Tampak luar terminal baru Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (7/6)./Bisnis-Yustinus Andry

Semarangpos.com, SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menggenjot pembangunan infrastruktur pendukung demi mendukung pemberdayaan sektor pariwisata. Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sri Puryono menyatakan keyakinan sektor pariwisata mampu menjadi penopang pertumbuhan ekonomi strategis bagi daerah.

“Pariwisata juga bisa mendorong pertumbuhan pembangunan wilayah yang memiliki potensi alam dan potensi sejarah. Muaranya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Sri Puryono saat memberi sambutan pada pembukaan Diseminasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Hasil Riset Strategi Pengembangan Pariwisata Jateng, di Gedung Bank Indonesia Perwakilan Jateng, Kota Semarang, Kamis (11/4/2019).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng, paparnya, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang melalui pintu Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang pada Januari-November 2017 mencapai 22.951 orang. Sementara itu pada Januari-November 2018, jumlahnya tercatat 20.829 orang wisman, terjadi penurunan 2.122 orang atau 9,25%. Sebaliknya, jumlah wisatawan nusantara (wisnus) yang mengunjungi Jateng naik sekitar 24% pada tahun 2018 atau mencapai 49.7 juta orang jauh lebih banyak dibandingkan kunjungan wisnus pada 2017 yang 40.1 juta orang.

Terkait infrastruktur pendukung, kata dia, daya tampung Bandara Ahmad Yani lebih banyak, nyaman, dan bagus. Selain itu, rute-rute internasional yang langsung dari dan ke Semarang memberikan peluang positif. 

Untuk transportasi air melalui Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, tercatat semakin banyak kapal pesiar yang berlabuh, serta reaktivasi beberapa jalur kereta api di Jateng yang sebelumnya tidak difungsikan. “Kalau daerah atau wilayah itu ingin berkembang, maka kembangkan perdagangan, kemudian kembangkan pariwisata dan investasi. Sektor pariwisata sangat penting,” tambahnya.

Dari diseminasi hasil riset tersebut, diharapkan dapat diperoleh informasi komprehensif dan kritis, mulai akar persoalan hingga solusi yang berujung pada kreasi dan inovasi terhadap sektor pariwisata di Jateng. Khususnya Sangiran, Borobudur, Dieng, Karimunjawa, yang merupakan prioritas Jateng dan bisa dikelola sebagai obyek wisata berkelas dunia.

“Saya berharap, diseminasi ini akan dapat membantu pariwisata Jateng berjaya menjadi magnet dunia. Kami optimistis, dari urun saran panjenengan sami [masukan saran kalian semua]. Tahun 2019 ini, target 1,2 juta Wisman berkunjung ke Jateng akan terlampaui,” katanya.

Sementara itu, Kepala BI Jateng Soekowardojo mengatakan kawasan Joglosemar (Jogja, Solo, dan Semarang) ditetapkan pemerintah sebagai salah satu destinasi wisata prioritas, dengan Candi Borobudur sebagai pusatnya dan didukung tiga kawasan strategis baru nasional (KSBN) lain, yaitu Dieng, Karimunjawa dan Sangiran.

“Untuk itu, kami memandang perlu adanya suatu kajian dalam mengidentifikasi tantangan daya dukung dan strategi pengembangan keempat KSBN itu, secara terintegrasi dalam rangka optimalisaai penerimaan devisa pariwisata Jateng,” katanya.  

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten