Puluhan penumpang menunggu kereta api Logawa yang datang dari arah barat menuju ke Surabaya di Stasiun Madiun, Senin (24/12/2018). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)

Solopos.com, MADIUN -- Menjelang Lebaran 2019, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daops) VII Madiun mewaspadai 12 titik jalur kereta di wilayahnya yang rawan terdampak bencana alam.

Untuk diketahui, PT KAI telah menetapkan masa angkutan Lebaran 2019 selama 22 hari mulai 26 Mei 2019 (H-10) sampai 16 Juni 2019 (H+10).

"Sebanyak 12 titik yang rawan bencana tersebut di antaranya berpotensi ambles, longsor, dan banjir," ujar Vice President PT KAI Daops VII Madiun Wisnu Pramudyo di Madiun, Senin (27/5/2019).

Wasnu memerinci potensi ambles terdapat di tiga titik, yakni antara Stasiun Walikukun-Stasiun Kedunggalar, Barat-Madiun, dan Madiun-Babadan. Sedangkan potensi longsor ada di dua titik, yakni satu titik antara Saradan-Wilangan dan satu titik antara Stasiun Garum-Talun, terutama longsor dan banjir saat hujan berlangsung.

Sementara itu, untuk titik rawan banjir, ada sebanyak tujuh titik yang meliputi satu titik di batas antara Daops VI dengan Daop VII hingga Walikukun, dua titik antara Paron-Geneng, satu titik antara Geneng-Barat, satu titik antara Barat-Madiun, satu titik antara Saradan-Wilangan, dan satu titik antara Sukomoro dengan Baron.

Guna mengantispasi titik rawan tersebut, KAI Daops VII Madiun terus melakukan perawatan di sepanjang jalur kereta api di wilayahnya dan juga terus melakukan pemantauan lintasan kereta api selama 24 jam.

Dia menambahkan Daops VII Madiun juga telah menyiagakan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) berupa peralatan untuk situasi darurat di sembilan stasiun yaitu Stasiun Walikukun, Madiun, Caruban, Nganjuk, Kertosono, Jombang, Kediri, Tulungagung, dan Stasiun Blitar.

Meski terdapat beberapa titik yang rawan bencana longsor, ambles, dan banjir, namun pihaknya menjamin lintasan kereta api di sepanjang Daop 7 Madiun dalam keadaan baik, terlebih dalam menghadapi masa angkutan Lebaran 2019.

Untuk dukungan sarana, Daop 7 Madiun juga menyiapkan sembilan lokomotif yang digunakan untuk menarik tiga KA reguler produk Daop Madiun, yakni KA Brantas, Kahurpian, dan Singasari, serta satu KA tambahan, yakni KA Brantas Tambahan. Lokomotif cadangan juga telah disediakan di Madiun dan Kertosono.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten