Kapolres Magelang AKBP Yudianto Adhi Nugroho (kiri) meminta keterangan warga Magelang yang mengaku bisa menjadikan seseorang sebagai pegawai negeri sipil, Selasa (16/7/2019). (Antara-Heru Suyitno)

Semarangpos.com, MUNGKID — Jajaran Polres Magelang menangkap dan menahan Abudhari Tri Putro, 64, warga Krapyak, Desa Paremono, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah yang mengaku bisa menjadikan seseorang sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Abudhari Tri Putro ditudung melakukan penipuan dengan janjinya itu.

Kapolres Magelang AKBP Yudianto Adhi Nugroho, Selasa (16/7/2019), mengungkapkan Abudhari Tri Putro meminta imbalan Rp160 juta untuk merealisasikan janji menjadikan seseorang menjadi PNS di wilayah Jawa Tengah. Perbuatan tersebut, menurut dia dilakukan setelah dia pensiun dari PNS dan jabatan terakhir sebagai sekretaris kecamatan.

Para korban dijanjikan menjadi PNS sejak tahun 2012, namun hingga 2019 tidak kunjung terlaksana. Salah satu korbannya, Supriyono, warga Cilacap Utara, akhirnya melaporkan perbuatan Abudhari Tri Putro itu ke Polsek Salaman. Penangkapan Abudhari Tri Putro, menurut Kapolres Magelang, dilakukan Sabtu (13/7/2019) oleh aparat Polsek Salaman.

Yudianto lalu memaparkan penipuan itu dilakukan tersangka kala membutuhkan uang untuk mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Dia berspekulasi memberikan janji menjadikan PNS kepada enam orang korban.

Tersangka Abudhari mengatakan uang yang dimintanya dari para korban tersebut akan dimanfaatkan sebagai biaya proses menjadi PNS. Dia pun mengaku telah mengirimkan berkas lamaran para korban melalui pos menuju BKN pusat. Namun, uang yang terkumpul dari para korban itu digunakannya sendiri.

"Intinya untuk biaya proses. Uang tidak dikirim, berkas saya kirim lewat pos ke BKN Jakarta. Saya tidak pernah mengecek berkas sampai atau tidak," katanya.

Ia mengaku dalam aksinya tersebut dilakukan sendiri dan tidak melibatkan orang lain.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten