Jangan Khawatir, Pasar Mbatok Kemuning Karanganyar Sudah Bisa Transaksi Nontunai
Wakil Menteri Desa PDTT, Budi Arie Setiadi, bertransaksi di Pasar Mbatok, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso menggunakan LinkAja pada Kamis (1/10/2020). (Istimewa/Dokumentasi LinkAja)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Pasar Mbatok di Dusun Badan RT 004/RW 005, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar bersolek. Pasar kuliner berkonsep zaman dulu itu berusaha bertahan hidup di tengah pandemi Covid-19 dengan meningkatkan pelayanan transaksi secara nontunai.

Sejumlah pelaku usaha dan pariwisata di Kabupaten Karanganyar berupaya meningkatkan pelayanan dengan memerhatikan keamanan dan kesehatan masyarakat di masa pandemi Covid-19 ini. Salah satunya pelayanan transaksi nontunai. Uang elektronik nasional berbasis server dari PT Fintek Karya Nusantara (Finarya), LinkAja, mendukung upaya tersebut.

Sebanyak 74 warung di Pasar Mbatok sudah melayani transaksi nontunai menggunakan aplikasi LinkAja. Layanan tersebut sudah ada sejak Kamis (1/10/2020). Ini bertepatan dengan peresmian program Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bekerja sama dengan PT Telkom Indonesia, yakni Smart Village Nusantara.

44 Pasar di Solo Diajak Berlomba Tingkatkan Transaksi Nontunai SGS 2020

Peresmian dihadiri Wakil Menteri Desa PDTT, Budi Arie Setiadi; Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko; Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo; dan Direktur Enterprise dan Business Service Telkom Group, Edi Witjara.

Pasar Mbatok, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso menggunakan LinkAja pada Kamis (1/10/2020). (Istimewa/Dokumentasi LinkAja)

Beri Kemudahan

Direktur Utama LinkAja, Haryati Lawidjaja, menyampaikan Link Aja mendukung metode pembayaran nontunai pada ekosistem Desa Kemuning. Ekosistem tersebut terdiri dari 74 merchant, Pasar Mbatok, dan tiket masuk wisata di Desa Kemuning. "Intinya memberikan kemudahan, keamanan, dan kenyamanan bertransaksi. Metode pembayaran menggunakan teknologi Quick Response Code Indonesian Standard [QRIS] sehingga memungkinkan warga Kemuning dan wisatawan bertransaksi nontunai," kata dia melalui siaran pers yang diterima Solopos.com, Selasa (13/10/2020).

Haryati menyebut program tersebut selaras dengan tujuan dan misi LinkAja mendorong inklusi keuangan dan ekonomi dengan membangun ekosistem dan platform layanan keuangan digital. Sasaran utama melayani kebutuhan masyarakat, usaha kecil menengah.

Merger Bank Syariah Pelat Merah Bikin Indonesia Jadi Top 10

"Kami harap ini bisa membiasakan masyarakat bertransaksi secara nontunai apalagi pada era pandemi. Digitalisasi desa terus dilakukan demi mengembangkan potensi desa, pemasaran, percepatan akses, pelayanan publik sehingga meningkatkan taraf hidup masyarakat desa," tutur dia.

Wisatawan yang hendak membeli makanan, minuman, masuk ke objek wisata tertentu dapat membayar menggunakan LinkAja. Setiap pedagang yang sudah bekerja sama dengan LinkAja akan menyiapkan barcode.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom