JAJANAN BERBAHAYA : Jajanan Kandung Rhodamin dan Boraks Masih Beredar di Klaten
Petugas melakukan pengujian sampel jajanan sekolah dari sejumlah pedagang di sekitar SDN 1 Paseban, Bayat, Klaten, Kamis (28/5/2015). (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos)

Jajanan berbahaya ditemukan masih beredar di Klaten.

Solopos.com, KLATEN - Tim gabungan dari Kecamatan Bayat, Klaten, menduga sejumlah jajanan yang dijual para pedagang di area sekolah mengandung bahan kimia berbahaya bagi kesehatan. Hal itu berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Kamis (28/5/2015).

Tim yang terdiri atas pemerintah kecamatan, petugas Puskesmas Bayat, TNI, serta kepolisian mendatangi SDN 1 Paseban. Mereka mengambil sampel dari setiap jajanan yang dijual pedagang di luar gerbang sekolah itu.

Sampel yang didapatkan lantas dilakukan rapid test atau pengujian cepat di sekolah setempat. Hasilnya, tim menemukan jajanan berupa kerupuk pedas yang mengandung rhodamin atau bahan pewarna tekstil. Selain itu, terdapat cilok yang menggunakan bahan pengawet berupa boraks.

Kepala Puskesmas Bayat, Wahyu Ciptadi, mengatakan sidak digelar selama beberapa waktu terakhir dan menyasar di 10 sekolah.

"Rata-rata dari bahan yang kami temukan seperti cilok ada yang positif mengandung boraks. Begitu juga dengan jenis kerupuk pedas mengandung rhodamin," urai dia.

Kedua bahan itu tak semestinya digunakan untuk campuran makanan. Jika dikonsumsi secara terus menerus, jajanan yang mengandung kedua bahan itu dikhawatirkan berbahaya bagi kesehatan para pelajar karena bisa memicu kanker.

Camat Bayat, Edi Purnomo, menjelaskan sidak digelar sebagai antisipasi peredaran makanan mengandung bahan berbahaya. 

Salah pedagang, Sarjono Tri Utomo, 46, mengatakan cilok yang ia jual dibuat sendiri.

"Saya hanya menggunakan pati dan gandum. Tidak campuran bahan lainnya," kata dia. 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom