Jambret Ponsel ABG di Kebonarum Klaten, 1 Residivis Ditangkap Polisi di Wonogiri
Ilustrasi maling. (Freepik)

Solopos.com, KLATEN – Residivis jambret ponsel milik anak-anak dan wanita di Klaten, Sutarno alias Bendol, 35, ditangkap anggota Polres Klaten, Jumat (20/11/2020). Bendol kembali berurusan dengan aparat polisi  setelah menjambret ponsel milik seorang anak baru gede (ABG) di Poskamling Jetis, Ngrundul, Kebonarum, Kamis (12/11/2020) pukul 10.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, Bendol beraksi mengincar calon korbannya dengan mengendarai sepeda motor Honda Vario di kawasan Ngrundul, Kebonarum.

Miris! Sehari Ada 18 Kasus Covid-19 di Grobogan

Tiba di Poskamling Ngrundul, Bendol langsung menjambret sebuah ponsel milik ABG di lokasi tersebut, yakni FZR, 15. Setelah dijambret, FZR tak langsung menceritakan hal itu ke orangtuanya.

Satu pekan kemudian, kejadian itu baru diceritakan kepada orang tuanya. Selanjutnya, orang tua FZR melaporkan aksi jambret itu ke Polsek Kebonarum, Klaten. Di lokasi tersebut, FZR memberikan keterangan ciri-ciri fisik pelaku penjambretan ke polisi.

Polsek Kebonarum segera berkoordinasi dengan Polres Klaten guna memburu Bendol si jambret. Dari keterangan korban penjambretan, polisi mengantongi identitas pelaku.

Gunung Merapi Siaga, Jumlah Pengungsi di Boyolali Capai 800 Orang

Ditangkap

Polisi langsung mencari Bendol hingga Wonogiri. Lokasi tersebut merupakan rumah dari istri Bendol. Di Wonogiri, Bendol bekerja sebagai penjual keripik singkong.

"Di hadapan anggota polisi, Bendol mengakui telah menjambret di Poskamling di Ngrundul itu. Selain di sana, ternyata dia telah empat kali beraksi di Klaten. Dia mencari sasaran anak-anak dan wanita," kata Kapolsek Kebonarum, AKP Suyadi, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Edy Suranta Sitepu, saat ditemui wartawan di Polres Klaten, Kamis (26/11/2020).

Pedagang Bermobil di Badan Jalan Madiun Bakal Ditertibkan

AKP Suyadi mengatakan tersangka Bendol dijerat Pasal 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pencurian dengan kekerasan. Barang bukti yang disita dari tangan tersangka, yakni satu unit sepeda motor dan sebuah ponsel.

"Ancaman hukumannya sembilan tahun penjara," katanya.

Kasubaghumas Polres Klaten, Iptu Nahrowi, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Edy Suranta Sitepu, mengatakan tersangka Bendol merupakan seorang residivis dalam kasus yang sama. Bendol pernah beraksi menjambret di tahun 2017.

"Tersangka ini pernah dihukum penjara selama 1 tahun 4 bulan di waktu sebelumnya," katanya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom