Jalan Relokasi Belum Jadi, Warga Seberangi Waduk Pidekso Wonogiri

Mobilisasi warga dusun tak selancar sebelumnya lantaran jalan penghubung antardusun sudah tergenang air tampungan Waduk Pidekso.

Jumat, 18 Februari 2022 - 22:58 WIB Penulis: Rudi Hartono Editor: Haryono Wahyudiyanto | Solopos.com

SOLOPOS.COM - Pekerja proyek pembangunan Waduk Pidekso di Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri, tengah mengecek perahu karet. Foto diambil Jumat (21/1/2022) lalu. (Solopos.com/Rudi Hartono)

Solopos.com, WONOGIRI—Sebagian warga Dusun Begendo, Desa Sendangari, Kecamatan Batuwarno, Kabupaten Wonogiri, memilih menyeberangi Waduk Pidekso menggunakan perahu jika mau keluar dusun.

Jalur itu lebih dekat dibanding jalur darat yang melewati Kecamatan Karangtengah. Mobilisasi warga dusun tak selancar sebelumnya lantaran jalan penghubung antardusun sudah tergenang air tampungan Waduk Pidekso. Pada sisi lain, jalan relokasi yang dibangun PT PP, kontraktor proyek pembangunan Waduk Pidekso, belum rampung.

Camat Batuwarno, Khrisma Eko Setiono, kepada Solopos.com, Jumat (18/2/2022), menyampaikan jalur air tersebut merupakan jalur darurat. Sebagian warga Dusun Begendo memilih menyeberangi waduk karena jalan relokasi atau dikenal dengan sebutan jalan lingkar belum selesai.

Baca Juga: Ada Bocah Meninggal, Aturan Waduk Pidekso Wonogiri Diperketat

Jalur air tersebut menghubungkan antara Dusun Begendo dengan Dusun Sendang sejauh  lebih kurang 2 km. Dusun Sendang merupakan pintu keluar ke wilayah lain di Desa Sendangsari dari Dusun Begendo dan pintu masuk dari wilayah lain menuju Dusun Begendo.

Sebagian besar warga Dusun Begendo bersekolah atau bekerja di luar Desa Sendangsari, sehingga harus melalui Dusun Sendang.

“Jalur air diakses menggunakan perahu berkapasitas maksimal tujuh orang, termasuk satu operator. Perahunya disediakan PT PP. Ada warga yang menjadi operator. Perahu bisa dipakai untuk pulang pergi. Warga yang melintas harus memakai pelampung. Layanan penyeberangan ini gratis,” kata Khrisma saat dihubungi.

Baca Juga: Warga Dilarang Beraktivitas di Waduk Pidekso, Mancing Pun Tak Boleh

Sesuai kesepakatan antara PT PP dan warga, perahu yang boleh digunakan untuk menyeberang hanya perahu milik PT PP. Hal itu untuk memudahkan kontrol dan mencegah terjadinya hal-hal tak diinginkan.

Dia melanjutkan, terdapat jalur darat dari Dusun Begendo menuju wilayah lain sepanjang 2 km-3 km. Jalan tersebut melewati Desa Ngambarsari, Kecamatan Karangtengah. Jika menggunakan sepeda motor jalan dapat ditempuh selama lebih kurang satu jam dengan medan yang berliku.

Sebagian warga memilih mengakses jalan tersebut. Sebagian warga lainnya mengakses jalan relokasi penghubung Dusun Begendo-Dusun Sendang yang belum rampung dibangun. Konstruksi jalan tersebut masih berupa tanah uruk. Jalur yang sudah teruruk lebih kurang 50 persen dari total panjang 2 km-3 km.

Baca Juga: Keren, Waduk Pidekso Wonogiri akan Dilengkapi Perahu hingga Jetski

“Pelaksana proyek masih terus mengerjakan [membangun jalan relokasi]. Pengurukannya sedikit demi sedikit, karena tinggi urukannya saja lebih dari 4 meter,” ulas Khrisma.

“Sebelumnya, pekerjaan sempat terkendala karena hujan. Kalau nanti jalan relokasi selesai dibangun saya yakin warga akan memilih lewat jalan tersebut dari pada menyeberangi waduk. Karena, kalau lewat jalan relokasi itu perjalanan bisa ditempuh dalam waktu lebih kurang 15 menit saja dari Begendo ke Sendang dan sebaliknya menggunakan sepeda motor,” ujarnya.

 

Sementara

Project Manager Pembangunan Waduk Pidekso PT PP, Nur Eko, mengonfirmasi pihaknya menyediakan perahu sebagai sarana untuk menyeberang waduk bagi warga Desa Sendangsari. PT PP menyediakan satu unit perahu berkapasitas maksimal delapan orang.

Baca Juga: Waduk Pidekso Wonogiri Bakal Jadi Wisata Unggulan Seperti WGM

Pengoperasiannya memenuhi prosedur keamanan. Setiap warga yang menyeberang menggunakan perahu harus memakai pelampung. Fasilitas itu hanya sementara selama proyek pembangunan jalan relokasi di Desa Sendangsari masih dikerjakan.

“Aktivitas di waduk memang belum diperbolehkan. Itu untuk keselamatan warga. Tapi khusus aktivitas pengoperasian perahu [di Desa Sendangsari] diizinkan,” kata lelaki yang akrab disapa Eko itu.

Dia menginformasikan, progres pembangunan jalan relokasi di sisi kiri dan kanan Waduk Pidekso yang dimulai Mei 2021 lalu itu sudah lebih dari 75 persen. Proyek ditarget rampung akhir Februari atau awal Maret.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif
HEADLINE soloraya 4 Kali Dibobol Maling, Kapolres Klaten Datangi Angkringan Mas Bro 7 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Ada 2 Usulan, Keputusan UMK Karanganyar 2023 Kini di Tangan Bupati 12 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Selamat! Solopeduli Terima Dua Penghargaan dalam IFA 2022 56 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Ingin Layanan Online di Dispendukcapil Sragen, Bisa Booking Nomor Antrean 56 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Lurah Muda di Sragen Buka Pelayanan PBB di Pos Kamling dan Bentuk Duta Pajak 1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Polisi Selidiki Dugaan Penampakan Macan di Perbatasan Sragen-Grobogan 1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Menjelang Akhir Tahun, Harga Sejumlah Bahan Pokok di Wonogiri Mulai Naik 1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Banyak Manfaat, Begini Cara Memperoleh KIA di Sragen 1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Polres Sukoharjo Sosialisasikan Tata Cara Perizinan Kegiatan Masyarakat 1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Dua Jalan Desa di Kecamatan Selo Boyolali Tertutup Longsor, Akses Putus 2 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Stok Darah PMI Sragen Hari Ini 1 Desember 2022 2 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Stok Darah PMI Karanganyar Hari Ini 1 Desember 2022 2 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Kirab Loji Gandrung-Mangkunegaran, Kereta Kaesang-Erina Ditarik 6 Ekor Kuda 2 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Jalin Soliditas, PLN UP3 Klaten Gelar Multistakeholder Forum 4 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Pengumuman! CFD Boyolali Desember 2022 Cuma Dua Kali, Ini Alasannya 4 jam yang lalu