Jangan Dianggap Sepele, Ini 8 Tanda Metabolisme Tubuh Mulai Lambat
Ilustrasi kulit kusam dan kering (Freepik).

Solopos.com, SOLO — Metabolisme adalah cara tubuh mengolah lemak, protein, dan karbohidrat menjadi energi. Tak ayal, metabolisme menjadi rahasia untuk memiliki tubuh yang sehat dan prima. Jika metabolisme tubuh melambat, hal ini bisa menjadi masalah.

Saat metabolisme melambat tubuh akan memberikan sinyal, yang dapat dilihat dari stamina, kondisi kulit, masalah psikis, kondisi rambut, pencernaan, suhu tubuh, dan lain sebagainya.

Melansir dari Liputan6.com dan sumber lain belum lama ini, berikut tanda jika metabolisme tubuh melambat.

Geger Ramalan Mbak You Soal Jokowi Lengser 2021, Ini Penjelasannya

Sering Kelelahan

Saat membakar energy yang berjalan lambat, tubuh merasa kelelahan lebih cepat dan terkadang mengalami kantuk setiap saat. Pada kondisi seperti ini, metabolisme membuat tubuh dapat meningkatkan atau malah menurunkan berat badan cepat.

Namun, ini adalah tanda metabolisme lambat yang mudah dikenali, terutama bagi yang lelah tanpa melakukan aktivitas berat. Kondisi ini menjadi ciri-ciri tubuh tidak menjalankan fungsinya dengan benar.

Kulit Selalu Kering

Tanda metabolisme lambat yang paling mudah dilihat adalah kondisi kulit yang kering. Walau, kalian sudah mengkonsumsi banyak air putih dan menggunakan pelembab, kulit tetap nampak selalu kering dan kusam

Ini juga menandakan tubuh sedang kekurangan nutrisi yang dibutuhkan, utamanya pada bagian kulit. Nutrisi yang kurang seimbang pada kulit sangat dipengaruhi oleh laju metabolisme tubuh manusia. Untuk itu, kalian perlu menerapkan gaya hidup sehat sebagai solusi yang paling tepat.

Depresi

Saat metabolisme melambat, maka akan memperlambat fungsi tubuh dan otak, sehingga perasaan depresi akan muncul. Hal ini bisa dialami pada orang yang melakukan diet ketat.

Diet ketat rendah kalori dapat memangkas habis berat badan dengan signifikan. Hal ini sangat mempengaruhi laju metabolisme juga. Selain itu. kurangnya waktu tidur dan kualitas tidur yang buruk juga bisa menyebabkan metabolisme lambat yang umum terjadi.

Meski sepele, ini bisa jadi masalah besar jika dibiarkan terjadi berlarut-larut. Ada baiknya lakukan konsultasi dengan dokter apabila gejala ini dirasakan, jangan dianggap remeh.

19 Tahun Lalu, Pesawat Garuda Tembus Badai Es & Mendarat Di Bengawan Solo Serenan Klaten

Berat Badan Naik

Bagi yang kerap mendapati berat badan tidak stabil, padahal sudah mengkonsumsi makanan dengan baik serta olahraga teratur, mungkin metabolisme kalian sedang melambat. Hal ini memang berpengaruh pada berat badan yang susah turun.

Kemudian, seiring bertambahnya usia, kemampuan untuk menghasilkan energi berkurang dan proses metabolisme tubuh melambat. Namun, pertambahan usia mutlak terjadi, alami dan tidak dapat dihindari.

Rambut Rontok

Saat Metabolisme turun mungkin kalian mengalami rambut rontok. Sebab, tubuh mengalami kesulitan untuk menutrisi rambut dengan baik dan membuat rambut jadi mudah rontok. Umumnya, rambut rontok dapat karena stress yang menyebabkan siklus rambut terganggu dan berisiko mengalami kerontokan.

Selain itu, ini juga bisa terjadi karena gangguan tiroid. Kelenjar tiroid yang seharusnya membantu melancarkan metabolisme, justru mengalami gangguan terutama saat produksi protein dan penggunaan oksigen.

Hal ini akan mempengaruhi produksi hormon metabolisme dan folikel rambut. Jika, terus dibiarkan dan menjadi semakin parah, kerontokan rambut bisa terjadi terus-menerus.

Sembelit

Saat Sistem metabolisme melambat, makanan sulit untuk dicerna dan dapat menyebabkan sembelit. Selain itu, kondisi stres dan depresi karena pengaruh metabolisme lambat bisa menjadikan penyebabnya.

Sembelit yang dipengaruhi stres, terjadi karena otak manusia memiliki saraf penghubung ke saraf usus. Saat hubungan keduanya bermasalah, maka gerakan usus akan melambat dan menjadi sembelit.

Pusing

Sering sakit kepala bisa menjadi tanda metabolisme lambat. Orang yang menjalankan diet keto biasanya sering mengalami hal ini. Seseorang yang melakukan diet keto, umumnya akan mengalami dehidrasi dan membuat tubuh berusaha keras mencari sumber energi atau glikogen.

Semakin banyak glikogen yang digunakan tubuh untuk mendapatkan energi, semakin besar pula jumlah cairan yang hilang. Padahal cairan adalah komponen penting dalam tubuh manusia yang berperan untuk metabolisme tubuh. Kekurangan cairan karena penyakit atau diet dapat menyebabkan metabolisme lambat.

Sering Kedinginan

Selalu merasa dingin dalam segala kondisi. Bisa menjadi salah satu dari gangguan metabolisme yang terjadi pada tubuh manusia karena pengaruh suhu. Normalnya tubuh manusia akan merespon kondisi suhu tubuh yang mengalami penurunan.

Metabolisme akan meningkat ketika tubuh sedang mengalami kedinginan. Tujuan utamanya adalah menjaga suhu tubuh agar kembali normal dan organ tubuh dapat berfungsi dengan benar.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya








Kolom