Jagone Inyong Kie! Es Lontrong Slawi Seger Legender

Bagi yang pernah ke Slawi, pasti ada rekomendasi dari penduduk setempat tentang Es Lontrong yang dapat melepaskan dahaga saat sedang haus.

 Es Lontrong Slawi (Instagram/@sebataskabar)

SOLOPOS.COM - Es Lontrong Slawi (Instagram/@sebataskabar)

Solopos.com, TEGAL — Selain dikenal dengan Teh Poci-nya, Slawi, daerah di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, juga memiliki minuman khas yang berbeda yang tidak memiliki campuran teh yang wangi. Bagi yang pernah ke Slawi, pasti ada rekomendasi dari penduduk setempat tentang Es Lontrong yang dapat melepaskan dahaga saat sedang haus.

Mengutip Okezone.com, Kamis (16/9/2021). Es Lontrong Slawi hanya ada di satu tempat saja. Minuman ini berisi cincau hitam dan kacang hijau dan diatasnya diberikan topping es serut hingga penuh. Sebelum disajikan, sebagai pemanis minuman disiram air santan kelapa murni  dan sirup pandan berwarna merah menggoda

Alasan diberi nama ‘Lontrong’ berawal dari kelompok pedagang yang sama-sama menjual Es Lontrong dan nama kelompok itu disebut geng lontrong. Oleh karena itu nama minuman tersebut diberi nama Es Lontrong, mengacu pada nama kelompok/geng.

Baca Juga: Termasuk Getuk Ketek, Ini 4 Oleh-Oleh Khas Salatiga yang Selalu Diincar

Tempat penjual minuman ini sangat legendaris dan dicari-cari banyak orang. Pasti saat bertandang ke jantung kota Tegal itu, pendantang tidak pernah lupa mampir ke warung itu. Untuk membuat Es Lontrong ini sebenarnya hanya membutuhkan bahan-bahan yang mudah.

Bahan-bahan itu di antaranya adalah kacang hijau yang sudah matang, cincau hitam yang dipotong dadu, es batu yang sudah diserut, santan kelapa murni dan pandan manis sebagai pelengkap.

Untuk membuatnya masukan kacang hijau dalam gelas, kemudian cincau hitam lalu es batu serut hingga menutupi gelas, lalu tuangkan santan kelapa murni dan berikan sedikit sirup pandan untuk sensasi manis dan harum.

Baca Juga: Liburan Murah Meriah di Umbul Senjoyo Salatiga, Berenang Sambil Menyantap Bakwan Jembak

Warung Es Lontrong yang ada di Slawi ini biasanya buka setiap hari dari jam 08.00 sampai 15.00 WIB. Jika memasuki bulan puasa, warung Es Lontrong ini buka pada jam ngabuburit, yaitu jam 16.00 WIB. Karena memiliki rasa yang segar dan manis, minuman ini cocok menjadi pelega dahaga saat berbuka puasa Ramadan.

Minuman ini harganya sangat terjangkau, yaitu Rp5.000 saja per gelasnya dan sudah pasti bisa merasakan kesegaran dari rasa dahaga. Kedai Es Lontrong di Slawi yang berlokasi di Jalan Letjen Suprapto No 26, Slawi ini sudah berdiri lebih dari 30 tahun. Saat itu harganya masih antara Rp100-Rp150.

Meskipun saat ini pemilik es lontrong slawi sudah barganti dari generasi ke generasi, tapi karena sang pemilik saat ini yang berusaha untuk tetap mempertahankan resep asli dari generasi pertama membuat es lontrong slawi ini masih digemari oleh banyak masyarakat tanpa mengubah cita rasa aslinya.


Berita Terkait

Berita Terkini

Serunya Beli Jajan Pakai Balok di Pasar Sawahan, Yuk Coba

Berbelanja di Pasar Sawahan Ungaran tidak menggunakan uang, tetapi balok kecil. Seru banget hlo.

Roti Ganjel Rel Khas Semarang Unik & Langka, Pernah Coba?

Roti ganjel rel merupakan kuliner unik dan langka khas Semarang yang resepnya warisan dari zaman Belanda.

Mantap! Vaksinasi Pelajar di Kota Semarang Sudah Capai Target

Capaian vaksinasi Covid-19 untuk kalangan pelajar atau remaja 12-17 tahun di Kota Semarang sudah memenuhi target yang ditetapkan.

Pemprov Jateng Ajak UMKM Bertahan di Masa Pandemi Lewat Pelatihan

Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jateng mengajak UMKM bertahan di tengah pandemi Covid-19 dengan menyelenggarakan pelatihan untuk 30 pelaku UMKM di sekitar proyek tol Semarang-Demak.

Perempuan Asal Semarang Tertabrak KA Barang di Grobogan

Seorang perempuan meninggal tertabrak KA barang jurusan Surabaya – Jakarta di jalur rel kereta api di Desa Mojoagung, Karangrayung, Grobogan.

Dibawa dari Aceh, 19,3 Kg Ganja Disita BNN di Magelang

Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap seorang pengedar narkoba yang membawa 19,3 kg ganja di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (Jateng).

Angin Puting Beliung Terjang 4 Desa di Kudus, Ratusan Rumah Warga Rusak

Ratusan rumah warga di empat desa di Kabupaten Kudus mengalami kerusakan setelah diterjang bencana angin puting beliung.

Longsor Timpa Rumah Warga di Banjarnegara, Bocah Usia 3 Tahun Meninggal

Bencana tanah longsor melanda permukiman di Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng), menyebabkan seorang bocah berusia 3 tahun meninggal dunia.

Viral, Guru di Pekalongan Diduga Pukul Kepala dan Dada Siswa 10 Kali

Guru SMP di Pekalongan diduga memukuli siswa hingga 10 kali di bagian kepala depan, belakang, dan dada karena dianggap tak tertib dan membuat kegaduhan.

Mulai 24 Oktober, Bandara Ahmad Yani Izinkan Anak 12 Tahun ke Bawah

Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) akan mengizinkan anak 12 tahun ke bawah melakukan perjalanan.

Kena PHK Imbas Pandemi, Pria di Kendal Raup Untung dari Bisnis Tanaman

Kisah inspiratif kali ini dibagikan seorang pria di Kendal yang sukses menekuni bisnis tanaman setelah terkena PHK imbas pandemi Covid-19.

Jadi Korban Pinjol Ilegal? Ini Cara Lapor ke Polda Jateng

Kepolisian Daerah Jawa Tengah atau Polda Jateng meminta masyarakat yang jadi korban teror pinjol ilegal tak ragu lapor ke polisi.

Kisah Misteri Pabrik Karet Mijen, Ada Kuntilanak - Kelabang Raksasa

Pabrik karet di Mijen, Semarang, menyimpan kisah misteri dengan penampakan sosok hantu kuntilanak hingga kelabang raksasa.

Buntut Video Viral, Orangtua Siswa di Pekalongan Polisikan Guru

Orangtua siswa di salah satu SMP di Kabupaten Pekalongan melaporkan seorang guru ke polisi buntut video viral di media sosial.

Jepara Masih PPKM Level 3, Ini Penyebabnya

Kabupaten Jepara hingga kini masih berstatus PPKM Level 3 sesuai Instruksi Mendagri terbaru.

Semarang Level 1, Ini Pesan Wali Kota Hendi ke Warga

Kota Semarang, Jawa Tengah, menjadi salah satu daerah yang masuk level 1 dalam perpanjangan PPKM Jawa Bali.