Pemulung memilah sampah. (Antara-Anis Efizudin)

Solopos.com, SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) berencana menggelar kongres sampah bertaraf nasional pada akhir September nanti. Kongres itu diyakini mampu memberikan solusi terhadap penanganan sampah, terutama yang berbahan plastik.

Pelaku industri di Jateng menyambut baik upaya pemerintah yang akan menggelar kongres sampah itu, salah satunya Harjanto Halim, yang merupakan bos atau pemilik Marifood.

Halim mengatakan Marifood yang memproduksi makanan dan minuman dalam kemasan seperti Marimas, tak bisa dilepaskan dari penggunaan plastik. Selama ini, plastik digunakan untuk mengemas produk agar sampai ke tangan konsumen dengan aman.

“Plastik ini tak tergantikan bagi industri pangan. Sekarang masalahnya bagaimana cara agar plastik yang sampai ke tangan konsumen ini bisa dikelola dengan baik, tidak dibuang sembarangan. Tentu harus ada edukasi,” ujar Halim saat dijumpai Semarangpos.com di sela Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (Sendimas) ke-4 di Kampus Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata, Semarang, Rabu (18/9/2019).

Halim menambahkan edukasi terkait pengelolaan sampah plastik kepada masyarakat itu bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya mendorong masyarakat memanfaatkan sampah plastik untuk membuat aneka kerajinan, seperti ecobrick.

“Kami dari Marimas sejak beberapa tahun terakhir sudah mendorong masyarakat untuk memanfaatkan sampah plastik menjadi ecobrick. Saya rasa ecobrick jadi solusi terbaik karena bisa dilakukan semua orang, memenjarakan sampah plastik, dan plastik yang digunakan pun bisa segala jenis, termasuk plastik kemasan yang nilai recycle rendah dan tidak ada nilai jualnya,” ujar Halim.

Halim pun berharap inovasi pengelolaan sampah plastik itu akan bermunculan dalam kongres sampah nanti. Selain itu, ia pun berharap dalam kongres itu pemerintah bisa mengeluarkan kebijakan-kebijakan baru terkait penanganan sampah.

“Salah satunya adalah sanksi tegas bagi pelaku pembuang sampah sembarangan. Aturan yang ada sekarang enggak jelas. Tidak ada sanksi. Coba sanksi itu diterapkan dengan tegas, pasti yang membuang sampah sembarang berkurang,” ujarnya.

Sampah plastik saat ini memang menjadi permasalahan yang pelik di Indonesia. Bahkan hasil penelitian Jenna R. Jambeck dari University of Georgia, Indonesia merupakan negara penghasil sampah plastik terbesar kedua setelah Tiongkok.

Indonesia menghasilkan 3,22 juta ton sampah plastik yang tak terkelola dengan baik. Sekitar 0,48-1,29 juta ton dari sampah plastik itu diduga mencemari lautan.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jateng, Teguh Dwi Paryono, mengatakan kongres sampah di Jateng nantinya akan diikuti peserta dari berbagai daerah di Tanah Air. Kongres itu rencana digelar di Rawa Pening, Sabtu-Minggu (28-29/9/2019).

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten