Pengendara melintas di jalan raya Desa Tawengan, Kecamatan Sambi, Boyolali, Senin (20/5/2019). Jalur yang akan digunakan sebagai jalur alternatif mudik lebaran ini terlihat, retak, bergelombang, dan penuh debu.

Solopos.com, BOYOLALI—Tiga pekan jelang Lebaran, perbaikan jalan masih dilakukan di sejumlah ruas jalan yang bakal menjadi jalur alternatif mudik. Beberapa ruas jalan juga terpantau retak dan berlubang.

Jalur alternatif tersebut diprediksi bakal dimanfaatkan pemudik-pemudik lokal, di luar pemudik antarkota yang kemungkinan lebih banyak memanfaatkan jalur tol atau jalur utama Jl.Solo-Semarang.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, di Boyolali wilayah timur hingga ke arah utara melewati Bangak, Sambi, Simo, Andong, Klego, dan Karanggede, terdapat beberapa ruas jalan yang rusak dan berlubang cukup parah.

Di Sambi, perluasan jalan di jalur utama Desa Senting atau sebelah timur Pabrik Esemka terpantau masih dilakukan. Penggalian yang masih dilakukan membuat sebagian jalur ditutup.

Akibatnya, selain penumpukan kendaraan, antrean panjang juga kerap terjadi terutama jika dua kendaraan roda empat atau lebih berpapasan.

Kondisi jalan yang retak dan berlubang cukup parah juga terpantau di Desa Tawengan dan Desa Catur, Sambi, yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang.

Jalan selebar kira-kira empat meter itu retak di bagian aspal hampir di seluruh badan jalan. Akibatnya kontur jalan yang berkelok menjadi tidak rata dan dipenuhi debu.

Kondisi serupa juga terlihat di wilayah Gunung Tugel, Desa Nglembu, Kecamatan Sambi dan Desa Sumber, Kecamatan Simo yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Andong.

Di Desa Sumber dan Desa Nglembu, proses pengecoran jalan masih dilakukan sebagai persiapan jalur mudik lebaran. Sementara itu, selain Desa Sumber, lubang jalan juga terpantau ada di wilayah Gunung Madu, atau jalan alternatif Simo menuju Kecamatan Klego.

Meski demikian, Camat Simo, Sumarno, memastikan jalur tersebut bakal segera diperbaiki oleh Pemkab Boyolali. “Sudah kami laporkan dan akan ditindaklanjuti,” tutur Sumarno.

Jalan yang sebagian besar mulus hanya ditemui di sepanjang Karanggede ke arah timur melewati Kecamatan Klego, Andong, sampai ke Gemolong yang merupakan jalan milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Namun demikian, di jalur ini ada sejumlah lokasi yang diprediksi bakal rawan macet. Lokasi tersebut biasanya berada di persimpangan jalan maupun pasar.

“Untuk Andong kawasan rawan macet adalah di pasar dan perempatan Kacangan,” tutur Wakapolsek Andong, Ipda Sudarmo, mewakili Kapolsek AKP Warsito saat dijumpai di Mapolsek.

Alternatif Jalur

Sudarmo memprediksi tahun ini volume kendaraan akan berkurang di jalur utara lantaran beberapa kendaraan memilih melewati tol yang sudah difungsikan.

Jalur di luar tol akan lebih banyak dilewati kendaraan sedang seperti pikup dan truk ukuran sedang yang mengangkut barang ke pasar.

Untuk antisipasi kemacetan, Polsek Andong telah menyiapkan sejumlah alternatif jalur, di antaranya berbelok ke utara melewati jalan perkampungan.

“Kami juga bekerja sama dengan Mapolsek lain untuk pengamanan arus mudik, seperti Mapolsek Kemusu yang tidak menjadi jalur alternatif nanti bisa diperbantukan personel,” ungkap Sudarmo.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten