Tutup Iklan

Jangan Anggap Remeh! Baby Shaming Bikin Ibu Stres

Tips parenting kali ini membahas tentang baby shaming. Tindakan mengkritik bayi yang membuat ibu stres.

Jangan Anggap Remeh! Baby Shaming Bikin Ibu Stres

SOLOPOS.COM - Ilustrasi bayi (Freepik)

Solopos.com, SOLO – Tasya Kamila geram dengan tindakan netizen mengkritik anaknya. Dia memberikan tanggapan tentang tindakan baby shaming tersebut lewat Instagram stories-nya, 31 Juli 2019 lalu. Kasus serupa pernah dialami selebritas Instagram (selebgram) Rachel Venya dan artis Marissa Nasution.

Tindakan baby shaming seperti dijelaskan di laman Babygaga yang dikutip Solopos.com, Jumat (16/8/2019) berkaitan dengan penampilan tubuh, usia, pakaian yang dikenakan, perilaku saat makan, berat badan, dan mencubit tubuh bayi karena gemas.

Ungkapan “mungkin aku bisa membantu bayimu untuk mengurangi berat badannya,” juga merupakan bentuk baby shaming. Padahal berapapun berat badan bayi, mereka akan terlihat menggemaskan dengan tingkah lucunya. Seperti saat mereka tertawa dan menunjukkan mulut tanpa giginya, menggumam tidak jelas, makan atau minum dengan berantakan, hingga ekspresi wajah yang polos saat tidur.

Tindakan menghina dan mengkritik tubuh, perilaku, dan penampilan memang tidak langsung berdampak pada sang bayi. Justru orang tua, terutama ibunya, yang akan merasa sakit hati dan kesal. Namun, perilaku body shaming sepertinya sudah mendarah daging dan tanpa pandang bulu.

Hasil penelitian terbaru dari University of Michigan, Amerika Serikat mengungkap ibu merasa sedih ketika cara merawat anak dikritik orang lain.

“Dua pertiga [sekitar 317] dari 475 ibu merasa tidak bahagia karena kritikan sepihak orang lain tentang bagaimana mereka merawat anak-anaknya. Buruknya lagi, kebanyakan kritikan pedas itu datang dari lingkungan terdekat, khususnya keluarga mereka sendiri,” ungkap Jennifer Delgado, psikolog sekaligus penulis jurnal ilmiah, dalam laman Psychology-spot.

Hasil penelitian terhadap 475 ibu yang memiliki anak di bawah usia lima tahun [diungkap Jennifer Delgado] menunjukkan 61 persen mendapat kritikan. Mereka dikritik baik oleh pasangan maupun orang tua karena keputusan yang diambil untuk kebaikan anak-anaknya.

Sebanyak 62 persen dari 475 ibu tersebut juga mendapatkan nasihat yang tak perlu dari orang lain. Sementara 56 persen lainnya merasa disalahkan secara sepihak atas perilaku anak-anaknya. Selanjutnya, lebih dari 40 persen menerima kritikan negatif karena menyusui bayi dengan botol susu. Ironisnya lagi, 42 persen lainnya merasa gelisah dan serba salah saat kemampuan sebagai ibu dipertanyakan.

Pelaku baby shaming atau bentuk body shaming yang lain di media sosial dapat dipidana karena telah melanggar Pasal 45 ayat (3) Undang-Undang No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah),” demikian bunyi pasal tersebut. (Enggar Thia Cahyani/Solopos.com)

Berita Terkait

Berita Terkini

Kolaborasi Gojek-Tokopedia Bisakah Permudah UMKM Go Digital?

Kolaborasi bisnis dua startup karya anak bangsa, Gojek-Tokopedia, melalui pembentukan Grup Go-To diharapkan menjadikan UMKM naik kelas.

Kenaikan Kasus Covid-19 Jateng Tertinggi di Indonesia

Wiku Adisasmito dari Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 menyatakan kenaikan kasus Covid-19 di Jateng tertinggi di Indonesia.

Kasus Covid-19 di Sukoharjo Belum Berhenti, Bupati Etik: Ayo Taat Prokes!

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, mengimbau warga untuk selalu taat terhadap protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Hampir 2 Tahun Tabrak Lari Flyover Manahan Solo, LP3HI Kembali Gugat Praperadilan

Keluarga korban bersama LP3HI kembali melayangkan gugatan praperadilan kasus tabrak lari di flyover Manahan Solo yang belum ada kejelasan.

Tak Bisa Dihubungi, Seorang Perempuan Ditemukan Tewas di Gubug

Dari keterangan pihak keluarga, korban selama ini memiliki riwayat penyakit jantung dan hipertensi.

4 Zodiak Ini Konon Pilih-Pilih Teman

Berteman membuat hidup seseorang menjadi lebih mudah, namun tidak semua pemilik tanda zodiak piawai berteman, bahkan pilih-pilih teman.

Ribuan TKI asal Jateng Pulang Kampung, Sudah Swab & Karantina

Mereka pulang setelah menyelesaikan kontrak kerja di berbagai negara seperti Hongkong, Malaysia, dan Arab Saudi.

Presiden Akhirnya Turun Tangan dalam Polemik KPK

Penolakan Jokowi sebagai pesan bahwa TWK untuk memberhentikan pegawai KPK hanya alat yang digunakan oleh Ketua KPK Firli Bahuri secara sistematis untuk melemahkan pemberantasan korupsi.

Arti Mimpi Diperkosa Tak Selamanya Buruk, Cek Dulu!

Seseorang yang pernah mimpi diperkosa pasti bertanya apa arti dari mimpi itu, banyak dari mereka beanggapan mimpi itu memilki makna yang buruk.

Jumlah Penumpang KA dari Stasiun Klaten Mulai Melonjak

Penumpang kereta api atau KA yang diberangkatkan melalui Stasiun Klaten melonjak pada Selasa (18/5/2021). Lonjakan jumlah penumpang yang diberangkatkan itu seiring berakhirnya masa larangan mudik.

7.308 Calon Penumpang Tes GeNose di Stasiun Klaten, 72 Orang Positif

Sebanyak 72 orang dari total 7.000-an calon penumpang KA yang mengikuti tes GeNose di Stasiun Klaten menunjukkan hasil positif.

Nekat! 8 Orang di Brebes Mandikan Jenazah Pasien Corona

Setelah petugas pulang, peti jenazah dibongkar. Jenazah pasien Corona itu dikeluarkan dan dimandikan.