Pekerja di Kantor UPT Pemeliharaan Jalan Jembatan dan Irigasi menambal jalan di wilayah Karanganyar, Kamis (16/5/2019)./Sri Sumi Handayani

Solopos.com, KARANGANYAR -- Pemkab Karanganyar mengoptimalkan pemeliharaan jalan strategis dan jalur pariwisata hingga H-14 Lebaran 2019.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Karanganyar mengajak sejumlah wartawan di Kabupaten Karanganyar mengecek kesiapan infrastruktur jalan menyambut pemudik, Kamis (16/5/2019). Rombongan wartawan diajak mengecek pekerjaan UPT Pemeliharaan Jalan Jembatan dan Irigasi di Kecamatan Tawangmangu, Ngargoyoso, dan Mojogedang. UPT Pemeliharaan Jalan Jembatan dan Irigasi merupakan kepanjangan tangan DPUPR Karanganyar di 17 kecamatan di Karanganyar.

Rombongan mengecek ruas jalan Sepanjang (Tawangmangu)-Beruk (Jatiyoso), Berjo-Telaga Madirda, Ngargoyoso-Kuto (Kerjo), dan Mojogedang-Pendem. Ruas jalan Sepanjang-Beruk menghubungkan Tawangmangu ke 4J atau Jatiyoso, Jatipuro, Jumapolo, dan Jumantono. Ruas Mojogedang-Pendem adalah jalur alternatif menuju Karanganyar. Dua ruas sisanya jalur pariwisata.

"Pemeliharaan rutin. Sekarang jalan sudah ready. Kami diberi waktu H-14 selesai. Konsentrasi pemeliharaan bukan peningkatan jalan karena persiapan arus mudik dan balik. Menambal yang bolong. Beberapa hari kami cek memastikan dan betul-betul dikerjakan," kata Kepala DPUPR Karanganyar, Edy Sriyatno, saat berbincang dengan Solopos.com di sela-sela mengecek pemeliharaan jalan.

Sesekali Edy dan Sekretaris DPUPR Karanganyar, Titik Umami, berkoordinasi dengan Kepala UPT Pemeliharaan Jalan Jembatan dan Irigasi di sejumlah kecamatan. Mereka meminta anak buahnya mengecek pekerjaan menambal jalan. Mereka akan menelepon orang yang bertanggung jawab di wilayah itu saat melihat jalan yang dilewati masih berlubang. "Pak dalan mu sing Ngadiluwih kuwi ndang diselakna. Ana bolongan kuwi ndang selakna. Tambalen ya. Rampungna sik kuwi. Dicek meneh gaweyane," tutur dia saat berbincang dengan seseorang di saluran telepon.

Rombongan berhenti di empat lokasi. Mereka mengecek pekerjaan dan berbincang dengan Kepala UPT. Bahan yang digunakan menutup lubang menyesuaikan kedalaman dan ukuran lubang. Tim pemeliharaan jalan akan menggunakan batu, kerakal, kerikil, dan aspal. Mereka membawa alat baby roller dan stamper kodok sesuai kebutuhan.

"Ini cukup efektif dan cepat karena ada 17 UPT di Kabupaten Karanganyar. Mereka mendapat anggaran Rp300 juta per tahun untuk mengerjakan pemeliharaan jalan, jembatan, dan irigasi. Mereka juga memangkas rumput di bahu jalan dan turus jalan," tutur dia.

Edy menyampaikan tugas saat ini mengecek kembali kondisi jalan dengan melakukan pemeliharaan jalan. https://soloraya.solopos.com/read/20190520/494/993348/hati-hati-jalur-mudik-karangpandan-tawangmangu-gelap-dan-rawan-longsor" title="Hati-Hati, Jalur Mudik Karangpandan-Tawangmangu Gelap dan Rawan Longsor">Jalur-jalur tertentu dicek kembali, misalnya 4J, Sepanjang-Beruk, Matesih-Tawangmangu, Kalisoro-Kemantren, lingkar proyek pariwisata Tawangmangu tembus Kalisoro. Selain itu, Edy mengklaim pemeliharaan jalan di Gondangrejo juga sudah dilakukan.

"Mau mudik Lebaran dan wisata pasti membeludak selama liburan. Kami perbaiki, bebenah. Jalan halus tidak terhambat. Orang yang datang ke Karanganyar supaya berkesan karena transportasi lancar. Ibarat kami menyambut tamu harus bebenah," ujar dia.

Di sisi lain, Edy meminta pemakluman untuk sejumlah ruas. Dia mencontohkan ruas Ngargoyoso-Kuto (Kerjo) dan Mojosongo-Wonosari (Gondangrejo). Kondisi jalan di sejumlah lokasi ambles berukuran nyaris setengah ban minibus. "Kami minta maklum, ruas jalan Ngargoyoso-Kuto itu kan dalane mletrek, berlubang. Ini kami tambal saja karena nanti akan masuk proyek peningkatan jalan. Akan dicor pada spot tertentu yang rusak. Gondongrejo juga. Ditambahi rambu-rambu," ungkap dia.

Sementara itu, Kepala UPT Pemeliharaan Jalan Jembatan dan Irigasi Kecamatan Ngargoyoso, Agus Sunaryo, mengatakan kegiatan menambal jalan berlubang mengulang kegiatan pada Februari. Agus menjelaskan kondisi jalan di wilayahnya tidak sama. Beberapa lokasi ada tanah bergerak. Saat menambal tanah yang rentan atau gampang bergerak saat dilewati kendaraan menggunakan baby roller sedangkan pada jalan stabil menggunakan stoom walls.

"Februari sudah ditambal tetapi ini pemeliharaan lagi. Bagian dari upaya menyambut pemudik. Daya tahan tambalan tidak bisa dipastikan. Di ruas Sudimoro-Ngargoyoso sepanjang sepuluh kilometer tanah labil dan gampang retak. Kendaraan yang melintas truk pengangkut air. Itu semakin memperparah kondisi jalan," tutur dia.

Avatar
Editor:
Riyanta

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten