Mohamed Salah (Reuters-Jon Super)

Solopos.com, LIVERPOOL - Mohamed Salah diminta untuk tak melakukan aksi diving lagi. Hal itu dianggap bisa merugikan Liverpool dalam mengejar gelar juara Liga Premier Inggris.

Anggapan Salah sebagai tukang diving setelah beberapa kali dia terjatuh di kotak penalti setelah terjadi kontak fisik yang ringan. Aksinya ini sempat menjadi penentu kemenangan kala Liverpool menghadapi Brighton. Liverpool dihadiahi penalti dan menang dengan skor 1-0.

Salah kembali terjatuh di kotak penalti saat Liverpool menghadapi Crystal Palace. Dia mendapat adangan dari bek Palace, Mamadou Sakho. Para pemain Palace tak senang dengan aksi Salah yang dianggap mereka diving. Wasit akhirnya tak memberi hadiah penalti pada pertandingan yang dimenangkan Liverpool dengan skor 4-3 tersebut.

Eks striker Blackburn Rovers, Christ Sutton, meminta Salah untuk tak diving lagi. Sutton yang menjuarai Liga Premier Inggris pada 1994 itu menganggap aksi Salah bisa mengancam Liverpool. Pasalnya, jika Salah terbukti diving dia akan dihukum oleh FA dan merugikan klubnya.

"Setiap Mohamed Salah diving, dia akan mengancam peluang Liverpool menjuarai Premier League," kata Sutton seperti dikutip dari Dailymail.co.uk, Selasa (22/1/2019).

"Dia terjatuh saat menghadapi Crystal Palace dan itu adalah kedua kalinya dia terjatuh dengan mudahnya setelah bulan lalu. Dia mendapat penalti saat menghadapi Newcastle pada Boxing Day setelah berpura-pura terjatuh hanya karena sentuhan kecil Paul Dummett," terang Sutton.

"Jika dia terus diving, dia berisiko mendapat skorsing dua laga dari FA. Liverpool hanya butuh dua kali terpeleset agar Manchester City kembali di posisi terdepan dalam perebutan juara."

"Akan sangat disayangkan jika orang membicarakan aksi divingnya, bukan gol-golnya, dalam persaingan paling seru menuju gelar juara ini," tandasnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten