Jaga Solo Kondusif, Kepala Sekolah Hingga Ormas Deklarasi Tolak Demo Anarkistis
Deklarasi Solo tolak aksi demo anarkistis diikuti berbagai elemen masyarakat di Balai Kota Solo, Senin (19/10/2020). (Istimewa)

Solopos.com, SOLO — Ratusan warga Kota Solo dari berbagai elemen menyatakan sikap menolak aksi anarkistis dalam menyampaikan pendapat melalui demo, Senin (19/10/2020).

Deklarasi yang diinisiasi Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak itu turut menggandeng kepala sekolah dari seluruh Kota Solo untuk menolak segala bentuk kekerasan.

Deklarasi berlangsung di Pendapi Gede Balai Kota Solo. Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan sejauh ini penyampaian pendapat di muka umum atau aksi unjuk rasa berlangsung tertib.

Total Hampir 1.000 Warga Solo Positif Covid-19, Tinggal 3 Kelurahan 0 Kasus Corona

Namun, beberapa kali kepolisian mengamankan para pelajar Solo yang hendak menyusup dalam aksi damai karena dikhawatirkan aksi demo berubah jadi anarkistis.

“Komitmen bersama ini kami harapkan bisa menjaga kondusivitas Kota Solo. Jika kondusif, perekonomian masyarakat terus produktif apalagi saat pandemi. Kepala sekolah juga kami ajak karena banyak pelajar yang kami amankan dulu,” papar Kapolresta.

Ia juga melibatkan serikat buruh, perwakilan Dinas Pendidikan, hingga ormas seperti Pemuda Pancasila, dan ormas keagamaan dalam deklarasi itu.

Dosen FH UNS Solo Meninggal Positif Covid-19, Begini Kronologinya Menurut Rektor

Kapolresta menegaskan Polri bersama TNI akan menindak tegas pelaku tindak anarkistis dalam aksi demo maupun lainnya dalam Kota Solo.

Hak dan Kewajiban

Menurutnya, deklarasi seperti itu sangat penting untuk menyamakan visi serta persepsi agar penyampaian pendapat di muka umum dapat berlangsung secara berimbang antara hak dan kewajiban.

Selain itu, penyampai pendapat dapat bertanggung jawab dan mengutamakan musyawarah mufakat. “Untuk antisipasi beberapa kejadian demo berujung anarkistis pada beberapa daerah, maka semua elemen masyarakat Kota Solo menggelar deklarasi damai. Guna antisipasi kejadian anarkistis saat ada unjuk rasa,” paparnya.

Kampanye Pilkada Solo 2020: Bertemu Driver Ojol, Bajo Janjikan Pangkalan Berfasilitas Wifi Gratis

Sementara itu, Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, menyampaikan deklarasi itu sebagai pengingat kepada warga yang hendak menyampaikan pendapat pemerintah kota, provinsi, maupun pusat.

Menurutnya, pembangunan Kota Solo lewat retribusi ribuan rupiah hingga jutaan rupiah. Sehingga, ia mengajak warga Solo mencintai seluruh Kota Solo yang berasal dari rakyat.

“Saya menyampaikan dengan hormat kepada siapa saja yang hendak menyampaikan pendapat datang ke Balai Kota atau Loji Gandrung dengan musyawarah mufakat,” kata Wali Kota Solo.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom