Jadi Tuan Rumah, Pemerintah Siap Ambil Manfaat KTT G20 Pada 2022

Menko Airlangga mengatakan pemerintah Indonesia bersiap untuk menyelenggarakan KTT G20 pada tahun 2022 mendatang.

 Airlangga Hartarto. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Airlangga Hartarto. (Istimewa)

Solopos.com, JAKARTA — Pemerintah Indonesia bersiap untuk menyelenggarakan KTT G20 pada tahun 2022 mendatang. Tongkat estafet Presidensi G20 akan diserahkan secara resmi oleh PM Italia kepada Presiden Joko Widodo pada 30-31 Oktober 2021 mendatang, di Roma.

Ini merupakan kali pertama Indonesia menjadi Presidensi G20, sejak forum ini dibentuk pada 1999 yang lalu. G20 merupakan forum ekonomi global yang dibentuk sebagai respons terhadap krisis ekonomi pada tahun 1997/1998. G20 beranggotakan 19 negara utama penggerak ekonomi dunia, termasuk Indonesia, dan satu perwakilan regional yaitu Uni Eropa, yang memiliki PDB terbesar di dunia.

Kelompok negara ini berkontribusi pada 85% PDB dunia, 75% perdagangan dunia, dan 80% investasi global, serta meliputi dua pertiga populasi penduduk dunia. Dalam menentukan presidensi, G20 memiliki mekanisme regional basket rotation dimana saat ini adalah giliran negara yang berada di basket Asia.

Presidensi G20 Indonesia di tahun 2022 merupakan kali pertama bagi Indonesia, karena dari basket Asia, baru 4 negara yaitu Jepang, RRT, Korea Selatan dan Saudi Arabia yang sudah pernah menjadi tuan rumah Presidensi G20.

Baca Juga: Awas Jangan Sampai Tertipu, Kenali Jenis-Jenis Arisan

Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Panitia Nasional Penyelenggara Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama dengan Kementerian Luar Negeri akan mengoordinasikan bahasan topik non keuangan (Sherpa Track); Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia akan mengoordinasikan bahasan topik keuangan (Finance Track); sementara Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan akan mengoordinasikan Bidang Dukungan Penyelenggaraan Acara, sedangkan Kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai Ketua Bidang Komunikasi dan Media.

“Pemerintah Indonesia akan menjalankan Presidensi G20 ini dengan mengoptimalkan manfaat bagi bangsa Indonesia, di bidang ekonomi, pembangunan sosial dan juga politik. Ini adalah momentum penting untuk menunjukkan kepemimpinan Indonesia dan juga menjadikan Indonesia sebagai role model pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto yang juga Ketua I Bidang Sherpa Track, mengatakan.

Pemerintah memperkirakan dari aspek ekonomi, beberapa manfaat langsung yang dapat dicapai jika pertemuan dilaksanakan secara fisik adalah peningkatan konsumsi domestik hingga Rp1,7 Triliun, penambahan PDB nasional hingga Rp 7,4 Triliun, pelibatan UMKM dan penyerapan tenaga kerja sekitar 33.000 di berbagai sektor.

”Dengan sekitar 150 pertemuan selama setahun penuh, secara agregat Pemerintah memperkirakan manfaat ekonomi yang mungkin timbul dari pelaksanaan rangkaian kegiatan Presidensi G20 Indonesia dapat mencapai 1,5 sampai 2 kali lebih besar dari pelaksanaan IMF-WBG Annual Meetings 2018 di Bali,” ujar Airlangga.

Baca Juga: Perluas Usaha, BPRS Central Syariah Utama Pindah Kantor Baru

Selain itu, Presidensi G20 juga memberikan momentum bagi Indonesia untuk menampilkan keberhasilan reformasi struktural di tengah pandemi, antara lain dengan Undang Undang Cipta Kerja dan Sovereign Wealth Fund yang diyakini dapat meningkatkan kepercayaan Investor Global pada Indonesia dan membantu percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Pemerintah juga berkomitmen untuk menggunakan forum G20 untuk mendorong kepentingan Indonesia terkait pengembangan kualitas sumber daya manusia, serta kerjasama produksi dan distribusi vaksin.

”Pemerintah akan mendorong penguatan komitmen global untuk memastikan vaksin sebagai global public goods, dan di saat yang sama meningkatkan kepastian aksesabilitas vaksin bagi masyarakat Indonesia dan negara berkembang berpendapatan rendah,” ujar Airlangga.

Baca Juga: Infrastruktur Ibu Kota Baru Dilanjut, akan Ada Landmark Tingginya Melebihi Monas

Tergantung Pengendalian Covid-19

Secara resmi, Indonesia akan menjadi Presidensi G20 mulai 1 Desember 2021 hingga 30 November 2022, dengan mengangkat tema utama ”Recover Together, Recover Stronger”.

Pemerintah menyadari bahwa pelaksanaan Presidensi G20 Indonesia akan sangat bergantung pada situasi dan kondisi pengendalian Covid-19 di Tanah Air. Seluruh rangkaian pertemuan dan side events, akan diselenggarakan secara hybrid dan/atau fisik dengan memperhatikan kondisi pengendalian transmisi virus Covid-19 sebagai parameter.

”Prioritas Pemerintah tetap melindungi masyarakat Indonesia dari potensi paparan virus Covid-19, namun juga menjamin keamanan dan kenyamanan Delegasi peserta konferensi.Seluruh pertemuan dan side events G20 di bawah Presidensi Indonesia, akan dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat,” ujar Menko Airlangga.

Untuk itu, telah disusun bersama sejumlah parameter kesehatan yang bisa mendukung pelaksanaan pertemuan, antara lain level asesmen situasi pandemi yang mengacu pada standar WHO, cakupan vaksinasi minimum di lokasi pertemuan, kasus aktif yang rendah, dan ketersediaan rumah sakit tipe A.

Baca Juga: Telkom Pastikan PeduliLindungi Karya Anak Bangsa, Data Dijamin Aman

Sepanjang Presidensi Indonesia, dari 1 Desember 2021 hingga 30 November 2022 akan diadakan sekitar 150 pertemuan dan side events yang terbagi atas pertemuan pada tingkat kelompok kerja (Working Groups), tingkat Menteri, tingkat Sherpa dan Finance Deputies, hingga KTT. Jumlah delegasi yang hadir per pertemuan berkisar antara 500 sampai dengan 5.800 sepanjang tahun.

Dalam melaksanakan peran sebagai Presidensi G20, Indonesia akan melakukan koordinasi kebijakan global yang berkontribusi terhadap tata kelola dunia yang lebih seimbang, membuat G20 lebih adaptif terhadap krisis, dan memperjuangkan kepentingan nasional di forum global, melalui isu-isu terkait Transformasi Digital dan Ekonomi Inklusif. Pemerintah menekankan sinergi dan koordinasi yang kuat antar Kementerian/ Lembaga yang terlibat di dalam 16 Working Groups (WG).

Untuk elemen Non-Pemerintah serta masyarakat sipil dan madani, akan ikut terlibat di dalam 10 Engagement Groups (EG). Pelibatan partisipan dari berbagai unsur lapisan masyarakat ini mengindikasikan demokratisasi dalam membahas dan menentukan isu-isu strategis di tatanan global, dan juga mencerminkan langkah inklusif dan keterbukaan Pemerintah untuk merangkul seluruh komponen masyarakat dalam mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional yang kuat dan bertata kelola baik.

Upaya ini juga untuk menegaskan kepada dunia internasional bahwa Indonesia siap untuk menjadi lokomotif pemulihan ekonomi global.

Berita Terkait

Espos Premium

Samudra Biru Penjara

Samudra Biru Penjara

Keahlian kunci merehabilitasi narapidana ternyata berada di luar ranah kementerian yang bertanggung jawab atas eksistensi dan pengelolaan penjara.

Berita Terkini

Kompak Turun! Berikut Harga Emas Pegadaian Jumat, 17 September 2021

Jelang akhir pekan, harga emas batangan 24 karat di Pegadaian pada hari ini, Jumat (17/9/2021) untuk cetakan UBS dan Antam serentak turun dibandingkan dengan harga kemarin.

Catat, Penonton Bioskop Harus Sudah Vaksin Lengkap

Sejumlah bioskop di Soloraya kembali beroperasi pada Kamis (16/9/2021). Meskipun demikian, pengunjung mesti mematuhi aturan agar bisa nonton film di layar lebar.

Tumbuh Signifikan, Transaksi Saham di Soloraya Tembus Rp3,369 Triliun

Jumlah investor dan nilai transaksi di pasar saham Soloraya melejit signifikan pada 2021. Bahkan, nilai transaksi saham ini tembus Rp3,369 triliun pada Agustus 2021.

Susul Solo dan Jakarta, Pengguna Indosat Ooredoo di Surabaya Bisa Nikmati 5G

Indosat Ooredoo bermitra dengan Nokia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Oulu Finlandia, meluncurkan Nokia 5G Experience Center

 Indosat (ISAT) dan Tri Bergabung Dirikan Indosat Ooredoo Hutchison

Merger ISAT dan Tri disepakati oleh masing-masing induk usaha melalui penandatanganan transaksi definitif untunk penggabungan bisnis telekomunikasi di Indonesia dengan nama Indosat Ooredo Hutchison.

Tempati Kantor Baru di Solo, BPRS CSU Berkomitmen Bantu UMKM

Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) BRS Central Syariah Utama (CSU) resmi menempati kantor barunya di Jalan Rajiman No 439 Laweyan, Solo, pada Rabu (14/9/2021).

BP Jamsostek Gelar Vaksinasi Sasar Ojol di Terminal Tirtonadi

BP Jamsostek menyelenggarakan program vaksinasi Covid-19 untuk pengemudi ojek online dan masyarakat umum di Convention Hall Terminal Tirtonadi,

Mau Menangkan Persaingan Pasar, Harus Punya 5 Jurus

Event roadshow marketing Indonesia Marketeers Festival, kembali lagi untuk ke sembilan kalinya.

Kurangi Limbah Makanan, Nava Hotel Prakarsai Gerakan Anti Food Waste

Nava Hotel turut serta mendukung upaya pemerintah dalam program GRASP 2030 atau Gotong Royong Atasi Susut dan Limbah Pangan 2030 melalui kampanye Anti Food Waste.

Tarif Gratis Selama Uji Coba Selesai, Segini Tarif Normal KA Bandara YIA

KAI memberlakukan tarif Rp0 selama masa sosialisasi layanan Kereta Api (KA) Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).

Klaim BPJS Ketenagakerjaan Diprediksi Membengkak hingga Rp40,6 Triliun

Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek memproyeksikan klaim jaminan sampai dengan akhir tahun ini akan membengkak dari perkiraan awal.

Dukung PON XX Papua, PLN Gelontorkan Rp313 Miliar

PT PLN (Persero) mengucurkan dana Rp313 miliar untuk mendukung penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

Rencana Diproduksi pada 2022, Harga Vaksin Merah Putih Dipatok Rp71.000 Saja

PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia menyampaikan Vaksin Merah Putih yang diproduksi perusahaan rencananya dijual di bawah US$5 atau Rp 71.000.

Sukses Berbisnis Ikan Cupang, Siswa SMP Ini Bisa Ekspor ke Singapura dan Malaysia

Pandemi Covid-19 bukan halangan bagi mereka yang terus bergerak dan mencari peluang-peluang bisnis, salah satunya Elang Kamil, pemilik Elbetta Cupang.

Kompak Naik! Cek Harga Emas Pegadaian Kamis 16 September 2021

Harga emas batangan 24 karat yang dijual di Pegadaian pada Kamis (16/9/2021) meningkat untuk cetakan UBS dan Antam.