Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Wabup Dedy Endriyatno, dan Dirut PT BKK Jateng Koesnanto berdiri dipanggung saat melepas seribuan peserta jalan sehat di halaman depan Techno Park Ganesha Sukowati Sragen, Minggu (6/10/2019). (Tri Rahayu/Solopos)

Solopos.com, SRAGEN — Seribuan warga mengikuti jalan sehat yang digelar PT BKK Jateng di Techno Park Ganesha Sukowati Sragen, Minggu (6/10/2019). Jalan sehat tersebut dilaksanakan sebagai wujud apresiasi atas kepercayaan masyarakat kepada PT BKK Jateng.

Selain jalan sehat, PT BKK Jateng yang berkantor pusat di Semarang juga menggelar undian berhadiah satu unit mobil dan 32 motor di Gedung Sasana Manggala Sukowati (SMS) Sragen, Senin (7/10/2019).

Jalan sehat diberangkatkan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati didampingi Wakil Bupati (Wabup) Dedy Endriyatno dan Sekretaris Daerah (Setda) Sragen Tatag Prabawanto. Sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan direksi PT BKK Jateng juga hadir dalam kesempatan itu.

“Yang sehat tunjuk tangan! Sehat semua ya. Ada yang tidak sehat? Jangan sampai ya karena meskipun ruangan bagus tetapi di rumah sakit tetap tidak enak. Mulai sekarang harus membiasakan hidup sehat dengan cara Germas atau gerakan masyarakat hidup sehat. Caranya dengan latihan fisik 30 menit setiap hari. Untuk bapak-bapak tidak boleh merokok. Supaya Sragen sehat, setuju!” seru Yuni, sapaan Bupati Sragen, sebelum memberangkatkan peserta jalan sehat Minggu pagi.

Yuni menyampaikan jalan sehat dan dilanjutkan undian berhasiah Senin ini menjadi rangkaian kegiatan PT BKK Jateng. Dia berpesan semua peserta harus ikut jalan sehat agar dapat doorprize motor dan sepeda. Yuni mengajak kepada warga peserta jalan sehat untuk mendoakan PT BKK Jateng supaya bisa membantu mengentaskan kemiskinan di Sragen.

Sementara Direktur Utama PT BKK Jateng, Koesnanto, saat ditemui wartawan berharap dengan adanya apresiasi dalam bentuk jalan sehat dan undian berhadiah tersebut PT BKK Jateng semakin dicintai masyarakat dan pemegang saham. Dia mengatakan PT BKK Jateng memiliki harapan terbesar, yakni bisa memberikan aktivitas luar biasa kepada masyarakat sebagai tugas pengemban tugas pemerintah, menyejahterakan masyarakat, dan memberdayakan ekonomi rkyat. Tiga hal tersebut, ujar dia, yang harus dikedepankan.

“Jalan sehat ini pesertanya umum, siapa pun boleh ikut, dan gratis. Kalau undian berhadiah yang ikut hanya perwakilan nasabah, baik nasabah tabungan maupun nasabah kredit. Untuk nasabah tabungan di Soloraya jumlahnya sebanyak 146.000 orang tetapi kalau di Jateng mencapai 646.000 nasabah. Sedangkan untuk nasabah kredit di Soloraya sebanyak 150.000 orang dan nasabah kredit se-Jateng sebanyak 746.000 orang,” ujar Koesnanto.

Koesnanto menyebut total aset yang dimiliki PT BKK Jateng mencapai Rp2,3 triliun. Pertumbuhan dalam dua bulan terakhir se-Jateng bisa mencapai Rp200 juta. Jaringan pelayanan PT BKK Jateng, ujar dia, terdiri atas satu kantor pusat di Semarang, satu kantor cabang utama, 27 kantor cabang di 27 kabupaten/kota, dan 103 kantor kas berbasis kecamatan yang menyebar di 27 kabupaten/kota.

Produk yang dimiliki PT BKK Jateng cukup banyak. Kosenanto menjelaskan salah satu produknya bernama BKK seni dan industri kreatif atau Sinden yang ditujukan untuk pelaku industri kreatif. Selain itu ada BKK Korporasi yang diberikan kepada pengusaha dan pengusaha jasa konstruksi dengan plafon Rp30 miliar-Rp40 miliar per pengusaha. “Kemudian BKK Bumdes, yakni produk yang diberikan bagi pemerintah desa untuk menambah permodalan atau investasi. Lalu BKK Joglo yang diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan kredit perumahan rakyat (KPR) dan developer,” ujarnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten