Tutup Iklan

Jangan Mendadak "Bagong"

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis, 6 Mei 2021. Esai ini karya Agung S.S. Raharjo, Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda Badan Ketahanan Pangan Kementeria Pertanian.

Jangan Mendadak

SOLOPOS.COM - Agung S.S. Raharjo (Istimewa/Dokumen pribadi).

Solopos.com, SOLO — Badan Pangan dan Pertanian Dunia atau Food and Agriculture Organization (FAO) pada tahun 2016 merilis data dan fakta yang menurut saya cukup membikin miris. Hampir sepertiga jumlah pangan yang diproduksi dunia menjadi food loss (hilang) dan food waste (terbuang).

Tercatat jumlah pangan yang hilang dan terbuang tersebut  mencapai 1,3 miliar ton  atau setara nilai US$1 triliun setiap tahun. Menurut FAO (2018), sumber dari persoalan pangan yang terjadi di negara berkembang lebih banyak pada tahap preconsumption, sementara di negara maju lebih banyak terjadi pada tahap consumption.

Economist Intelligence Unit pada tahun 2016 memberitakan hal serupa tentang food waste. Berdasar informasi yang dipublikasikan menunjukkan fakta orang Indonesia rata-rata menghasilkan sampah makanan hingga 300 kilogram per orang tiap tahun. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai runner-up pemborosan makanan setelah Arab Saudi dengan rata-rata angka sebesar 427 kilogram makanan per orang per tahun.

Tentu hal ini perlu mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah dan seluruh elemen masyarakat agar mencegah pemborosan dan pembuangan pangan terus terjadi. Fenomena pemborosan pangan di negeri ini telah mengundang rasa miris tersendiri.

Dalam tata nilai sosial dan religi perilaku tersebut sama sekali tidak bisa dibenarkan. Terlebih kemudian dihadapkan pada peristiwa kehidupan lain yang menimbulkan paradoks, yaitu kemiskinan dan kelaparan.

Dalam laporan Global Hunger Indeks (GHI) tahun 2020, Indonesia mencatatkan pencapaian sejarah lolos dari level ”serius” dan masuk dalam kategori moderat. Indonesia meraih skor 19,1 dan berada pada urutan ke-70 dari total 107 negara. Posisi peringkat Indonesia terhitung lebih baik daripada Kamboja, Myanmar, dan India.

Indonesia masih tertinggal dari Thailand, Malaysia, dan Filipina,  bahkan juga tertinggal dari Vietnam. Pencapaian ini pada satu sisi perlu mendapat apresiasi dan pada isaat yang sama menjadi titik tolak evaluasi atas pola konsumsi yang telah menjadi kebiasaan bahkan membudaya di negeri ini.

Food waste, menurut Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), didefinisikan sebagai makanan yang siap dikonsumsi namun dibuang tanpa alasan atau makanan tersebut telah mendekati masa kedaluwarsa.

Kesia-siaan Makanan

Sedangkan  istilah  food loss berarti kondisi hilangnya sejumlah pangan di antara rantai pasok produsen dan pasar. Food loss disebabkan oleh banyak faktor, misalnya pada proses pra-panen, permasalahan dalam penyimpanan, penanganan, dan lainnya.

Berfokus pada persoalan pemborosan pangan (food waste) di negeri ini ada fenomena klasik yang masih saja kita temui pada momentum Ramadan. Bulan puasa ketika umat Islam yang memenuhi syarat menerima kewajiban berpuasa, bersabar menahan lapar dan dahaga, ternyata tidak selalu demikian adanya ketika menjelang berbuka.

Dapat kita temui sebagian di antara kita yang begitu antusias menyiapkan menu berbuka hingga terkadang tidak sadar penyiapakan menu itu sudah terlalu berlebihan. Obsesi untuk menikmati beragam menu berujung pada pemborosan dan kesia-sian.

Sedangkan kapasitas perut sangat terbatas untuk menampung unsur makanan, minuman, dan udara.  Akibat kerakusan sesaat tersebut tiba-tiba fisiologi perut sebagian di antara kita bertansformasi menjadi perut ”bagong” akibat kekenyangan.  Alih-alih akan menjadi sehat, yang terjadi justru membawa potensi penyakit tersendiri.

Imam Syafi’i pernah berkata, dalam Syiar A’lam An-Nubala, karena kekenyangan (memuaskan nafsu perut dan mulut) membuat badan menjadi berat, hati menjadi keras, menghilangkan kecerdasan, membuat sering tidur, dan lemah untuk beribadah.

Puasa Ramadan yang semestinya mampu menjadi kontrol atas konsumsi pangan yang sering kali berlebihan ternyata tidak demikian adanya. Konsumsi rumah tangga menjadi penyumbang pemborosan makanan yang cukup besar pada bulan Ramadan.

Ini menjadi problem klasik yang  terus saja terjadi berulang kali. Bantargebang Integrated Waste Treatment Site berdasarkan data mencatat peningkatan sampah makanan hingga 10% selama bulan Ramadan. Pernah ditemui kondisi pada hari pertama puasa tercatat ada tambahan sampah sebanyak 864 ton.

Kesadaran Diri

Ibadah pada Ramadan bertujuan membentuk insan bertakwa (la’allakum tattaqun). Esensi ketakwaan salah satunya adalah menjadi insan yang tidak berlebihan (tabzir) dalam berperilaku.  Menjadi orang yang berperilaku boros, mubazir, dalam segala sesuatu tidak dibenarkan dalam Islam, tak terkecuali persoalan pangan.

Larangan bersikap boros memberikan pelajaran pentingnya bersikap adil terhadap diri sendiri dan orang lain. Pangan adalah kebutuhan setiap manusia dan pemenuhannya merupakan hak asasi yang tidak boleh diganggu.

Negara harus memberikan jaminan atas pemenuhan, ketersediaan, dan keterjangkauan pangan sampai pada tingkat individu. Oleh karena itulah, perilaku berbuah food waste yang masih sering terjadi, bahkan sering dianggap hal lumrah, harus dikurangi sedemikian rupa.

Kesalehan pribadi harus beriring dengan kesalehan sosial. Ramadan menjadi momentum bagi setiap rumah tangga dan individu untuk kembali merefleksikan kesadaran-kesadaran religius yang bernilai universal.

Di mana letak kepekaan kita pada saat banyak orang begitu sulit mencari makanan sedangkan kita ”berpesta” makanan sampai kekenyangan? Begitu indah terasa jika mampu menahan diri dan  memberikan peran bagi penguatan ketahanan pangan di negeri sendiri.

Ramadan adalah jalan membangun rasa kepedulian. Stop food waste dan mulailah berlaku adil memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Keadilan bagi diri sendiri dalam mencukupi kebutuhan pangan akan berbuah kesehatan sekaligus empati kepada orang lain yang kekurangan pangan. Pangan bagi diri sendiri dan keluarga secukupnya, tidak perlu berlebihan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Berita Terkini

Sinergi Semua Pihak untuk Suksesnya Vaksinasi Covid-19

Artikel ini ditulis dr. Farahdila Mirshanti, MPH, Kepala UPT Puskesmas Purwodiningratan Solo-Mahasiswi S3 Ilmu Kesehatan Masyarakat UNS

Bahasa Indonesia Era Industri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 16 Juni 2021. Esai ini karya Duwi Saputro, guru Bahasa Indonesia di MTsN 1 Solo.

Esensial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 17 Juni 2021. Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos.

Berolahraga di Tengah Pandemi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 15 Juni 2021. Esai ini karya Diksanda Savero Robiyono, mahasiswa keolahragaan di Universitas Negeri Malang.

Oposisi Biner dan Lawan Kata

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 14 Juni 2021. Esai ini karya Joko Setiyono, pustakawan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

Mengenal Orang-Orang Arab di Israel

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu, 12 Juni 2021. Esai ini karya Ronny P. Sasmita, Direktur Eksekutif Economic Action (EconAct) Indonesia dan peminat tema-tema hubungan internasional.

Menyehatkan Lahan Sakit

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis, 10 Juni 2021. Esai ini karya Bambang Pujiasmanto, guru besar di Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret.

Guru Modis Guru Idola Masa Kini

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 9 Juni 2021. Esai ini karya Astutiati, guru di SDN 1 Brangkal, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah.

Garuda di Dadaku

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat, 11 Juni 2021. Esai ini karya Arif Budisusilo, wartawan senior Bisnis Indonesia (Grup Jaringan Informasi Bisnis Indonesia atau JIBI).

Menjaga Kebebasan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 9 Juni 2021. Esai ini karya Syifaul Arifin, jurnalis Solopos.

Tantangan Feminis pada Era Kontemporer

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis, 3 Juni 2021. Esai ini karya Ester Lianawati, penulis buku Ada Serigala Betina dalam Diri Setiap Perempuan, psikologi dan pendiri Hypatia Pusat Penelitian Psikologi dan Feminisme di Prancis.

Pernikahan Dini Masa Pandemi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 8 Juni 2021. Esai ini karya Dila Sulistianingsih, mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang.

100 Hari Kerja Mas Wali Kota

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 7 Juni 2021. Esai ini karya Krisnanda Theo Primadita, mahasiswa pascasarjana Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Solo dan Wellness Tourism

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu, 5 Juni 2021. Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, dosen Marketing di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Surakarta.

Chief of Transformation Officer Itu Bernama...

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat, 4 Juni 2021. Esai ini karya Maria Y. Benyamin, wartawan Bisnis Indonesia (Grup Jaringan Informasi Bisnis Indonesia atau JIBI).

Seribu Hari Masih Lama

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 2 Juni 2021. Esai ini karya Rini Yustiningsih, wartawan Solopos.

Menjaga Kebudayaan Kita

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 2 Juni 2021. Esai ini karya Yuliyanti Dewi Untari, guru Bahasa Jawa di SMAN 1 Solo.

Menggemakan Nilai-Nilai Pancasila

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 31 Mei 2021. Esai ini karya Leo Agung S., Ketua Pusat Studi Pengamalan Pancasila Universitas Sebelas Maret.

Mimpi Juara Perusahaan Teknologi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu, 29 Mei 2021. Esai ini karya Hery Trianto, wartawan Bisnis Indonesia (Grup Jaringan Informasi Bisnis Indonesia atau JIBI).

Agama dan Kemanusiaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis, 27 Mei 2021. Esai ini karya Joko Yuliyanto, penggagas Komunitas Seniman Nahdlatul Ulama, penulis buku dan naskah drama.

Kisah di Balik Sajian Makanan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa 25 Mei 2021. Esai ini karya Adib Baroya Al Fahmi, mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Indonesia UIN Raden Mas Said Surakarta.

Memperkuat Gastro-Diplomasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 24 Mei 2021. Esai ini karya Bara Yudhistira, dosen Ilmu Teknologi Pangan dan peneliti di Pusat Pengembangan Kewirausahaan Universitas Sebelas Maret.

Kajian Fiskal Regional

Penulis adalah Pengawas pada KPPN Klaten. Pendidikan Magister Hukum UGM

Impelementasi Catur Gatra Tunggal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu, 22 Mei 2021. Esai ini karya Y. Argo Twikromo, dosen di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, antropolog, dan peneliti di MINDSET Institute.

Sinyal Pemulihan Kian Terang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat, 21 Mei 2021. Esai ini karya Arif Budisusilo, wartawan senior Bisnis Indonesia (Grup Jaringan Informasi Bisnis Indonesia atau JIBI).

Lebaran Covid-19

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 19 Mei 2021. Esai ini karya Suwarmin, wartawan Solopos.

PLTA Kali Samin Simbol Kemandirian

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis, 20 Mei 2021. Esai ini karya Eko Sulistyo, Komisaris PT PLN (Persero).

Kritik untuk Sangkar Buku Kegiatan Ramadan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 19 Mei 2021. Esai ini karya Rohmah Jimi Sholihah, guru Pendidikan Agama Islam di SDN Tasikhargo, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah.

Palestina dan Jurnalisme Islam

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 18 Mei 2021. Esai ini karya Dhima Wahyu Sejati, mahasiswa Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam Institut Agama Islam Negeri Surakarta.

Jalan Panjang Pemulihan Ekonomi Kota Solo

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 17 Mei 2021. esai ini karya Anton A. Setyawan, guru besar Ilmu Manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Memaknai Desa Sadar Kerukunan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 10 Mei 2021. Esai ini karya Muhammad Taufik Ismail, anggota panitia Festival Toleransi di Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah.

Rajakaya untuk Kecukupan Daging Nasional

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 11 Mei 2021. Esai ini karya Fransiskus Raymon, mahasiswa Program Studi Peternakan Universitas Sebelas Maret.

Jangan Mendadak "Bagong"

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis, 6 Mei 2021. Esai ini karya Agung S.S. Raharjo, Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda Badan Ketahanan Pangan Kementeria Pertanian.

Royalti, Radio, dan Pandemi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi sabtu, 8 Mei 2021. Esai ini karya Ariyanti Mahardina, freelancer yang pernah bekerja di radio dan kini masih aktif di Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Solo.

Kita Harus Menjadi Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 5 Mei 2021. Esai ini karya Ardian Nur Rizki, guru di Sekolah Indonesia Luar Negeri Johor Bahru, Malaysia.

Resiliensi Sektor informal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 4 Mei 2021. Esai ini karya Muhammad Taufik Nandito, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyan Surakarta dan aktif di Lingkar Studi Sasadara di Kleco, Kota Solo.

Mitos Kekinian

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 5 Mei 2021. Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Solopos Institute.

Narasi Tunggal Soal Mudik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat. 7 Mei 2021. Esai ini karya Maria Y. Benyamin, wartawan Bisnis Indonesia (Grup Jaringan Informasi Bisnis Indonesia atau JIBI).

Hadiah Lebaran dari Mas Edi

Buat saya, di tengah pandemi seperti saat ini, orang-orang seperti Mas Edi inilah bantalan kuat bagi ketahanan ekonomi Indonesia.

Wajah Pendidikan Kita

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 3 Mei 2021. Esai ini karya Anicetus Windarto, peneliti di Lembaga Penelitian dan Pengembangan Realino Sanata Dharma Yogyakarta.

Musnahkan Kebebalan Kawanan!

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat, 30 April 2021. Esai ini karya Hery Trianto, wartawan Bisnis Indonesia (Grup Jaringan Informasi Bisnis Indonesia atau JIBI).

Menolak Jalan Impunitas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis, 29 April 2021. Esai ini karya St, Tri Guntur Naryawa, dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Mercu Buana Yogyakarta.

Wantok

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 28 April 2021. Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos.

Rumah Tempat Debat dan Mufakat

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 26 April 2021. Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncel Bilik Literasi.

Pelajaran Dari Gawok

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat, 23 April 2021. Esai ini karya Arif Budisusilo, wartawan senior Bisnis Indonesia (Jaringan Informasi Bisnis Indonesia atau JIBI).

Sinergi Mencegah Perkawinan Anak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 21 April 2021. Esai ini karya Retno Winarni, guru Bahasa Indonesia di SMAN Kerjo, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah.

Bisnis Monyet Tanaman Hias

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 20 April 2021. Esai ini karya Nadia Aliya Azki, mahasiswa Program Studi Manajamen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta.

(Andai) Demokrasi Tanpa Oligarki

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 19 April 2021. Esai ini karya Siti Farida, Kepala Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jawa Tengah.

Perlawanan Perempuan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 21 April 2021. Esai ini karya Syifaul Arifin, jurnalis Solopos.

Singkong Goreng dan Segelas Wine

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat, 16 April 2021. Esai ini karya Maria Y. Benyamin, wartawan Bisnis Indonesia (Grup Jaringan Informasi Bisnis Indonesia atau JIBI)

Punden-Punden Kota Solo

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis, 15 April 2021. Esai ini karya Albertus Rusputranto P.A., dosen di Institut Seni Indonesia Surakarta.

Membaca Perempuan Kini

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu, 24 April 2021. Esai ini karya Ayu Prawitasari, jurnalis Solopos.

Bukan Cuma Kebaya dan Sanggul

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis, 22 April 2021. Esai ini karya Elly Jauharah Asriani, guru Matematika di MTsN 7 Klaten, Jawa Tengah.

Menunggu Musikus Jadi Kaya Raya

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu, 17 April 2021. Esai ini karya Tito Setyo Budi, doktor Kajian Musik, wartawan, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Kabupaten Sragen.

UUD 1945 dan the Living Constitution

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 13 April 2021. Esai ini karya Salma Abiyya, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Menyikapi Waktu Subuh Yang Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 12 April 2021. Esai ini karya Muh. Nursalim, Ketua Komisi Kajian Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Sragen.

Investasi Sosial Wakaf Uang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat, 9 April 2021. Esai ini karya Wawan Sugiyarto, analis Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan dan peraih gelar akademis PhD di Queensland University of Technology, Brisbane, Australia.

Dihantui Masa Lalu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 14 April 2021. Esai ini karya Rini Yustiningsih, jurnalis Solopos.

Teror dan Agama

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 6 April 2021. Esai ini karya Arif Yudistira, tuan rumah Pondok Filsafat Solo.

Berolahraga di Atas Bus Berjajar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 5 April 2021. Esai ini karya Agus Kristiyanto, Guru Besar Analisis Kebijakan Pembangunan Olahraga Fakultas Keolahragaan Universitas Sebelas Maret.

Cerita dari Bontang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 7 April 2021. Esai ini karya Suwarmin, wartawan Solopos.

Mencegah Terorisme Lagi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu, 3 April 2021. Esai ini karya Soleh Amini Yahman, psikolog dan dosen di Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Catur dan Uang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis, 1 April 2021. Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo.

Film sebagai Sumber Sejarah Alternatif

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 31 Maret 2021. Esai ini karya Anicetus Windarto, peneliti di Lembaga Penelitian dan Pengembangan Realino Sanata Dharma Yogyakarta.

Harapan Kota Solo Bebas dari Sampah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 29 Maret 2021. Esai ini karya Mochamad Syamsiro, Direktur Center for Waste Management and Bioenergy dan dosen di Jurusan Teknik Mesin Universitas Janabadra Yogyakarta.

Lupakan Saja Swasembada Gula

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 24 Maret 2021. Esai ini karya Jojo, kandidat Doktor Ilmu Ekonomi Pertanian Institut Pertanian Bogor atau IPB University.

Tema dan Kontroversi Lama

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu, 27 Maret 2021. Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi.

Sisi Lain Proyek Mercusuar Presiden Joko Widodo

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat, 27 Maret 2021. Esai ini karya Hery Trianto, wartawan Bisnis Indonesia (Grup Jaringan Informasi Bisnis Indonesia atau JIBI).

Filantropi Ruwahan Era Pandemi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis, 25 Maret 2021. Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Fakultas Adab dan Bahasa Institut Agama Islam Negeri Surakarta.

Pekerjaan Rumah Mas Wali

Soloraya akan menjadi megapolitan baru. Apalagi bila Mas Wali dapat memimpin langkah sinergi dan kolaborasi dengan pemerintahan lainnya di kawasan Soloraya.

Youtube Lebih daripada Televisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 20 Maret 2021. Esai ini karya Imam Subkhan, pengelola studio dan pembuat konten yang tinggal di Karanganyar.

Aspek Pajak dalam Zakat ASN

Rencana pemerintah untuk memotong gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) sebesar 2,5% untuk pungutan zakat kembali naik ke permukaan.

Prospek Cerah Budi Daya Porang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 16 Maret 2021. Esai ini karya Bara Yudhistira, dosen Ilmu Teknologi Pangan dan peneliti di Pusat Pengembangan Kewirausahaan Universita Sebelas Maret.

Irasionalitas Impor Beras

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 15 Maret 2021. Esai ini karya Haris Zaky Mubarak, peneliti sejarah dan Direktur Jaringan Studi Indonesia.

Rekayasa Sosial dan Ubah Laku

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 3 Maret 2021. Esai ini karya Syifaul Arifin, jurnalis Solopos.

Rumah Versus Sekolah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat, 19 Maret 2021. Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015), tertarik dengan tema-tema filsafat pendidikan, filsafat agama, dan ekonomi politik.

Pencurian Artefak Bersejarah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis, 18 Maret 2021. Esai ini karya Christianto Dedy Setyawan, guru Sejarah di SMA Regina Pacis Solo dan anggota staf Litbang Soeracarta Heritage Society.

Toleransi Bukan Sekadar Kata-Kata

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 17 Maret 2021. Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Solopos Institute dan Pemimpin Proyek Internalisasi Literasi Keberagaman Melalui Jurnalisme di SMA/SMK di Soloraya yang dikelola Solopos Institute.

Jebakan Wacana Tiga Periode

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 17 Maret 2021. Esai ini karya Ronny P. Sasmita, analis senior di Indonesia Strategic and Economic Action Institution.

Prospek Cerah Budi Daya Porang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 16 Maret 2021. Esai ini karya Bara Yudhistira, dosen Ilmu Teknologi Pangan dan peneliti di Pusat Pengembangan Kewirausahaan Universitas Sebelas Maret.

Irasionalitas Impor Sejuta Ton Beras

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 15 Maret 2021. Esai ini karya Haris Zaky Mubarak, peneliti sejarah dan Direktur Jaringan Studi Indonesia.

Penguatan Demokrasi di Daerah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu, 13 Maret 2021. Esai ini karya M. Dwi Sugiarto yang tertarik dengan tema-tema demokrasi dan pemilihan umum, pernah menjadi anggota Panitia Pengawas Kecamatan Teras pada pemilihan kepala daerah Kabupaten Boyolali 2020.

Pendidikan Nonformal yang Terlupakan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 9 Maret 2021. Esai ini karya Muhammad Ivan, Sarjana Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Jakarta dan analis kebijakan di Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Macet Itu Menyenangkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat, 12 Maret 2021. Esai ini karya Arif Budisusilo, jurnalis senior Bisnis Indonesia atau GrupJaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI).

Prioritas Pembangunan Desa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu, 6 Maret 2021. Esai ini karya Mulyanto, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret dan Ketua Bidang Kajian dan Publikasi ISEI Solo.

”Ular Besi” Vorstenlanden

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 3 Maret 20201. Esai ini karya Heri Priyatmoko, dosen Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan pelaju KRL dan Prameks Solo-Jogja.

UNS di Sepuluh Besar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 10 Maret 2021. Esai ini karya Tundjung W. Sutirto, dosen di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret Solo.

AHY versus Moeldoko

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 8 Maret 2021. Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo.

Perpisahan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 10 Maret 2021. Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos.

Pengadaan Tanah untuk Tol Solo-Jogja

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 2 Maret 2021. Esai ini karya Himawan Pambudi, sosiologi perdesaan yang bekerja sebagai pekerja sosial di Yayasan Satunama dan warga yang tinggal di Kabupaten Klaten dan terdampak pembangunan tol Solo-Jogja.

Media Massa dan Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 1 Maret 2021. Esai ini karya Aris Setiawan, pengajar jurnalisme di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

Green Wasathiyyah Campus

Green Wasathiyyah Campus adalah kepedulian terhadap sustainability/keberlanjutan, bagaimana manusia tidak hanya sekadar memikirkan cara bertahan hidup di masa sekarang tetapi juga berpikir untuk kehidupan jangka panjang.

Subsidi Agrobisnis Pangan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 22 Februari 2021. Esai ini karya Agus Wariyanto, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah.

Orang Kaya Baru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 23 Februari 2021. Esai ini karya Yohanes Bara, mahasiswa Magister Manajemen Universitas Atma Jaya Yogyakarta dan pengelola Tobemore Learning Center di Cangkringan, Sleman, DIY.

Clubhouse dan Kesan Pertama

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat 26 Februari 2021. Esai ini karya Hery Trianto, wartawan Bisnis Indonesia atau Grup Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI).

Menerka Pesta Demokrasi 2024

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis, 25 Februari 2021. Esai ini karya Nursahid Agung Wijaya, Kepala Subbagian Keuangan Umum dan Logistik Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Wonogiri.

Keruntuhan Imajinasi Publik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu, 27 Februari 2021. Esai ini karya Abdul Jalil, jurnalis Solopos dan mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret.

Buzzer, Politik, dan Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu, 20 Februari 2021. Esai ini karya Dwi Munthaha, peneliti di Bhuminara Institute dan mahasiswa Pascasarjana Ilmu Politik Universitas Nasional Jakarta.

The Chinese Way

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat 19 Februari 2021. Esai ini karya Arif Budisusilo, wartawan senior Bisnis Indonesia atau Grup Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI).