Jago Bela Diri hingga Main Burung, Ini 5 Fakta Unik Nunggal Si Preman Solo Pimpinan Gondhez’s
Pendiri dan pimpinan Gondhez’s, Nunggal (kiri), di Kepatihan Wetan, Jebres, Solo, Sabtu (15/8/2020) siang. (Solopos/Kurniawan)

Solopos.com, SOLO – Nunggal adalah sosok preman paling disegani di Soloraya sekitar 36 tahun terakhir. Pria kelahiran Solo, 6 Juli 1967 tersebut merupakan pimpinan dari geng Gondhez’s (GDZ’s) yang memiliki ribuan anggota di Soloraya.

Sosok Nunggal si preman disegani di Solo sejak 1980-an. Hal itu bermula sejak mendirikan GDZ’s pada 1984. Ketika itu Nunggal yang keluar dari sekolah menengah atas (SMA) di Jakarta, kembali ke tanah kelahirannya, di Solo. Tidak butuh waktu lama bagi dia untuk mempunyai banyak teman.

Teman-teman Nunggal kala itu berasal dari sejumlah sekolah menengah atas (SMA) seperti SMAN 1 Solo, SMAN 2 Solo, SMAN 5 Solo, SMAN 6 Solo, dan beberapa sekolah lain. Mereka lantas mendirikan GDZ’s.

Truk Seruduk Bus & Sepeda Motor di Rel KA Bypass Klaten

Inilah beberapa fakta unik tentang Nunggal si preman Solo yang disegani banyak orang:

Jago Silat

Pria yang berdomosili di RT 009 RW 001 Kepatihan Wetan, Jebres itu dikenal selalu menang dalam setiap pertarungan meski tidak pernah belajar bela diri. Dia belajar secara otodidak dari perkelahian-perkelahian yang dijalani.

Naluri, mental dan kemampuan berkelahi dia terus terasah dari satu pertarungan ke pertarungan yang lain. Kebetulan sejak remaja Nunggal sudah sering berkelahi. Postur tubuhnya yang kekar membuatnya selalu berhasil memenangi pertarungan itu, baik tangan kosong atau dengan senjata.

“Saat berkelahi saya lihat lawan. Dia bawa senjata atau tidak. Kalau dia bawa senjata, saya pakai senjata juga. Kalau dia tangan kosong ya saya juga harus tangan kosong,” terang dia saat berbincang dengan Solopos.com, Sabtu (15/8/2020).

Di Masa Jayanya, Gondhez’s Solo Pernah Kelola Bisnis Beromzet Miliaran Rupiah Loh!

Disegani

Nunggal si preman Solo ini mengungkapkan dirinya tipikal pemimpin yang tidak hanya asal memberikan perintah. Dia selalu membersamai teman-teman dan anggotanya dalam setiap aksi, baik sekedar touring atau perkelahian. Hal inilah yang membuatnya disegani.

Pimpinan Gondhez’s

Nunggak mendirikan geng Gondhez’s (GDZ’s) pada 1984. Ketika itu Nunggal yang keluar dari sekolah menengah atas (SMA) di Jakarta, kembali ke tanah kelahirannya, di Solo. Tidak butuh waktu lama bagi dia untuk mempunyai banyak teman.

Teman-teman Nunggal kala itu berasal dari sejumlah sekolah menengah atas (SMA) seperti SMAN 1 Solo, SMAN 2 Solo, SMAN 5 Solo, SMAN 6 Solo, dan beberapa sekolah lain. Mereka lantas mendirikan GDZ’s. Banyak anak muda Solo dan sekitarnya yang lantas menyatakan bergabung dan aktif dalam berbagai kegiatan GDZ’s seperti menongkrong atau touring menggunakan motor.

Anak Kembar Albino di Wonogiri Mirip Bule, Orang Tuanya Sempat Dikira Pembantu

Hobi Main Burung

Kini di usianya yaang tak lagi muda, Nunggal si preman Solo itu menekuni bisnis jual beli burung. Terkadang dia ikut lomba burung di Soloraya. Setiap hari dia bangun pagi untuk membersihkan dan memberi makan burung-burungnya.

Momong Cucu

Kesibukan lainnya adalah bermain dengan dua cucunya. Pria berusia 53 tahun ini memiliki dua cucu dan berharap bisa bertambah. Dia mengaku mulai menikmati perannya sebagai kakek bagi kedua cucunya.

“Ya kadang-kadang main sama dua cucu saya di Mojosongo. Senang rasanya kalau bisa kumpul cucu,” kata dia.

Maju Pilkada Kebumen 2020, Ini Jejak Politik Arif Sugiyanto 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom