JALAN RUSAK SRAGEN : Luar Biasa! Masaran-Gemolong 15 Km, 1 Jam

JALAN RUSAK SRAGEN : Luar Biasa! Masaran-Gemolong 15 Km, 1 Jam

SOLOPOS.COM - Timbunan tanah terlihat di permukaan jalan Plupuh-Gemolong, Sragen, Selasa (26/5/2015). (Khodiq Duhri/JIBI/Solopos)

Jalan rusak Sragen di kawasan Masaran hingga Gemolong makin memprihatinkan.

Solopos.com, SRAGEN — Jalan penghubung Masaran-Plupuh-Gemolong mengalami kerusakan cukup parah. Akibatnya, jalan sepanjang sekitar 15 km tersebut bisa ditempuh dengan kendaraan roda empat dalam waktu sekitar 1 jam.

Pantauan Solopos.com mulai dari Masaran ke Gemolong, kerusakan jalan sudah terlihat mulai Pasar Masaran hingga Plupuh. Di jalan itu, kerusakan jalan dipicu banyaknya kendaraan berat pengangkut tanah yang melintas. Kerusakan jalan terparah berada tak jauh dari Gardu Induk PLN di Masaran.

Aspal jalan di lokasi sudah mengelupas dan yang tersisa hanya kerikil dan debu. Pembangunan beton jalan sebenarnya sedang berlangsung. Namun, beton jalan itu baru dibangun separuh jalan di kawasan Pringanom. Sementara itu, kerusakan jalan Plupuh-Gemolong dipicu kondisi tanah yang labil.

Di jalur ini banyak ditemukan permukaan jalan yang bergelombang dengan kondisi aspal mengelupas dan retak-retak. Lubang jalan juga ditemukan di sana-sini. Sebagian lubang jalan itu hanya ditutup timbunan tanah.

Sapto, 40, warga Dusun Pakis, Desa Masaran, Kecamatan Masaran, mengatakan belum lama ini dirinya menempuh perjalanan dari Masaran-Salatiga dengan melewati Plupuh dan Gemolong. Dia mengaku heran dengan waktu tempuh antara Masaran-Plupuh-Gemolong sejauh 15 km itu bisa mencapai 1 jam.

“Saat itu saya memakai kendaran roda empat. Kalau kondisi jalan memadai, jarak 15 km bisa ditempuh dalam waktu 20 menit. Tapi, jalan Masaran-Plupuh-Gemolong memakan waktu 1 jam dengan kecepatan rata-rata yang tidak lebih dari 40 km. Banyak lubang dan jalan yang bergelombang sehingga saya tidak bisa melanjukan mobil dengan kecepatan lebih tinggi,” terang Sapto saat ditemui di halaman rumahnya.

5 Tahun Terakhir

Kerusakan jalan Masaran-Plupuh-Gemolong, kata Sapto, sudah terjadi sejak lima tahun terakhir. Menurutnya, kali terakhir jalan itu diperbaiki secara menyeluruh pada saat Sragen masih dipimpin Bupati Untung Wiyono. “Sejak dipimpin Pak Agus [Bupati Sragen], perbaikan jalan hanya sekadar tambal sulam,” tandas Sapto.

Sutanto, 30, warga lain mengatakan kerusakan jalan Masaran-Plupuh dipicu banyaknya kendaraan bertonase tinggi yang melintasinya. Semula, jalur itu digunakan oleh truk pengangkut tanah uruk proyek pembangunan jalan tol Solo-Kertosono. Namun, aktivitas pembangunan jalan tol itu sudah berhenti sekitar delapan bulan lalu.

Hingga kini, jalan itu masih kerap dilintasi kendaraan berat pengangkut tanah uruk dari kawasan Plupuh, namun bukan untuk keperluan pembangunan jalan tol. “Sebetulnya kelas jalan ini hanya III C, tapi ada puluhan truk bertonase tinggi yang melintasi jalur ini tiap harinya. Jadi, sudah wajar bila kondisinya rusak parah,” tandas Sutanto.

Berita Terkait

Berita Terkini

Berkerumun dan Tak Bermasker di Umbul Ponggok, Emak-Emak Disambangi Polisi

Sejumlah warga yang berkerumun dan tak bermasker di objek wisata Umbul Ponggok, Klaten, mendapat peringatan dari Kepala Satuan Samapta Bhayangkara (Kasatsabhara) Polres Klaten, AKP Sri Anggono.

Lebaran 2021, Jumlah Kunjungan Wisata ke Tawangmangu Meroket

Jumlah kunjungan wisatawan di sejumlah objek wisata di wilayah Tawangmangu, Karanganyar meroket di libur Lebaran 2021 Jumat (14/5/2021).

Lewat Pos Penyekatan Karanganyar, 15 Wisatawan Luar Jateng Diminta Putar Balik

Sebanyak 15 pemudik dari luar Jateng yang melintas di pos penyekatan di Karanganyar diminta putar balik.

Libur Lebaran, Wisata Grojogan Sewu Karanganyar Diserbu Pengunjung

Jumlah kunjungan wisatawan di sejumlah objek wisata di wilayah Tawangmangu, Karanganyar, termasuk Grojogan Sewu, meroket di momen libur Lebaran, Jumat (14/5/2021).

MotoGP Batalkan Seri Finlandia Gegara Covid-19

FIM, IRTA, dan Dorna Sports membatalkan Grand Prix MotoGP Finlandia tahun ini akibat masih berlangsungnya pandemi Covid-19

Singapura Lockdown, Restoran Hanya Terima Take Away

Pemerintah Singapura mengumumkan lockdown pada pertemuan sosial dan kegiatan publik pada Jumat (14/5/2021).

Pekalongan Diprediksi Tenggelam 15 Tahun Lagi, Ini Sebabnya

Kota Pekalongan di Jawa Tengah diprediksi tenggelam pada 2036 akibat penurunan muka tanah dan naiknya permukaan air laut.

Wisata WGM Wonogiri Tutup, Pengunjung Kecele

Banyak warga yang kecele saat berkunjung ke sejumlah tempat wisata di Wonogiri, termasuk WGM, pada hari kedua Lebaran, Jumat (14/5/2021).

Duh, Pengemis Bawa Kabur Balita Usia 2 Tahun di Sragen

Seorang pengemis perempuan kedapatan membawa kabur seorang balita yang berusia 2 tahun asal Kelurahan Sragen Kulon, Sragen, pada Jumat (14/5/2021). 

Begini Kisah Seleksi Jadi Imam di Uni Emirat Arab

Kemenag melakukan seleksi imam masjid asal Indonesia yang akan diberangkatkan untuk bertugas di wilayah Uni Emirat Arab (UEA).

Melintas di Solo Saat Lebaran, 481 Kendaraan Diperiksa

Sebanyak 481 kendaraan berpelat luar Kota Solo diperiksa saat hari H Lebaran pada Kamis (13/5/2021).