SOLOPOS.COM - Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo dan Wakil Bupati Kulonprogo Sutedjo melayani masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi pada open house Kamis Pagi di Rumah Dinas Bupati Kulonprogo, Kamis (8/6/2017). (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja)

Jumlah janda di Kulonprogo diperkirakan mencapai sekitar 12.000 orang

 
Harianjogja.com, KULONPROGO –Jumlah janda di Kulonprogo diperkirakan mencapai sekitar 12.000 orang. Sebagian besar diantara mereka sudah tidak mampu mengikuti program pemberdayaan sehingga membutuhkan bantuan sosial.

Promosi Jalur Mudik Pantura Jawa Makin Adem Berkat Trembesi

Hal tersebut disampaikan Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo saat menerima Persaudaraan Janda Janda Indonesia (PJJI) Armalah Jogja pada open house Kamis Pagi di Rumah Dinas Bupati Kulonprogo, Kamis (8/6/2017).

Dia menyambut baik rencana PJJI Armalah Jogja memperluas kegiatan hingga wilayah Kulonprogo. “Banyak sekali orang tua jompo, janda tua, miskin, dan duafa di Kulonprogo,” kata Hasto.

Hasto memaparkan, angka harapan hidup perempuan lebih tinggi dari pada laki-laki. Menurutnya, laki-laki di Kulonprogo cenderung lebih sering melakukan pekerjaan beresiko tinggi sehingga banyak yang meninggal lebih dulu dibanding istrinya. Hal itu kemudian menjadi salah satu penyebab mengapa jumlah janda lebih banyak dibanding duda.

Hasto berharap PJJI Armalah Jogja bisa berkontribusi dalam mengurus janda tua dan miskin di Kulonprogo, misalnya menghubungkan dengan donatur yang mau membantu.

“Sebagian besar sudah sulit untuk pemberdayaan. Harapannya organisasi ini bisa memberikan living support atau menghubungkan dengan para donatur tanpa harus melalui pemerintah,” ujar Hasto.

Perwakilan PJJI Armanal Jogja, Ken Utami mengungkapkan, sekretariat organisasi mereka terletak di Babarsari, Sleman. Pihaknya lalu berencana membuka cabang di Kulonprogo untuk memperluas jaringan dan jangkauan bantuan sosial kepada sesama janda. Bukan hanya secara materi, melainkan juga pemberian motivasi dan semangat. “Biasanya ada yang sampai malu keluar rumah,” ucap Ken.

Sementara itu, Hasto dan Sutedjo berkomitmen memfasilitasi masyarakat menyampaikan aspirasinya melalui open house yang digelar setiap Kamis pagi.

Layanan tersebut sebelumnya dianggap cukup efektif pada periode pertama kepemimpinan mereka. Warga tidak perlu membuat janji terlebih dahulu tetapi cukup datang untuk mendaftarkan diri pada pukul 06.30 WIB hingga 09.00 WIB.

Wakil Bupati Kulonprogo, Sutedjo mengatakan masyarakat bebas menyampaikan aspirasi maupun keluhan permasalahan kepada dirinya atau Hasto secara langsung. Semunya akan ditampung untuk segera ditindaklanjuti.

“Kami berupaya memberikan solusi atau penyelesaian berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat,” ungkap Sutedjo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya