Nissan Leaf. (Bisnis-Aprianus Doni Tolok)

Solopos.com, KARAWANG - Mobil listrik, Nissan Leaf, mampu menempuh jarak hingga 280 kilometer dari kondisi baterai fully charged, untuk kondisi lalu lintas dan budaya mengemudi masyarakat di Indonesia. Adapun untuk tes konstan di sirkuit, mobil berjenis BEV (battery electric vehicle) ini mampu menempuh jarak sekitar 400 kilometer.

Jauhari Adzannis, Senior Manager R&D Nissan Motor Indonesia (NMI), mengatakan bahwa kondisi lalu lintas Jakarta yang sering macet pada dasarnya tidak terlalu signifikan berpengaruh pada baterai.

"Rata-rata 280 sampai 300 kilometer untuk di kondisi normal di Indonesia dengan pemaikaian normal juga. Namun, sebenarnya macet tidak terlalu berpengaruh karena saat berhenti, motor juga berhenti dan tidak ada daya listrik yang disalurkan," ujarnya di Karawang, Senin (9/9/2019).

Menurutnya, daya listrik baterai justru dipengaruhi dari penggunaan AC (air conditioner) karena menggunakan motor khusus, kendati tidak terlalu besar. Pihaknya pernah mencoba pemakaian AC selama 3 jam terus menerus dalam keadaan mobil berhenti dan hasilnya daya baterai berkurang di bawah 10%.

Baterai generasi terbaru ini dilengkapi dengan baterai Li-ion berkapasitas 40 kWh 350V memakan waktu pengisian daya selama sekitar 12 jam dengan daya 4 kwh atau standar minimal daya listrik rumahan yang dibutuhkan.

Adapun dengan teknologi fast charging yang mampu menyuplai 50 kwh atau yang nantinya banyak disediakan SPLU (Stasiun Pengisian Listrik Umum), baterai Nissan Leaf, dapat terisi 80% dalam waktu satu jam.

Kendati NMI telah memastikan Nissan Leaf akan dipasarkan di Indonesia pada 2020, tetapi mereka masih merahasiakan harga mobil listrik ini.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten