Jadikan Siswi SMP di Pati Budak Seks, Pelaku Diancam 15 Tahun Penjara

Pelaku pemerkosaan dan penyekapan yang menjadikan siswa SMP di Pati sebagai budak seks terancam hukuman 15 tahun penjara.

 Kapolres Pati, AKBP Christian Tobing, menunjukkan bukti penyekapan dan pemerkosaan yang dilakukan pria asal Pati terhadap siswa SMP selama berbulan-bulan saat jumpa pers di Mapolres Pati, Senin (15/8/2022). (Solopos.com-Humas Polda Jateng)

SOLOPOS.COM - Kapolres Pati, AKBP Christian Tobing, menunjukkan bukti penyekapan dan pemerkosaan yang dilakukan pria asal Pati terhadap siswa SMP selama berbulan-bulan saat jumpa pers di Mapolres Pati, Senin (15/8/2022). (Solopos.com-Humas Polda Jateng)

Solopos.com, PATI — Aparat Polres Pati telah meringkus PH alias Banyak, 23, pelaku pemerkosaan dan penyekapan yang menjadikan siswi SMP di Pati sebagai budak seks. Pelaku pun terancam hukuman maksimal 15 tahun dan denda Rp5 miliar.

Kapolres Pati, AKBP Christian Tobing, dalam siaran pers yang diperoleh Solopos.com, Senin (15/8/2022) malam, menyebutkan jika PH telah ditangkap saat berada di Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (13/7/2022). Ia ditangkap saat berada di kapal ikan dengan tujuan perairan Papua.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Christian mengatakan kasus penyekapan dan pemerkosaan siswi SMP di Pati ini sempat menghebohkan pulik. Bahkan, Menteri Sosial, Tri Rismaharini, sempat menjenguk siswi SMP di Pati yang menjadi budak seks pelaku selama berbulan-bulan hingga hamil.

Kasus ini terungkup awal Agustus lalu saat korban berinisial NIM ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan di rumah pelaku, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati. Saat ditemukan korban terlihat tak terawat, kurus, dan tengah hamil.

Sebelum mengalami peristiwa tragis itu, korban pun sempat dilaporkan hilang pada bulan Mei lalu. Rupanya, selama berbulan-bulan menghilang itu siswi SMP di Pati itu menjadi budak seks pelaku berinisial PH.

Baca juga: Ditangkap! Ini Tampang Pemerkosa Remaja SMP “Budak Seks” Pati

Christian menyebut korban dan pelaku berkenalan pada April 2022 melalui aplikasi percakapan di telepon seluler. “Saat itu korban masih belajar daring dan dibekali HP oleh orang tua. Kemudian, ia berkenalan dengan tersangka dan berlanjut tersangka datang ke rumah korban saat orang tua korban pergi bekerja,” ujar Kapolres Pati.

Sejak saat itu, pelaku pun terus menjalin komunikasi dengan korban. Hingga akhirnya, pelaku pun menjemput korban dan dibawa ke rumahnya. Di rumah pelaku, siswi SMP di Pati ini pun menjadi diperkosa dan disekap hingga menjadi budak seks pelaku selama berbulan-bulan.

“Suatu saat korban ingin pulang, tetapi korban mengaku dipukuli tersangka sehingga korban tidak berani meminta pulang lagi,” ucap Christian Tobing.

Penyekapan ini pun terjadi selama hampir empat bulan. Orang tua korban yang terus mencari keberadaan pelaku akhirnya mendapat informasi jika anaknya disekap di rumah pelaku.

Baca juga: Fix! Lapangan Pringgodani Wonogiri Jadi Lokasi Upacara Kemerdekaan RI

Akhirnya pada 31 Juli 2022 sekitar pukul 18.30 WIB, korban ditemukan orang tua dalam kondisi kurus, sakit, dan tak terawat di rumah pelaku. Namun, pelaku sudah lebih dulu kabur hingga akhirnya diringkus aparat Polres Pati di wilayah NTT.

Kapolres Pati menyebutkan pelaku dijerat Pasal 81 ayat 1 jo Pasal 76D atau ayat 2 UU No. 17/2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No.1/2016 tentang Perubahan Kedua atas UU No.23/2002 tentang Perlindungan Anak.

“Ancaman hukuman paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp5 miliar,” ujarnya.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Selamat! Ini Para Pemenang Lomba Pos Ronda di Kabupaten Banyumas

      Lomba Pos Ronda Beda Masa Satu Rasa, Merdeka...!!! ini mencakup empat wilayah kecamatan di Banyumas.

      Misteri Makam di SMP 38, Petilasan Ki Ageng Pandan Arang Saat Dirikan Semarang

      Petilasan makam yang ada di kompleks SMP Negeri 38 Semarang diyakini merupakan peninggalan Ki Ageng Pandan Arang dan jadi awal mula lahirnya Kota Semarang.

      Seru, Kesenian Gambang Semarang Tempo Doeloe Hipnotis Pengunjung Kota Lama

      Pertunjukan Gambang Semarang tempo dulu, yang dikemas secara utuh ditampilkan di kawasan Kota Lama Semarang, tepatnya di depan Gedung Oudetrap.

      Buron Usai Rekannya Meninggal, Pelaku Pengeroyokan Ojol di Semarang Ditangkap

      Satu pelaku pengeroyokan driver ojol di SPBU Majapahit, Kota Semarang, akhirnya diringkus setelah buron beberapa hari.

      Sepanjang 2022, 26 Juta Wisatawan Domestik Berlibur ke Jateng

      Kunjungan wisatawan domestik ke Jawa Tengah atau Jateng diklaim telah melampaui target yang telah dicanangkan pada tahun 2022 ini.

      Rumah BUMN Rembang, Sukses Bikin UMKM Kokoh dan Kian Berkembang

      Profil Rumah BUMN Rembang yang sukses membuat UMKM di Kabupaten Rembang jadi kokoh dan kian berkembang.

      Berani, Bocah 13 Tahun di Grobogan Gagalkan Aksi Jambret

      Seorang bocah berusia 13 tahun di Kabupaten Grobogan dengan berani menggagalkan aksi perampasan atau penjambretan HP miliknya.

      Operasi Zebra Candi Mulai Senin, Ini Lokasi Kamera ETLE di Salatiga

      Satlantas Polres Salatiga akan menambah pemasangan kamera ETLE di sejumlah lokasi saat pelaksanaan Operasi Zebra Candi 2022 mulai Senin (3/10/2022).

      Siang Ini, 1000 Model Ramaikan Batik Spectra Nusantara di Kota Lama Semarang

      1.000 model yang terdiri dari pejabat tingkat daerah hingga nasional akan tampil berbusana batik dalam acara Batik Spectra Nusantara di Kota Lama Semarang.

      Cabuli Anak di Bawah Umur, Pemuda di Jepara Juga Sebar Video Mesum

      Seorang pemuda di Jepara melakukan perbuatan bejat dengan mencabuli anak di bawah umur dan menyebarkan video mesum ke medsos.

      131 Desa Wisata di Jateng Peroleh Bantuan Rp18,5 Miliar, Ini Perinciannya

      Sebanyak 131 desa wisata di Jateng pada tahun 2022 ini mendapat bantuan keuangan yang totalnya mencapai Rp18,5 miliar.

      Wingko Semarang Jadi Andalan Kota Semarang Atasi Demam Berdarah

      Pemkot Semarang menerapkan strategi pengembangbiakan nyamuk Wolbachia untuk menekan kasus demam berdarah melalui program Wingko Semarang.

      Brutal, Pemandu Karaoke Sunan Kuning Semarang Dikeroyok Rekan Seprofesi

      Aksi pengeroyokan dilakukan tiga pemandu karaoke atau PK Sunan Kuning Semarang terhadap satu rekan seprofesinya.

      Ternyata, Warga Argomulyo Salatiga Kesulitan Air Bersih Sejak Agustus

      Sejumlah warga di Kelurahan Randuacir, Kota Salatiga, mengeluhkan sulitnya mendapatkan kebutuhan air bersih sejak Agustus 2022 atau saat musim kemarau.

      Beli Jenglot Pakai Uang Palsu di Banjarnegara, Kakek asal Purworejo Ditangkap

      Seorang kakek asal Purworejo berniat membeli jimat berbentuk jenglot di Banjarnegara dengan menggunakan uang palsu.

      Gubernur Ganjar Terbitkan SE, Kepala Daerah di Jateng Harus Gunakan Aspal Buton

      Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menerbitkan SE yang meminta kepada kepala daerah di seluruh Jateng untuk menggunakan aspal Buton.