Jalan Setapak ke Situs Watu Genuk Kragilan Boyolali bakal Dicor

Hasil ekskavasi yang digelar Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah lalu membikin peluang pengembangan kawasan wisata di sana makin terbuka.

 Petugas Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah mendata batu candi saat ekskavasi di Situs Watu Genuk, Kragilan, Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah, Senin (8/11/2021). (Antara/Aloysius Jarot Nugroho)

SOLOPOS.COM - Petugas Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah mendata batu candi saat ekskavasi di Situs Watu Genuk, Kragilan, Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah, Senin (8/11/2021). (Antara/Aloysius Jarot Nugroho)

Solopos.com, BOYOLALI—Pemerintah Desa (Pemdes) Kragilan, Mojosongo, Boyolali, menyiapkan dana Rp25 juta untuk membangun jalan beton menuju Situs Watu Genuk. Hasil ekskavasi yang digelar Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah lalu membikin peluang pengembangan kawasan wisata di sana makin terbuka.

PromosiSpekulasi Penundaan Pemilu dan Perpanjangan Jabatan Presiden Tamat

Kepala Desa Kragilan, Dedy Saryawan, menurutkan keberadaan situs Watu Genuk sudah menjadi perhatian Pemdes Kragilan sejak lama. Bahkan, Pemdes berulang kami meminta kepada Bupati Boyolali dan BPCB Jateng agar kawasan itu segera digali untuk melihat bentuk utuh bangunan itu. Pemdes bisa memanfaatkan situs itu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat salah satunya sebagai tujuan wisata.

Bahkan, guna mendukung temuan riset penggalian BPCB awal November ini, Pemdes Kragilan menganggarkan Rp25 juta dari Dana Desa untuk membangun jalan beton. Jalan ini dibangun sepanjang 105 meter dengan lebar 2 meter.

Baca Juga: Makin Wah, Tirto Mili Klaten bakal Dilengkapi Embung dan Pulau Buatan

“Pada 2022 ini sudah kami anggarkan jalan masuk yang tadinya menjadi cor lebar dua meter dan panjang 105 meter. Total dananya Rp25 juta,” kata Dedy, saat ditemui wartawan di rumahnya, Senin (29/11/2021).

Menurut Dedy, bidang tanah di kawasan situs Watu Genuk merupakan tanah negara. Hal ini terlihat dari sejumlah dokumen yang dirunutnya beberapa waktu yang lalu. Ia juga masih menyimpan letter C tanah tersebut.

Tanah itu pada awalnya dikuasakan kepada nata magar atau semacam Linmas saat ini. Namun, kini tanah ini dikuasakan kepada warga RT di Watu Genuk. Seluruh hasil bumi yang dihasilkan di tanah itu menjadi kas bagi RT Watu Genuk.

Baca Juga: Optimalkan Pajak Galian C, Pemkab Klaten Gandeng Desa di Lereng Merapi

“Dulu ada yang mengklaim tanah itu milik perseorangan. Tapi hasil penelusuran, yang bersangkutan ini belum pernah menikmati hasil dari tanah itu. Sebab, awalnya tanah ini dikuasakan ke nata marga atau semacam Linmas. Sekarang, tanah dikuasakan kepada warga RT Watu Genuk,” sambung dia.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Jaga Kesehatan, Pegawai Kantor Imigrasi Surakarta Gelar Fun Bike

Fun bike selain untuk menjaga kesehatan pegawai Kantor Imigrasi Surakarta juga merupakan rangkaian peringatan Hari Bhakti Imigrasi ke-72.

IDI Sukoharjo Pantau Perkembangan Kasus Harian Covid-19

Pemerintah diharapkan terus menggenjot capaian vaksinasi dengan target sasaran beragam kelompok masyarakat di Sukoharjo.

Siswa Positif Covid-19, PTM di 2 SMPN di Klaten Disetop

Terdapat satu siswa positif Covid-19 masing-masing di SMPN 1 Karangnongko dan SMPN 1 Kemalang Klaten.

Sopir Kaget Disalip Ditanjakan, Pikap Angkut Ribuan Telur Masuk Jurang

Mobil pikap pengangkut ribuan telur ayam yang dikemudikan warga Sukoharjo masuk jurang di Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar.

Hari Bhakti Imigrasi, Menkumham Yasonna Apresiasi Inovasi Keimigrasian

Menkumham Yasona meminta agar jajaran Imigrasi di seluruh Indonesia terus meningkatkan Profesionalisme dan Integritas dalam menjalankan Tugas Negara.

8 Boks PJU di Sumberlawang Dibobol Maling, Dishub Rugi Jutaan Rupiah

Pencuri menggondol sejumlah perangkat dari delapan boks lampu penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang jalan Sumberlawang-Purwodadi.

Disambati Bupati Sragen soal Kemiskinan, Ini Jawaban Wagub Taj Yasin

Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen, menyebut Sragen tidak masuk daerah dengan kemiskinan ekstrem di Jateng. Namun masuk zona merah di Jateng.

Prihatin Kasus Narkoba Tinggi, Kejari Solo Terjun ke Sekolah-Sekolah

Prihatin dengan angka kasus penyalahgunaan narkoba yang tinggi, Kejari Solo turun ke sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman kepada pelajar untuk menjauhi narkoba.

14 Sertifikat Baru Lahan Terdampak JLT Sukoharjo Belum Terbit

Penerbitan sertifikat tanah yang baru setelah pelepasan hak karena terdampak JLT Sukoharjo mengacu pada ketentuan yang diatur di bidang agraria dan tata ruang.

Bupati Sragen Sambat ke Wagub Soal Angka Kemiskinan yang Tak Juga Turun

Bupati Sragen sambat ke Wagub Jateng. Ia mengaku sudah mengeluarkan anggaran banyak untuk mengentaskan kemiskinan namun angkanya tidak turun, justru naik.

Jual Minyak Goreng Rp14.000/Liter, Toko di Pasar Legi Solo Ini Diserbu

Toko Leo Jaya di lantai II Pasar Legi Solo diserbu pembeli yang antre untuk mendapatkan minyak goreng seharga Rp14.000/liter.

Jangan Macam-Macam, Kejari Karanganyar Kini Punya Satgas Mafia Tanah

Kejari Karanganyar telah membentuk Satgas Mafia Tanah sesuai instruki Kejaksaan Agung.

Dikeluhkan Warga, Tempat Karaoke di Wanglu Disegel Satpol PP Klaten

Penutupan itu dilakukan karena keberadaan karaoke dan kafe tersebut dinilai telah melanggar peraturan daerah (perda).

Penyebab Minyak Goreng Rp14.000 Sulit Diterapkan di Pasar di Boyolali

Diharapkan permasalahan harga minyak goreng di pasar tradisional dapat diselesaikan sehingga pedagang dapat menjual minyak dengan harga yang sama di toko retail.

Ribuan Tenaga Honorer di Karangamyar Terancam Nganggur

Para tenaga honorer di Karanganyar resah dengan kebijakan pemerintah pusat yang akan menghapuskan status mereka mulai tahun depan.

Bhayangkari Polres Wonogiri Diminta Berani Laporkan Kasus KDRT

Bantuan hukum terhadap kasus KDRT seperti mencegah, menindak pelaku, dan melindungi korban dijamin oleh negara.