Matthijs De Ligt (Twitter)

Solopos.com, TURIN - Matthijs de Ligt sempat terkaget-kaget saat dia dicadangkan Juventus dalam laga perdana Seri-A kontra Parma 24 Agustus 2019 lalu. Saat itu Maurizio Sarri lebih memilih Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci sebagai tandem di jantung pertahanan ketimbang memasang pemain senilai 85,5 juta euro (Rp1,4 triliun itu).

“Biasanya, saya lebih suka bermain [jadi starter] dan saya tidak mendapatkan pesan apapun dari sesi latihan, jadi saya tidak menyangka ada di bangku cadangan,” ucap De Ligt dilansir Football Italia beberapa waktu lalu.

Namun kemarin fans Juve tampaknya yang giliran dibikin kaget dengan penampilan bek Timnas Belanda itu. Menjalani debutnya bersama Juve menyusul cedera Giorgio Chiellini, pemain 20 tahun itu tampil di luar ekspektasi sehingga membuat tim harus kebobolan tiga gol dari Napoli.

Pertandingan awalnya memang berjalan cukup baik untuk eks bek Ajax Amsterdam itu setelah Juve unggul 3-0 hingga menit ke-65. Namun setelah itu performa de Ligt di jantung pertahanan mulai terekspos setelah tim tamu gencar mengejar ketertinggalan.
De Ligt tampak kesulitan membaca pergerakan para pemain di lini depan Napoli.

Hal tersebut dimanfaatkan Partenopei untuk mencetak tiga gol balasan. Seluruh gol yang dibuat Dries Mertens dkk. tak lepas dari kesalahan De Ligt dalam menjaga pemain Napoli. Untungnya Juventus kemudian mampu memenangi 4-3 setelah Kalidou Koulibaly mencetak gol bunuh diri di menit akhir.

Secara statistik De Ligt juga tak tampil istimewa. Opta mencatat de Ligt minim aksi bertahan. Sepanjang laga, ia hanya dua kali memenangi duel, satu kali melakukan tekel serta membuat lima kali sapuan bola. Asisten Pelatih Juventus, Giovanni Martusciello, mengakui de Ligt tak tampil optimal di laga ini.

Namun, dia memakluminya karena bek kelahiran Leiderdrop ini masih beradaptasi dengan pola main Si Nyonya Tua. “De Ligt masih sedikit tertinggal dalam hal mempelajari pergerakan pemain dan menjadi bagian dari lini pertahanan kami,” kata Martusciello seperti dilansir Football Italia, Minggu.

Martusciello menilai iklim kompetisi Seri-A sangat berbeda dengan Eredivisi yang sempat digeluti sang bek selama tiga tahun bersama Ajax. Meski demikian, dia meyakini De Ligt akan beradaptasi dengan cepat karena memiliki kualitas dan kecerdasan.

“Kami sebenarnya berharap ada lebih banyak waktu untuk membuatnya mengerti betul pola permainan kami. Sayangnya Giorgio Chiellini mengalami cedera serius dan mengubah rencana itu,” ucap Martusciello.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten

%d blogger menyukai ini: