JAMU TRADISIONAL : Produsen Jamu Nguter Kesulitan Modal

JAMU TRADISIONAL : Produsen Jamu Nguter Kesulitan Modal

SOLOPOS.COM - Pencanangan Gerakan Bangga Minum Jamu, Jumat (9/1/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Sigid Kurniawan)

Jamu tradisional kian dipopulerkan. Produsen jamu di Nguter sulit mendapatkan modal untuk kulak bahan baku.

Solopos.com, SUKOHARJO - Produsen jamu Kecamatan Nguter, Sukoharjo, kesulitan mendapatkan modal untuk kulak bahan jamu. Hal ini dipengaruhi bahan baku produksi jamu yang dipasok dari wilayah Wonogiri dan Pacitan, Jatim hanya bersifat musiman.

Seorang pengrajin jamu di Kecamatan Nguter, Agus, mengatakan bahan baku jamu seperti jahe, kunyit dipasok dari luar wilayah Sukoharjo seperti Wonogiri dan Pacitan, Jatim. Bahan baku itu mudah didapat hanya saat musim panen.

Artinya, para pengrajin jamu harus merogoh kocek hingga puluhan juta rupiah untuk membeli bahan baku jamu.

“Biasanya saya membeli bahan baku untuk satu tahun saat musim panen. Sebagian bahan baku diramu menjadi jamu, sebagian lainnya disimpan di gudang,” katanya saat ditemui solopos.com, Jumat (29/5/2015).

Menurut dia, jamu yang diproduksi setiap pengrajin jamu berbeda-beda namun bahan baku dan khasiatnya sama. Produk jamunya pun ada yang dalam bentuk setengah jadi, ada pula yang sudah menjadi jamu.

Ditemui terpisah, Camat Nguter, Setyo Aji Nugroho, mengungkapkan para pengrajin jamu di Nguter telah berkomitmen meramu bahan baku menjadi produk jamu tanpa menggunakan bahan kimia obat (BKO).

Dia mencontohkan kasus yang melanda pengrajin jamu tradisional di Cilacap pada 2013. Kala itu, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang menggerebek pabrik jamu yang diduga menggunakan BKO.

“Kalau sudah ada kasus seperti itu akan memengaruhi order produk jamu. Nah, jangan sampai kasus serupa terjadi di Nguter. Karena itu perlu ada komitmen para pengrajin jamu,” papar dia.

Selama ini, Kecamatan Nguter dikenal sebagai sentra produksi jamu di Indonesia. Di wilayah itu terdapat puluhan pengrajin jamu tradisional baik berskala kecil, menengah hingga besar. Sentra produksi jamu dipusatkan di Kampung Jamu yang terletak tepat di seberang Pasar Jamu Nguter.

Berita Terkait

Berita Terkini

Pekalongan Diprediksi Tenggelam 15 Tahun Lagi, Ini Sebabnya

Kota Pekalongan di Jawa Tengah diprediksi tenggelam pada 2036 akibat penurunan muka tanah dan naiknya permukaan air laut.

Wisata WGM Wonogiri Tutup, Pengunjung Kecele

Banyak warga yang kecele saat berkunjung ke sejumlah tempat wisata di Wonogiri, termasuk WGM, pada hari kedua Lebaran, Jumat (14/5/2021).

Duh, Pengemis Bawa Kabur Balita Usia 2 Tahun di Sragen

Seorang pengemis perempuan kedapatan membawa kabur seorang balita yang berusia 2 tahun asal Kelurahan Sragen Kulon, Sragen, pada Jumat (14/5/2021). 

Begini Kisah Seleksi Jadi Imam di Uni Emirat Arab

Kemenag melakukan seleksi imam masjid asal Indonesia yang akan diberangkatkan untuk bertugas di wilayah Uni Emirat Arab (UEA).

Melintas di Solo Saat Lebaran, 481 Kendaraan Diperiksa

Sebanyak 481 kendaraan berpelat luar Kota Solo diperiksa saat hari H Lebaran pada Kamis (13/5/2021).

Ketua LHKP-PWM Jateng Sesalkan Pernyataan Ali Mochtar Ngabalin, Desak Minta Maaf

Pernyataan Ali Muktar Ngabalin, Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden terkait Busro Muqodas disesalkan Khafid Sirotudin, Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PW Muhammadiyah Jateng.

Bhabinkamtibmas Catat ada 1.241 Pemudik Tiba Sragen

Kebanyakan pemudik tiba di Sragen sebelum larangan mudik Lebaran diberlakukan.

Wuih! Ada Wahana Baru di Gunung Pegat Sukoharjo Loh

Gunung Pegat Sukoharjo kini dilengkapi sejumlah wahana baru.

Korban Tewas Karena Jebakan Tikus Di Sragen Tembus 17 Orang, Ini Daftarnya!

Korban meninggal dunia akibat tersengat jebakan tikus beraliran listrik terus berjatuhan di Kabupaten Sragen.

H+1 Lebaran, Pengunjung Wisata Air di Klaten Sepi

Disparbudpora Klaten memprediksi puncak kunjungan ke objek wisata air di Kabupaten Bersinar berlangsung, Sabtu (15/5/2021).

Inilah Tanda-Tanda Ban Sepeda Motor Harus Diganti

Rider sepeda motor wajib mengetahui kondisi ban saat berkendara karena ban menjadi salah satu komponen inti yang memberikan jaminan keselamatan.  

Gempa M 7,2 Guncang Nias

Gempa Bumi bermagnitudo (M) 7,2 mengguncang Nias Barat, Sumatra Utara, Jumat (14/5/2021)