Tutup Iklan
Tebing Gunung Lawu. (Istimewa/Tim SAR Karanganyar)

Solopos.com, KARANGANYAR – Jalur pendakian ke Gunung Lawu telah kembali dibuka, Sabtu (2/11/2019). Kini, jalur pendakian baik melalui Candi Ceto maupun Cemara Kandang sudah bisa dilalui.

Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Solo melalui Wakil Administratur Perum Perhutani KPH Solo, Muhammad Farkhan Masykur, menyampaikan api yang membakar sejumlah petak hutan di Gunung Lawu baik di Kecamatan Jenawi maupun Tawangmangu sudah padam.

Usaha dari sejumlah pihak, seperti sukarelawan gabungan, warga sekitar, Perhutani, BKSDA Jateng, BPBD Karanganyar, TNI/Polri, dan lain-lain untuk memadamkan api telah membuahkan hasil. Hujan pun sudah mengguyur dua wilayah itu sejak beberapa hari lalu.

“Informasi yang saya terima, [jalur pendakian] sudah dibuka Sabtu pagi. Alhamdulillah [api sudah padam]. Jumat sudah hujan hampir tiga jam [di wilayah Gunung Lawu],” kata Farkhan saat dihubungi Solopos.com, Sabtu (2/11/2019).

Hal senada disampaikan Koordinator Lapangan Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar, Nardi. Dia menceritakan dua anggota sukarelawan ceto (Reco) sudah menyisir ke lokasi bekas kebakaran di jalur pendakian Candi Ceto.

Beberapa waktu lalu api menghanguskan tanaman yang didominasi semak dan belukar di jalur pendakian Gunung Lawu via Candi Ceto di pos dua. “Cek ke lokasi bekas kebakaran sudah dilakukan Jumat. Sudah aman untuk pendakian. Hujan sudah mengguyur sejak Jumat. Ini tadi [Sabtu siang] hujan deras di Ceto,” tutur dia.

Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar sempat menutup jalur pendakian ke Gunung Lawu melalui Candi Ceto, Cemara Kandang, dan Pringgodani, Senin (21/10/2019). Penyebabnya adalah kebakaran hutan di Dusun Plalar, Desa Tengklik, Kecamatan Tawangmangu dan Desa Anggrasmanis, Kecamatan Jenawi. Saat itu Disparpora mengeluarkan surat edaran perihal penutupan sementara jalur pendakian hingga batas waktu tidak ditentukan.

Salah satu Reco, Eko Supardi Nemora, menyampaikan sukarelawan mendapat pemberitahuan dari Disparpora Karanganyar tetang jalur pendakian dibuka, Jumat (1/11/2019) pukul 21.00 WIB. Tetapi kenyataannya jalur pendakian Gunung Lawu mulai dibuka Sabtu pukul 07.00 WIB. Eko menyampaikan ada 13 orang pendaki naik ke Gunung Lawu pada Sabtu pagi hingga siang.

“Pendaki naik pukul 08.00 WIB. Ada 13 orang. Sehari sebelum [Jumat] kami menyisir dari Basecamp Candi Cetho hingga Pos 4. Mulai pukul 06.00 WIB sampai 15.00 WIB. Jalur sudah aman. Jumat malam juga sudah hujan,” tutur Eko saat dihubungi secara terpisah, Sabtu.

Nardi juga memastikan jalur pendakian ke Gunung Lawu melalui Cemara Kandang dibuka. Hingga sore hari, ada tujuh pendaki yang melakukan perjalanan ke puncak Gunung Lawu. Nardi mengizinkan pendaki mengakses kembali Gunung Lawu, dengan syarat hati-hati.

“Hati-hati selama mendaki. Hujan sudah turun. Jadi hati-hati jalur licin, angin kencang, tebing longsor di jalur Candi Ceto. Kami juga minta kepada pendaki sembari mengecek si sepanjang jalur yang dilewati. Apabila melihat jalur rusak. Silakan melaporkan ke pos. Hati-hati, cuaca masih belum menentu. Jangan dipaksanakan naik sampai puncak apabila tidak memungkinkan,” ungkap dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten