Jalan Balong-Lempong Ambles Tak Mungkin Diperbaiki, Ini Solusi Pemkab Karanganyar
Petugas Dinas PUPR Karanganyar bersama Pemerintah Kecamatan Jenawi mengecek jalan penghubung Balong-Lempong, Jenawi, yang ambles akibat tanah longsor, Rabu (19/2/2020). (Istimewa/Agus Dwitanto)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Jalan penghubung Desa Balong dan Desa Lempong, Jenawi, Karanganyar, yang ambles akibat tanah di bawahnya longsor tak memungkinkan diperbaiki.

Pemkab Karanganyar akan membuatkan jalan baru dengan menggeser jalur yang longsor itu dan menimbun jalur lama dengan tanah.

Camat Jenawi, Agus Dwitanto, mengatakan petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karanganyar sudah mengecek lokasi jalan yang ambles tersebut.

Seno Samodro Yakin PDIP Lawan Kotak Kosong di Pilkada Boyolali, Lucu Jika Kalah

Berdasarkan pemeriksaan, Dinas PUPR Karanganyar berencana memperbaiki jalan tersebut dengan menggeser ruas jalan ke lahan yang lebih tinggi.

“Nanti jalur tersebut akan digeser. Tingginya 12 meter dan panjang jalur yang diperbaiki sekitar 50 meter hingga 60 meter. Jadi tidak terlalu panjang,” ucap dia ketika dihubungi Solopos.com, Kamis (20/2/2020).

Rencana tersebut diambil lantaran kondisi geografis jalan yang ambles terlalu berbahaya untuk diperbaiki.

5 Pejabat Pemkab Sukoharjo Diperiksa Bawaslu, Ada Apa?

“Risikonya terlalu besar jika diperbaiki lagi jalur itu. Solusinya hanya dipindah. Tidak jauh, hanya bergeser ke atas sedikit,” imbuh dia.

Jalan yang ambles saat ini sudah tidak diperbolehkan untuk diakses dan dipasangi portal dari bambu. Warga diarahkan menggunakan jalur utama di jalan Sragen-Balong untuk menuju Desa Lempong maupun sebaliknya.

“Sementara sudah ditutup, kami tidak mau ambil risiko. Kami juga sedang berkoordinasi dengan pihak terkait karena jalur itu dipindah ke kebun karet,” beber dia.

Bikin Miris, Sudah 5 Bayi Dibuang di Soloraya Sepanjang 2020

Sebelumnya, Sekretaris Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Hendro Prayitno, mengatakan jalan penghubung Desa Balong ke Desa Lempong, Jenawi, Karanganyar longsor sedalam 20 meter.

Jalur itu termasuk vital karena bisa memangkas jarak dua desa itu sekitar 5 km.

“Warga kalau tidak menggunakan jalan itu harus memutar sejauh 5 kilometer. Sekarang sudah diberikan tanda larangan agar tidak ada warga melintas,” ucap dia, Rabu (19/2/2020).


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho