Tutup Iklan

Jangan Kecele! Pasar Sabtu Minggu Karanganyar Belum Boleh Buka

Pemkab Karanganyar belum mengizinkan penyelenggaraan Pasar Sabtu dan Minggu di Plaza Alun-alun meskipun sudah ada beberapa pelonggaran kebijakan selama PPKM.

Jangan Kecele! Pasar Sabtu Minggu Karanganyar Belum Boleh Buka

SOLOPOS.COM - Situasi Jl. Lawu, Karanganyar yang kerap digunakan sebagai lokasi pasar Sabtu dan Minggu di Plaza Alun-alun Karanganyar beberapa waktu lalu. (Solopos/Candra Putra Mantovani)

Solopos.com, KARANGANYAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar belum mengizinkan penyelenggaraan Pasar Sabtu dan Minggu di Plaza Alun-alun Karanganyar meskipun sudah ada beberapa pelonggaran kebijakan selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, Rabu (24/3/2021), akhir pekan lalu tim gabungan yang berisi personel Satpol PP Karanganyar, Dishub, dan Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi (Disdagnakerkop) dan UKM Karanganyar telah melakukan penertiban beberapa pedagang.

Kepala Disdagnakerkop dan UKM Karanganyar, Martadi, mengatakan beberapa waktu lalu pedagang yang biasa berjualan saat Pasar Sabtu dan Minggu mulai berdatangan.

Baca Juga: Kerja Keras SMKN Matesih Demi Cetak Tenaga Terampil Berdaya Saing Tinggi

“Pekan kemarin, sudah ada yang berdatangan dan langsung dilakukan pemantauan. Kami lakukan penyekatan supaya tidak digunakan untuk kegiatan Pasar Sabtu dan Minggu,” jelas dia kepada Solopos.com, Rabu.

Meskipun dilakukan penertiban, Martadi mengaku sudah mengadakan rapat koordinasi dengan perwakilan pedagang terlebih dulu. Hal ini untuk menyosialisasikan kebijakan Pemkab Karanganyar yang belum memperbolehkan adanya kegiatan terkait.

“Kalau nanti tidak dirapatkan dan diberi tahu, akan jadi masalah. Makanya sebelum penertiban para perwakilan pedagang kami ajak rapat koordinasi untuk mengetahui pelarangan ini,” imbuh dia.

Alasan

Menurut Martadi, masih dilarangnya kegiatan Pasar Sabtu dan Minggu lantaran mayoritas pedagang berasal dari luar Karanganyar. Hal tersebut menjadi dasar perbedaan perlakuan bagi PKL sore dan malam Alun-alun dengan PKL Pasar Sabtu dan Minggu.

“Karena terlalu berisiko. Soalnya pedagangnya kebanyakan dari luar Karanganyar. Untuk dibuka kembali, kami masih menunggu instruksi dari Bupati,” beber dia.

Baca Juga: Rumah Mantan Sekdes di Ngawi Ludes Terbakar, Diduga Akibat Ulah Orang dengan Gangguan Jiwa

Kepala Satpol PP Karanganyar, Yophy Eko Jatiwibowo, mengatakan Satpol PP ikut dalam penertiban lantaran adanya permintaan dari Disdagnakerkop dan UKM Karanganyar. Dia menegaskan Satpol PP Karanganyar akan terus berpatroli mengawasi hingga diterbitkan aturan baru untuk Pasar Sabtu dan Minggu.

“Ada yang habis Subuh sudah di lokasi. Ada yang sudah masak dan ke lokasi. Kami terpaksa meminta mereka pulang. Metode tetap persuasif. Kalau mau jualan makanan, pedagang bisa cari lokasi lain atau jualan keliling. Kalau yang jualan pakaian mereka kami minta langsung pulang,” kata dia.

Berita Terkait

Berita Terkini

Selamat, Warga Gemolong Sragen Dapat Grandprize Mobil dari BRI

Nasabah BRI Unit Gemolong II, Sragen, Wahyuningsih, mendapat hadiah mobil Suzuki All New Ertiga dalam Panen Hadiah Simpedes Semester II 2020.

Cegah Covid-19, Yuk Bikin Hand Sanitizer dari Ekstrak Daun Mangga

Tim pengabdian Riset Grup Plasma Science and Technology FMIPA UNS menggelar pelatihan pembuatan hand sanitizer berbahan alami cegah Covid-19.

1 Lagi Pasien Covid-19 Dari Klaster Masjid Paulan Karanganyar Meninggal

Jumlah kasus positif Covid-19 yang meninggal dari klaster masjid di Paulan, Colomadu, Karanganyar, bertambah satu orang.

Kasus Covid-19 Melonjak, PLN Jaga Keandalan Listrik Rumah Sakit dan Fasilitas Kesehatan

PLN berupaya memastikan keandalan pasokan listrik, khususnya untuk tempat-tempat vital penanganan pasien Covid-19.

37 Adegan Ungkap Fakta-Fakta Pembunuhan Wanita di Waduk Kembangan Sragen

Tersangka pembunuhan wanita di Waduk Kembangan, Karangmalang, Sragen, memeragakan 37 adegan pada rekonstruksi yang digelar Polres.

Rumah Sakit Kritis di Tengah Kasus Aktif Tertinggi

Sejumlah rumah sakit di Klaten akan menambah tempat tidur menyusul kondisinya yang mulai kritis, Kasus aktif Covid saat ini menjadi yang tertinggi sejak pandemi.

Varian Delta Disebut Lebih Cepat Menular, Ini Penjelasannya

Varian delta disebut menimbulkan gejala sakit kepala, tenggorokan dan pilek hingga flu berat.

Pengusaha Wonogiri Siap Berkolaborasi Atasi Kemiskinan

Para pengusaha di Kabupaten Wonogiri siap berkolaborasi mengatasi kemiskinan sesuai bidang usaha masing-masing.

Bekas Lahan Perusahaan Serat Terbesar Wonogiri Kini Ditanami Palawija

Saat ini, sudah tidak ada lagi warga Desa Wonoharjo, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, yang memproduksi serat. Padahal, dulu ada perusahaan serat terbesar di situ.

Pemkab Sukoharjo Buka 827 Lowongan CPNS dan PPPK 2021

Sebanyak 827 formasi CPNS dan PPPK akan dibuka Pemkab Sukoharjo dalam rekrutmen pegawai pada 2021.

Perlukah Memberikan Suplemen untuk Anak? Ini Penjelasannya

Tak sedikit orang tua merasa bimbang perlukah memberikan suplemen untuk anak demi pemenuhan nutrisi mereka.

Buah Kesemek Khas Selo Boyolali, Direndam 6 Hari Baru Bisa Dikonsumsi

Petani Selo Boyolali mulai memanen buah kesemek yang merupakan buah khas setempat. Buah tersebut oleh masyarakat setempat kerap disebut dengan kledung.