Peta jalur mudik di Jawa Tengah. (Antara-Istimewa)

Solopos.com, SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah masih terus melakukan perbaikan terhadap jalan yang menjadi jalur mudik balik Lebaran 2019. Ditargetkan pada H-10 Lebaran jalur jalan provinsi itu siap melayani arus mudik.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Cipta Karya (DPUBMCK) Provinsi Jawa Tengah A.R. Hanung Triyono menjelaskan saat ini hampir semua ruas jalan provinsi dalam proses pemeliharaan, sekaligus mempersiapkan jalur yang aman dan nyaman bagi pemudik. Sampai Lebaran, lanjut Hanung, masih ada sejumlah pekerjaan jalan yang kontraknya belum selesai, namun menjelang Lebaran atau H-10 semua aktivitas kegiatan dihentikan.

Ia menegaskan bahwa jalan yang sedang dalam proses pengerjaan benar-benar disiapkan agar bisa digunakan pemudik, misalnya jika pengaspalan harus tiga lapis, akan diselesaikan satu lapis dulu agar tetap nyaman dan diberi marka sementara. "Semua ruas jalan provinsi kami pelihara. Pada H-10 atau akhir Mei 2019, semua jalur sudah siap," tegasnya.

Tidak hanya jalan provinsi, tambah Hanung, jalan nasional juga terus dibenahi seperti ruas jalan di jalur pantura yang dibeton sudah selesai dikerjakan, peninggian pada jalur Demak-Kudus, serta pengerjaan pembongkaran beton karena pecah di daerah Kabupaten Rembang. "Kemungkinan masih ada jalan yang belum sempat dibongkar. Tapi, menjelang Lebaran ini akan kami lakukan penambalan dulu. Selain itu, jalan nasional di exit tol juga disiapkan," jelas Hanung.

Ditambahkannya, untuk menjaga kenyamanan akan ada tim yang bertugas selama 24 jam yang bersiaga jika sewaktu-waktu menjumpai jalan rusak segera memperbaiki dan siaga posko alat berat untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya jalan longsor. “Ini sudah ditekankan Dirjen Bina Marga. Di jalan provinsi ada sembilan Balai Pengelolaan Jalan Wilayah [BPJW] Jateng yang siaga. Kita sudah siapkan juga tim hit and run. Dari kementerian, semua Satker dan PPK juga siap. Nanti posko-posko alat berat kami siapkan," katanya.

Terkait antisipasi agar tidak terjadi penumpukan arus mudik di jalan tol, Hanung meminta pemudik untuk memanfaatkan jalan-jalan alternatif seperti jalur penghubung tengah dari Pemalang-Bantarbolang-Randudongkal-Belik-Bobotsari-Purbalingga-Sokaraja/ Klampok. Kemudian jalur alternatif dari Weleri-Sukorejo-Parakan yang sudah dilakukan pengerasan jalan dan kondisinya bagus. "Namun, butuh kehati-hatian karena jalurnya berbelok-belok dan naik-turun. Hindari melalui jalan itu pada malam hari karena penerangannya masih terbatas," terangnya.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah Satriyo Hidayat juga berharap pemudik memanfaatkan jalur bukan tol, terlebih saat jalan tol sudah terlihat padat misalnya, tol Pantura menuju jalur selatan yang biasanya terpusat pada jalur Pejagan-Prupuk-Ajibarang disarankan dipecah dari tol dikombinasikan dengan jalur penghubung tengah, sehingga pemudik yang hendak ke Banjarnegara dan sekitarnya, bisa exit di tol Pemalang, kemudian menempuh perjalanan melalui jalur penghubung tengah.

“Meski jalannya berkelok-kelok, pemudik bisa menikmati pemandangan indah di sepanjang jalan. Mereka juga bisa mampir ke sejumlah wisata yang dilalui seperti Goa Lawa Purbalingga (Golaga) atau menikmati aneka kuliner lokal misalnya, di Pemalang ada Lontong Dekem, Soto Grombyang, atau di jalur alternatif ada sentra nanas madu. Silakan menempuh perjalanan sambil menikmati Jawa Tengah," ujarnya.

Untuk kesiapan arus Lebaran, pihaknya telah mempersiapkan sejumlah perlengkapan jalan antara lain 600 unit rambu lalu lintas, 18 buah cermin tikungan, 70 buah rambu pendahulu petunjuk jurusan (RPPJ), 922 meter guardrail/ pagar pengaman jalan, 13 unit warning lamp/ lampu peringatan, empat unit alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL), 43.520 meter marka.

Selain itu ada 10 buah RPPJ portable, 82 buah water barrier, 75 buah gazon, 380 buah traffic cone, serta 483 buah lampu penerangan jalan umum (LPJU). “Prinsipnya, persiapan sudah kami lakukan. Jika ingin lebih nyaman lagi, silakan pilih waktu mudik yang lebih awal, sehingga terhindar dari penumpukan arus lalu lintas," demikian Satriyo.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten