Tutup Iklan

Jalan akan Dilebarkan, Penghuni Bangunan Jl. Kalitan Solo Resah

Jalan akan Dilebarkan, Penghuni Bangunan Jl. Kalitan Solo Resah

SOLOPOS.COM - Pengendara melintas di Jl. Dr. Sutomo, Kalitan, Solo, Jumat (12/8/2016). (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos)

Penghuni bangunan sepanjang Jl. Kalitan Solo resah karena rencana pelebaran jalan.

Solopos.com, SOLO -- Sejumlah warga yang menghuni bangunan di sepanjang Jl. Kalitan sisi selatan meminta kepastian Pemerintah Kota (Pemkot) Solo ihwal rencana pelebaran jalan tersebut.

Pemkot berencana melebarkan Jl. Kalitan dengan membongkar sejumlah bangunan di sisi selatan jalan setempat. Pelebaran jalan ini merupakan upaya penataan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas dan genangan yang sering dikeluhkan warga.

Warga Kampung Kalitan RT 003/RW 002 Kelurahan Penumping, Surip, 61, mengaku sudah mengetahui rencana pelebaran Jl. Kalitan dari pihak kelurahan. Namun dia belum tahu apakah rumah yang sudah 46 tahun ditempati keluarganya bakal ikut dibongkar.

“Kalau jalan mau dilebarkan, saya sudah tahu. Tapi kalau rumah ini kena atau tidak, itu yang belum pasti. Sampai sekarang juga belum diberitahu yang mana saja yang mau dibongkar,” terangnya saat ditemui Solopos.com di rumahnya, Rabu (5/10/2016).

Surip menyebut tidak menyimpan sertifikat tempat tinggal yang bertahun-tahun ditinggali keluarganya. Pasalnya, rumah sekaligus tempat usahanya menjahit itu dulunya dibangunkan dan diberikan secara cuma-cuma oleh tokoh masyarakat setempat.

“Dulu ini papringan. Lalu ada sesepuh kampung yang membuatkan rumah dan tempat usaha di sini. Atas kebaikan hati almarhum, kami diperbolehkan tinggal cuma-cuma. Pernah disuruh bayar sewa, tapi hanya sekali saja. Setelah itu gratis. Kami cuma harus bayar PBB sendiri,” ujar dia.

Warga lain yang tinggal sederet dengan Surip, Retno Sandiliani, 23, mengatakan baru tiga tahun terakhir menempati rumah yang kini juga digunakan untuk menjalankan usaha toko kelontong dan sepatu. “Saya tinggal di rumah kakek. Kalau soal sertifikat dan lain-lain yang tahu Bapak,” tuturnya.

Ani, sapaan akrabnya, mengaku belum mengetahui rencana pemerintah melebarkan Jl. Kalitan yang bakal membongkar belasan bangunan di sepanjang jalan tersebut. “Kalau mau dilebarkan silakan saja, tapi rumah kami jangan ikut dibongkar,” pintanya.

Pemilik toko sepatu Monk Inshoes, Muhammad Cahyo Yuwono, 27, menuturkan sejak dua bulan lalu dia membuka outlet di lahan di sisi selatan Jl. Kalitan RT 004/RW 001. “Saya sewa kepada warga sini selama satu tahun sampai Agustus 2017,” katanya.

Cahyo sudah pernah mendengar rencana pelebaran Jl. Kalitan yang diperkirakan turut membongkar tempat usahanya. “Sebelum bikin kontrak, saya sudah dengar ada rencana pelebaran jalan ini. Saat perjanjian sudah dibuat kalau nanti sewaktu-waktu dibongkar, kami tidak dirugikan pemilik toko,” ujar dia.

Ketua RW 001 Kelurahan Penumping, Nur Endah, menyampaikan pihaknya belum mengetahui kepastian rencana pelebaran Jl. Kalitan. “Setahu saya baru pengerjaan perbaikan saluran karena Jl. Kalitan sering kebanjiran. Kalau jalan di sana sudah mentok, karena sisanya di-paving untuk pedestrian,” jelasnya.

Menurut Nur, rencana pembongkaran bangunan di sisi selatan Jl. Kalitan sudah beberapa kali digulirkan. Selain rumah dan tempat usaha warga, pembongkaran juga bakal menyasar balai pertemuan warga RW 001 Kelurahan Penumping.

“Kalau memang balai pertemuan dibongkar, saya kira pemerintah perlu mencarikan lahan pengganti karena kami tidak punya tempat pertemuan yang representatif. Dulu sewaktu ada rencana pembersihan Jl. Kalitan, dari pemerintah sudah menyampaikan warga yang menghuni bangunan di sana harus siap sewaktu-waktu diambil,” kata dia.

Berita Terkait

Berita Terkini

Soal Perusakan Makam Di Mojo Pasar Kliwon, Ini Kata Kapolresta Solo

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menjelaskan tentang langkah polisi dalam penanganan kasus perusakan makam di Kelurahan Mojo.

Indosat Ooredoo Luncurkan Layanan 5G Pertama di Solo, Ini Keunggulannya

PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo) meluncurkan layanan 5G komersial pertama di Solo pada Selasa (22/6/2021).

Tambah Lagi, Total 107 Karyawan Pabrik Sepatu di Jaten Terpapar Covid-19

Karyawan pabrik sepatu di Kecamatan Jaten yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah menjadi 107 orang.

Lengkapi Barang Bukti, Polisi Sragen Ubek-Ubek Jamban Cari Celana Dalam Bocah Korban Pencabulan Sukodono

Polisi Sragen mengubek-ubek jamban untuk mencari celana dalam milik bocah korban pencabulan di Sukodono sebagai barang bukti,

Daihatsu Luncurkan Rocky 1.2L Terbaru di Indonesia

Daihatsu Rocky 1.2L merupakan hasil pengembangan putra-putri Indonesia melalui tim R&D PT.Astra Daihatsu Motor (ADM).

Waspada! 35 Persen Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Di Klaten Tak Punya Komorbid

Sebanyak 35% dari total jumlah pasien positif Covid-19 Kabupaten Klaten yang meninggal diketahui tidak memiliki komorbid.

Heboh Ivermectin untuk Pengobatan Covid-19, Bagaimana Faktanya?

Menanggapi kabar itu, Badan POM menjelaskan penggunaan Ivermectin untuk pengobatan Covid-19.

Perusakan Makam di Solo Dilakukan Anak-Anak, Pemerhati Anak: Ini Tanggung Jawab Bersama!

Pemerhati Anak, Ketua Sahabat Kapas, Dian Sasmita, menanggapi perusakan makam yang dilakukan oleh sepuluh anak-anak di Mojo, Pasar Kliwon, Solo.

BPCB Jateng Tutup Candi Ceto dan Sukuh Karanganyar, Ada Apa Ya?

BPCB Jateng menutup objek wisata Candi Sukuh, Candi Ceto, dan Museum Sangiran Klaster Dayu, Karanganyar, mulai 22 Juni hingga 2 Juli.

Habis Kunker, Puluhan Anggota DPRD Bantul Jalani Swab PCR

Anggota Dewan menjalani swab PCR karena Ketua DPRD Bantul dan salah satu anggota Komisi B dinyatakan positif Covid-19 seusai kunker.

Mangkrak 1 Tahun, Begini Kondisi SDN 2 Kragilan Sragen yang Disiapkan untuk Isolasi Pasien Covid-19

Bangunan SDN 2 Kragilan, Kecamatan Gemolong, Sragen, sudah tidak terpakai sejak setahun terakhir akan digunakan untuk tempat isolasi.

Terlambat Naik, Penjala Ikan di Banjarnegara Ini Terjebak di Tengah Sungai

Seorang penjala ikan di sungai serayu, Desa Bandingan, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara yang terjebak di tengah arus aliran deras sungai.