JANDA CANTIK JUAL RUMAH : Istri Calon Suami Winalia Melapor ke Polresta Solo

JANDA CANTIK JUAL RUMAH : Istri Calon Suami Winalia Melapor ke Polresta Solo

SOLOPOS.COM - Wanita yang mengaku istri Redi Eko Saputro, Endang Titin Wapriyustia, 50, melapor ke Mapolresta Solo, Jumat (22/5/2015). Nama Redi mencuat sebagai calon suami Winalia, 40, janda cantik yang menjual rumah dengan bonus menikahi dirinya. (Muhammad Irsyam Faiz/JIBI/Solopos)

 Janda cantik jual rumah berbuntut panjang. Kini ada laporan ke Mapolresta Solo dari wanita yang mengaku istri si calon pembeli rumah Winalia.

Solopos.com, SOLO - Iklan kontroversial jual rumah bonus menikahi pemiliknya berbuntut panjang. Setelah sang pemilik rumah, Winalia, 40, warga Jogja, menunda pernikahannya dengan calon pembeli rumah Redi Eko Saputra, kini muncul laporan ke kepolisian dari wanita yang mengaku sebagai istri Redi.

Wanita tersebut bernama Endang Titin Wapriyustia, 50. Pada Jumat (22/5/2015) sekitar pukul 11.00 WIB, Endang mendatangi Mapolresta Solo untuk melaporkan Redi yang dinilai telah menelantarkan dirinya selama satu tahun. 

Endang mengaku telah menikah secara resmi dengan Redi pada 2014. "Pernikahan tercatat di KUA Banjarsari," kata dia di Mapolresta Solo. Pada kesempatan itu, dia membawa bukti buku nikah dan foto-foto.

Menurut dia, Redi mengaku bekerja sebagai pegawai sebuah bank BUMN di Jakarta. Namun Endang yang mengenakan baju bercorak merah hijau mengaku hanya dinafkahi Rp300.000 oleh suaminya.

Selama menikah, sang suami hanya beberapa kali menemuinya. Namun ia mengaku tetap melakukan kontak dengan Redi.

Ditanya soal Redi yang dikabarkan melamar janda cantik Winalia, dia mengaku kaget saat mengetahuinya dari media. "Kaget karena dia belum resmi bercerai dari saya," kata dia.

Diberitakan, janda cantik Winalia, 40, akhirnya harus menahan keinginannya untuk menikah dengan pelamarnya, Redi Eko Saputra, 46. Penundaan ini lantaran sang calon suami yang belum pernah ditemuinya itu ternyata masih beristri. (baca: Winalia Tunda Nikah, Calon Suami Ternyata Masih Beristri)

 

Berita Terkait

Berita Terkini

Setahun Proses Seleksi, 3 Jabatan Eselon II Pemkab Klaten Akhirnya Terisi

Bupati Klaten Sri Mulyani melantik tiga pejabat yang mengisi tiga jabatan eselon II yang selama setahun ini melewati proses seleksi.

Kisah ABG Klaten Terobos Penyekatan: Niat Beli Makan Ke Jogja, Pulang Jadi Tersangka

ABG Klaten yang nekat terobos penyekatan pemudik di Pospam Prambanan niatnya pergi ke Jogja untuk beli makan buat buka puasa.

Dikhawatirkan Picu Kerumunan, Pasar Tiban di Pekalongan Dibubarkan

Meningkatnya aktivitas warga menjelang Lebaran, terutama di Alun-alun Kota Pekalongan rawan memicu penyebaran virus corona.

Jadwal Imsak dan Magrib di Solo Hari Ini, Selasa 11 Mei 2021

Di bawah ini ada jadwal imsak dan magrib Kota Solo di Jawa Tengah hari ini, Selasa, 11 Mei 2021 dari Kementerian Agama atau Kemenag.

Warga di 12 Padukuhan di Sleman Dilarang Salat Id Berjamaah

Kalau sudah zona merah, salat Idulfitri baik di masjid maupun lapangan tidak dibolehkan.

Kemenag Jateng Sebut Sudah 300 Ulama Meninggal Akibat Covid-19

Data dari Kementerian Agama pusat ada 300 ulama yang meninggal akibat terpapar Covid-19 se-Indonesia.

Kemenhub Ungkap Potensi Warga Mudik Besok

Kemenhub memperkirakan aktivitas mudik bakal terjadi lagi, Selasa (11/5/2021) besok dan Rabu (12/5/2021) lusa.

Tambang Emas Longsor di Sumbar, 4 Meninggal

Asnedi mengatakan longsor di lokasi tambang itu bukan sekali ini terjadi. Sebelumnya, menurut Asnedi, lokasi tambang itu pernah longsor Januari lalu.

Ustaz Tengku Zulkarnain Meninggal, Dinkes Tracing Safari Dakwah

Dinkes Riau meminta puskesmas yang wilayahnya ketempatan safari dakwah Ustaz Tengku Zulkarnain segera melalukan tracing kontak fisik.

Mudik Dilarang, Pedagang di Madiun Ngeluh Pasar Sepi Jelang Lebaran

Jika dibandingkan dengan momen Lebaran tahun-tahun sebelumnya, tahun ini kondisi pasar menjadi paling sepi.

Usulan Liga 1 Tanpa Degradasi, Presiden Pasoepati: Ini Kompetisi atau Tarkam?

Presiden Pasoepati, Maryadi Gondrong, menyayangkan munculnya gagasan kompetisi tanpa degradasi di Liga 1 maupun Liga 2. Menurut Gondrong, liga tanpa degradasi sama saja mengebiri ruh kompetisi.