Para pemain Persis Solo menjalani latihan perdana selepas libur Lebaran di Lapangan Dibal, Ngemplak, Boyolali, Senin (10/6/2019) sore. (Solopos.com-Chrisna Chanis Cara)

Solopos.com, SOLO — Persis Solo segera mengawali kampanyenya di ajang Liga 2 2019 dengan menghadapi Mitra Kukar di Stadion Rondong Demang, Tenggarong, Sabtu (22/6/2019). Laga ini bisa dibilang tak mudah bagi Laskar Sambernyawa. Selain kekuatan Mitra Kukar yang tak banyak berubah dibanding musim lalu, moral pemain Persis rentan kendur menyusul intrik manajemen tim dengan suporter yang tengah memanas.

Hal itu memicu aksi boikot suporter terhadap launching tim dan uji coba melawan PSM Madiun beberapa waktu lalu. Bahkan aksi boikot ini berlanjut bagi kelompok suporter Persis Solo, Pasoepati. Setelah berdiskusi, Kamis (20/6/2019) malam WIB, Pasoepati memutuskan untuk memboikot laga-laga Persis Solo selama semusim kecuali Derbi Mataram melawan PSIM Jogja.

Pelatih Persis Solo, Agus Yuwono, mengatakan hasil laga melawan Mitra Kukar dan Persiba Balikpapan (26 Juni 2019) dalam tur Kalimantan cukup penting untuk mengangkat moral tim di laga-laga selanjutnya. Dia meminta Iman Budi Hernandi dkk. tak terpengaruh dengan polemik yang sedang mendera Persis.

“Semua pemain tentu profesional. Kami enggak mau performa pemain terpengaruh dengan kabar-kabar dari luar,” ujar Agus saat dihubungi Solopos.com, Kamis.

Laskar Sambernyawa memboyong 18 pemain untuk menjalani tur Kalimantan. Ada empat pemain yang tak dibawa yakni Dimas Galih (striker), Dedi Tri Maulana (bek kanan), Dwi Cahyono (gelandang) dan Andri Prabowo (kiper). Agus menilai 18 pemain tersebut sudah cukup ideal untuk membentuk komposisi yang diinginkannya di dua laga awal.

Eks pelatih Perseru Serui ini mengaku mematok minimal dua poin dari perjalanannya di Pulau Borneo. “Kami pasang target minimal satu poin dari tiap laga. Kami optimistis karena semua pemain sudah siap tempur,” ujar Agus Yuwono. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten