Tutup Iklan
Jadwal Resmi Belum Turun, Persis Solo Nilai Kelanjutan Liga 2 Masih Sebatas Wacana
Manajer Persis Solo Hari Purnomo (Solopos/Chrisna Chanis Cara)

Solopos.com, SOLO — Persis Solo mempertanyakan operator kompetisi yang tak kunjung merilis jadwal pasti home tournament Liga 2 2020.

Masih buramnya time schedule liga membuat Laskar Sambernyawa gelisah soal kelanjutan kompetisi musim ini. Selain masalah jadwal, Persis menyoal detail regulasi dan kepastian dana subsidi yang juga belum menemui kejelasan.

Pada pertengahan Juni, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator sejatinya telah memastikan kompetisi Liga 2 akan kembali diputar pada pertengahan Oktober. PSSI juga sudah menyusun skema pembagian grup dan protokol kesehatan yang wajib diterapkan saat kompetisi.

Bupati Sragen: Ratusan Tugu Perguruan Silat Tidak Akan Dirobohkan, Tapi…

Ihwal renegosiasi kontrak pemain pun sudah diatur melalui surat keputusan bernomor SKEP/53/VI/2020 tentang Kelanjutan Kompetisi Dalam Keadaan Luar Biasa Tahun 2020.

Namun hingga awal Juli, PSSI belum kunjung memastikan kick off kompetisi Liga 1 maupun Liga 2. Kabar kompetisi akan digelar 16 Oktober sampai 2 November dinilai masih sebatas wacana.

Manajer Persis Solo, Hari Purnomo, menilai kelanjutan Liga 2 musim ini masih mengambang meski PSSI telah mengklaim bahwa kompetisi akan berlanjut. Hal itu lantaran federasi tak kunjung menerbitkan surat terkait teknis pelaksanaan Liga 2 2020 berikut jadwal kick off kompetisi.

“Dalam SK terakhir, PSSI belum menyampaikan tanggal pasti serta regulasi yang akan digunakan. Kalau tidak ada jadwal yang tertuang dalam surat resmi, kami menilai itu [rencana melanjutkan kompetisi] masih sebatas wacana,” ujar Hari saat dihubungi Solopos.com, Selasa (7/7/2020).

Regulasi

Selain belum jelasnya jadwal dan regulasi, PSSI dan PT LIB juga masih “berhutang” soal kepastian pencairan dana subsidi. Menurut Hari, masih ada silang pendapat soal waktu pencairan dana tersebut. Hari mengatakan klub-klub ingin dana subsidi senilai Rp200 juta/bulan dikucurkan sebelum kompetisi, sedangkan PT LIB bersikukuh dana baru dapat cair saat kompetisi bergulir.

“Kami menduga banyak klub Liga 2 yang menjadi ragu ikut kompetisi karena PSSI tak segera kasih jawaban soal kepastian dana. Persis sendiri tetap berkomitmen ikut liga, cuma tolong hal yang terkait jadwal, regulasi teknis dan subsidi segera diperjelas,” kata Hari.

Politikus Laweyan Solo Ini Dianggap Potensial Dampingi Gibran di Pilkada 2020, Siapa Dia?

Sebelumnya, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, ngotot kompetisi Liga 1, Liga 2 dan Liga 3 tetap digelar dengan memperhatikan protokol kesehatan. Iriawan menglaim bergulirnya kompetisi penting untuk persiapan Timnas U-19 yang akan bertanding di Piala Dunia U-20 2021.

“Ini juga menjadi kampanye lewat sepak bola bahwa Indonesia sudah mulai beradaptasi dengan kenormalan baru,” ujarnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho