Jahanam! Ustaz di Trenggalek Cabuli 34 Santriwati Pakai Dalil Ini

Seorang ustaz di Trenggalek cabuli 34 santriwati dengan dalil murid harus menurut kepada guru.

 Ustaz yang mencabuli 34 santriwati di Trenggalek. (Detik.com)

SOLOPOS.COM - Ustaz yang mencabuli 34 santriwati di Trenggalek. (Detik.com)

Solopos.com, TRENGGALEK – Seorang ustaz di Trenggalek, Jawa Timur, melakukan aksi pencabulan kepada 34 santriwati. Berdasalkan hasil penyidikan, aksi bejat itu dilakukan pelaku mulai 2019 hingga 2021.

Dalam melakukan perbuatan mesum tersebut, tersangka berpura-pura memanggil santriwati yang diincar dan mengajaknya ke tempat sepi. Sesampainya di tempat yang dituju, sang ustaz mencabuli santriwati dengan cara meraba.

Saat mengajak santriwatinya, tersangka menggunakan dalil murid harus menurut kepada guru. “Jadi SM, biasanya menyampaikan kalimat, kalau sama gurunya harus nurut, tidak boleh membantah,” terang Kasatreskrim Polres Trenggalek, AKP Arief Rizky Wicaksana, seperti dikutip dari Detik.com, Minggu (26/9/2021).

Baca juga: Bejat! Pria 52 Tahun di Karanganyar Cabuli Bocah 7 Tahun Pakai Selang Air

Kasus pencabulan ini terbongkar setelah salah satu korban bercerita kepada orang tuanya tentang perbuatan pelaku. Adapun pelaku berinisial SM, 34, itu merupakan warga Desa/Kecamatan Pule, Trenggalek.

Saat ini dia telah ditangkap polisi karena aksi pencabulan di pondok pesantren tempatnya mengajar. Dia tercatat sebagai pengajar sejak 2017.

“Tersangka menjadi guru atau pendidik di pondok pesantren mulai tahun 2017. Tapi dia mulai melakukan perbuatan pencabulan kepada santriwati mulai tahun 2019, jadi sudah tiga tahun berjalan,” kata Arief, Jumat (24/9/2021).

Baca juga: Ngeden Ternyata Memicu Pendarahan Otak, Waspada!

Sampai saat ini baru satu korban yang melaporkan kasus tersebut. Satreskrim Polres Trenggalek pun membuka posko pengaduan bagi korban untuk mengembangkan kasus ini.

“Kami membuka posko pengaduan. Kami mendorong para korban yang mau melaporkan untuk datang ke Polres Trenggalek atau menghubungi UPPA (Unit Perlindungan Perempuan dan Anak),” jelasnya.


Berita Terkait

Berita Terkini

Sopir Ngantuk, Mobil Tabrak Median Jalan di Ponorogo Hingga Terbalik

Sopir mobil mengantuk hingga menabrak median jalan di Jalan Sultan Agung, Ponorogo, pada Kamis (14/10/2021) pukul 23.30 WIB.

Yang Mau ke Banyuwangi, KA Mutiara Timur Jalan Lagi... Catat Jadwalnya

PT KAI kembali mengoperasikan KA Mutiara Timur rute Ketapang-Yogyakarta untuk mendukung geliat pariwisata di Banyuwangi.

Bawa Pulang 110 Emas, Jawa Timur Peringkat 3 PON XX Papua

Kontingen Jatim mendapatkan juara tiga dalam klasemen akhir perolehan medali di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 Papua dengan perolehan 110 medali emas.

Karam Sejak 1936, Bangkai Kapal Van Der Wijck Akhirnya Ditemukan

Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur (Jatim) akhirnya menemukan bangkai kapal Van der Wijck yang tenggelam di perairan Lamongan.

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi Covid-19 di Pasar Besar, Syaratnya WNI

Pemkot Madiun menyiapkan 500 dosis vaksin Covid-19 menyasar pedagang dan pengunjung Pasar Besar Madiun, Jumat (15/10/2021).

DBHCHT Madiun untuk Tingkatkan Kapasitas dan Kualitas Petani Tembakau

DBHCHT Kabupaten Madiun diwujudkan dalam bentuk program dan bantuan alat produksi untuk petani tembakau di Desa Kedungmaron, Kecamatan Pilangkenceng.

Tega! Mahasiswi Kebidanan di Malang Buang Bayi Sendiri

Seorang mahasiswi kebidanan di Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim) tega menjadi pelaku pembuangan bayi yang baru saja dilahirkannya.

34 Daerah di Jatim Level 1 PPKM, Begini Reaksi Gubernur Khofifah

Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, menyebut 34 daerah di Jatim sudah masuk PPKM Level 1.

Anak Madiun Dihamili Makhluk Halus? Pelaku Mengaku Sudah Berkali-kali

Polres Madiun mengungkap kasus anak perempuan di Madiun berusia 14 tahun yang disebut-sebut dihamili makhluk halus hingga melahirkan.

Beroperasi Agustus 2022, Ini Teknologi yang Disematkan di LRT Jabodebek

LRT Jabodebek bikinan PT Inka Madiun menggunakan teknologi tinggi dibandingkan teknologi perkeretaapian lain di Indonesia.

Pohon dan Ijuk Penutup Tak Ketemu, Gimana Nasib Sendang Kuncen Madiun?

BPCB Jatim tidak menemukan bagian bawah pohon dan ijuk penutup sumber mata air Sendang Kuncen Madiun di Sendang Kuncen, Kecamatan Taman, Kota Madiun dalam ekskavasi tahap kedua.

Pilkades 143 Desa di Madiun Digelar 20 Desember 2021

Ada 143 desa di Kabupaten Madiun yang akan menggelar pemilihan kepala desa atau Pilkades pada akhir 2021.

Ekskavasi Sendang Kuncen, BPCB Jatim: Tak Ada Bukti Cagar Budaya

Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur tidak menemukan sumber mata air dalam ekskavasi tahap kedua di Sendang Kuncen, Kecamatan Taman, Kota Madiun.

PT Inka Madiun Selesaikan 31 Train Set LRT Jabodebek, Siap Menjajal?

PT Inka Madiun telah menyelesaikan pesanan 31 train set LRT Jabodebek yang rencananya mulai beroperasi pada 2022.

Geger! Siswi SMP di Madiun Dihamili Makhluk Halus, Ini Faktanya

Kisah misteri tentang siswi SMP di Madiun yang kabarnya dihamili makhluk hingga melahirkan akhirnya terungkap.