Kategori: Karanganyar

Jalak Lawu Viral, Jangan Diburu!


Solopos.com/Sri Sumi Handayani

Solopos.com, KARANGANYAR – Burung Jalak Lawu mendadak viral di media sosial lantaran disebut-sebut menuntun pendaki yang tersesat saat hendak mendaki ke puncak Gunung Lawu pada Agustus 2020 lalu.

Aksi seekor Jalak Lawu itu didokumentasikan pendaki asal Jember, Provinsi Jawa Timur, Mohammad Soleh, 37. Saat itu, dia bersama rombongannya mendaki Gunung Lawu.

Sayangnya, Soleh dan seorang rekannya terpisah dari rombongan. Saat itulah, mereka kehilangan arah. Ditengah usaha menemukan jalan menuju puncak, seekor Jalak Lawu muncul di hadapan mereka. Jalak itu berjalan melompat-lompat di tanah.

Baca juga: Nissa Sabyan Pelakor, Ustaz Zacky Mirza Kaget

Soleh meyakini bahwa burung Jalak Lawu itu menuntun mereka hingga puncak Gunung Lawu. Sejak saat itu, Soleh mempercayai hal yang semula disebut sebagai mitos, yakni Jalak Lawu menuntun pendaki tersesat.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah ikut mengomentari aksi salah satu satwa yang hidup bebas di hutan Gunung Lawu itu. Kepala BKSDA Jateng, Darmanto, melalui Plt Kepala Seksi (Kasi) Konservasi Wilayah 1 Surakarta, Sudadi, menyampaikan burung Jalak Lawu termasuk jenis Anis Gunung. Namun, Sudadi menuturkan belum dapat memberikan informasi detail tentang burung penghuni Gunung Lawu itu.

"Kalau populasi memang belum monitoring. Kalau mau monitoring kan butuh waktu lama. Selain Anis Gunung ini sebetulnya ada hewan lain. Kalau di Gunung Lawu itu masih ada macan tutul, kijang atau kancil itu, landak, dan lain-lain," ujar Sudadi saat berbincang dengan wartawan, Sabtu (20/2/2021).

Baca juga: Asal Mula Mitos Jalak Gading Bantu Pendaki Tersesat di Gunung Lawu

Jangan Diburu

Terlepas dari sifat Jalak Lawu yang dekat dengan manusia bahkan hingga menuntun pendaki tersesat, Sudadi mengingatkan pendaki agar menaati aturan yang berlaku saat berada di hutan. Salah satu aturan yang dia sebutkan adalah ikut serta melestarikan flora dan fauna di hutan Gunung Lawu.

"Kalau di kawasan hutan memang dilarang untuk menangkap apapun. Kalau mau memanfaatkan kan pakai mekanisme izin penangkaran. Semua satwa termasuk burung di kawasan hutan harus dilestarikan baik yang tergolong dilindungi maupun tidak dilindungi. Pada intinya harus ikut melestarikan. Jangan ditangkap apalagi dilukai. Itu jelas melanggar undang-undang," ungkap dia.

Baca juga: Ngeri! Ini Deretan Makhluk Penghuni Luweng dan Gua Karst

Anggota Anak Gunung Lawu (AGL), Budi "Babi" Santoso, membenarkan perihal mitos Jalak Lawu di Gunung Lawu. Mitos yang beredar bahwa burung itu akan menuntun pendaki yang tersesat saat mendaki di Gunung Lawu. Bahkan, Budi mengaku sempat menjadi salah satu pendaki beruntung itu. Di luar mitos itu, Budi menyebut burung jenis Anis Gunung itu satwa yang harus dilindungi.

"Itu satwa ikonik Gunung Lawu. Entah Jalak Lawu itu terbiasa berinteraksi dengan manusia, khususnya pendaki. Biasanya dia menampakkan diri, di depannya. Kejadian itu sering dialami pendaki. Bisa jadi karena Gunung Lawu ini juga didatangi pendaki ziarah jadi mitos itu semakin kental," ujar Budi saat dihubungi Solopos.com, Sabtu.

Baca juga: Tertabrak KA Argowilis, Warga Makamhaji Sukoharjo Meninggal

Dekat dengan Manusia

Budi menyebut Jalak Lawu dekat dengan manusia, khususnya pendaki. Dia mengibaratkan burung itu akan memakan makanan yang dilempar pendaki ke tanah. Saat ditanya keberadaan burung Jalak Lawu mulai ditemukan di pos berapa, Budi menyebut burung itu berada di hampir setiap pos pendakian Gunung Lawu.

"Burung itu mendekat setiap kali ada pendaki. Kadang dilempar makanan itu mau. Cuma ya Jalak Lawu kan sudah di situ habitatnya. Di gunung lain pun sebetulnya ada. Cuma kemungkinan berbeda karakternya ya. Dia pernah ke basecamp kok. Jadi tidak melulu di hutan di area puncak ya," tutur dia.

Baca juga: Mobil Nabrak Tugu, Warga Tirtomoyo Wonogiri Meninggal

Pada akhir obrolan, Budi menyerahkan kepada masing-masing orang berpendapat tentang Jalak Lawu. Dia juga mempersilakan orang mempercayai bahwa Jalak Lawu menuntun pendaki yang tersesat di Gunung Lawu.

"Mitos itu bisa dipercayai. Kadang kan banyak pendaki mendokumentasikan saat kejadian itu. Jadi memang saya sendiri mengalami hal itu. Naik, burung muncul di depan."

Share
Dipublikasikan oleh
Chelin Indra Sushmita