARANG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) memberikan kesempatan cukup besar kepada siswa berprestasi untuk mendapatkan sekolah yang diinginkan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMAN 2019.

Kuota yang diberikan untuk siswa berprestasi di Jateng itu mencapai 35% dari daya tampung sekolah. Meski demikian, kuota sebanyak itu tidak seluruhnya diperuntukkan untuk siswa berprestasi dari luar zonasi.

Siswa berprestasi dari luar zonasi hanya bisa menggunakan jatah sekitar 15% sesuai Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No.22/2019 tentang Perubahan Atas Permendikbud No.51/2018 tentang PPDB.

Sementara, jatah 20% diberikan untuk siswa berprestasi yang masih berada dalam satu zona yang secara keseluruhan mendapatkan kuota 80%.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menyebut aturan terkait zonasi itu sudah dituangkan dalam petunjuk teknis (juknis) yang diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Jateng No.22/2019 tentang Perubahan Atas Pergub No.9/2019 tentang PPDB SMAN dan SMKN di Jateng.

“Sudah, juknis-nya sudah ada. Kuota sebanyak itu [untuk siswa berprestasi] saya rasa tidak terlalu besar. Orang malah mintanya lebih,” ujar Ganjar saat dijumpai Semarangpos.com di rumah dinasnya, Puri Gedeh, Kota Semarang, Kamis (27/6/2019).  

Dengan keputusan itu, Ganjar pun meminta orang tua atau wali murid tidak lagi cemas anaknya tidak mendapatkan sekolah.

“Saya pesan ke wali murid, sudah tidak perlu cemas [anak enggak dapat sekolah]. Semua sekolah sama. Kalau gurunya enggak bagus, nanti akan kita rotasi. Sekolahnya enggak baik, akan kita perbaiki,” ujarnya.

Ganjar juga meminta wali murid untuk tidak menggunakan cara-cara yang curang demi mengakali sistem zonasi, yang memprioritaskan kedekatan domisili calon siswa dengan sekolah. Salah satunya, yakni dengan memalsukan surat keterangan keluarga (KK) atau surat keterangan domisili.

“Kalau ketahuan menipu, akan saya beri sanksi. Sanksinya bisa dikeluarkan,” ujar Ganjar.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng, Jumeri, menilai kuota yang diberikan Jateng untuk siswa berprestasi sebenarnya mengacu pada Permendikbud No.22/2019, yakni maksimal 15%. Adanya kuota tambahan, 20% untuk siswa berprestasi, sebenarnya hanya untuk mengakomodasi calon siswa yang masih berada dalam satu zona, tapi jarak domisilinya dengan sekolah jauh.

“Jadi sebenarnya Jateng tetap memberikan kuota untuk siswa berprestasi 15%, 80% untuk jalur zonasi, dan 5% untuk siswa pindahan [mengikuti orang tua pindah]. Kuota 20% [siswa berprestasi dalam zona] itu sebenarnya hanya untuk mengakomodasi anak yang letaknya terpencil tapi masih dalam satu zona. Kalau menggunakan sistem zonasi, mereka pasti akan kalah bersaing,” terang Jumeri.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Berita Terkait

Berita Terkini

Kisah Tiwi, Pesepak Bola Putri Solo yang Tak Kapok Meski 2 Kali Cedera Engkel

Tiwi kini menjadi stopper andalan di tim sepak bola putri Putri Surakarta.

Berawal dari Acara Fashion Show, 21 Mahasiswa ISI Solo Positif Covid-19

Sebanyak 21 mahasiswa Institut Seni Indonesia atau ISI di kampus 2 Mojosongo, Solo, terkonfirmasi positif Covid-19. Tertularnya para mahasiswa itu berawal dari acara fashion show.

Inilah 12 Pabrik Gula Yang Hilang Di Soloraya, Paling Banyak Dari Klaten

Ada 12 pabrik gula di kawasan Soloraya yang hilang, padahal dulunya memiliki andil besar dalam produksi gula di Tanah Jawa.

Miris! TKW Asal Madiun Setahun Disiksa Majikan di Malaysia

TKW bernama Siti Sulikah selain dianiaya, gajinya sebagai asisten rumah tangga juga tidak dibayarkan oleh majikannya di Malaysia.

Ada 5.000 Vaksin Covid-19 untuk Pelaku UMKM & Ritel Karanganyar, Ini Link Pendaftarannya

Jatah vaksin Covid-19 dititipkan ke Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagnakerkop dan UKM) Karanganyar.

Viral di Tiktok, Ini Lirik dan Terjemahan Lagu Meurindu - Rialdoni

Lirik dan terjemahan lagu meurindu milik penyanyi Aceh banyak dicari setelah viral di media sosial, yuk simak baik-baik di sini!

Gojek Luncurkan Festival Kuliner Solo, Catat Tanggalnya

Gojek berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Solo menghadirkan Festival Kuliner Solo (FKS) yang melibatkan ratusan mitra usaha Go Food.

Kasus Covid-19 Klaster Pabrik Sepatu Karanganyar Masih Terus Bertambah, Total 113 Orang

Jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 dari klaster pabrik sepatu di Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, masih terus bertambah.

Begini Cara Mengajari Anak Berwirausaha Sejak Dini

Agar buah hati termotivasi jadi pengusaha, tak ada salahnya orang tua mengajari anak berwirausaha.

Tiga Cara Menikmati Croffle Hits dari Tjemilan oleh Kopi Soe

Sebagai kedai camilan favorit masyarakat, Tjemilan oleh Kopi Soe juga menghadirkan aneka varian croffle yang dinamai #Soeffle.

Tren Naik, Kasus Covid-19 di Sukoharjo Tambah 88 Orang dalam Sehari

Kasus Covid-19 di Sukoharjo bertambah 88 orang dalam sehari pada Kamis (24/6/2021). Penambahan itu membuktikan tren penambahan kasus Covid-19 di Sukoharjo masih naik.

Bapas Solo Sebut Mediasi Kasus Perusakan Makam Oleh Anak-Anak Di Mojo Telah Selesai, Hasilnya?

Proses mediasi kasus perusakan makam Mojo, Pasar Kliwon, Solo, yang melibatkan 10 anak-anak sudah selesai dengan pendampingan Bapas.