Jadi Tersangka Kerumunan di Jakarta, Bos HTK Tidak Ditahan

Pihaknya tidak menahan JAS karena ancaman hukumannya di bawah 5 tahun penjara.

 Wagub DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria. (detik.com)

SOLOPOS.COM - Wagub DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria. (detik.com)

Solopos.com, JAKARTA—Manajer Outlet Holywings Tavern Kemang (HTK), JAS, ditetapkan sebagai tersangka kasus kerumunan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, menyebut penetapan status tersangka JAS bisa dijadikan pembelajaran.

“Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran bagi semua supaya hati-hati, jangan menganggap enteng, jangan lalai, jangan kendor, jangan semua dianggap bisa diselesaikan dengan cara-cara sendiri,” kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (17/9/2021).

Baca Juga: Sejoli Tipu-Tipu Arisan Online Investasi, Gunakan Selebgram untuk Gaet Peserta 

Politikus Gerindra itu menilai siapa pun yang melanggar aturan harus menanggung risiko.

Dia mengatakan ada beragam sanksi yang bisa dikenakan terhadap pelanggar aturan pencegahan penyebaran corona di DKI.

Sanksi Berjenjang

“Kalau melanggar tentu harus mendapatkan sanksi. Sanksinya apa? Mulai dari sanksi administrasi, kerja sosial, denda penutupan sementara, pencabutan izin sampai dengan pidana,” jelasnya.

Riza menghormati proses hukum yang bergulir di kepolisian. Dia meminta seluruh warga DKI disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan penularan Covid-19.

“Kita ingin seluruh warga patuh taat dan disiplin melaksanakan prokes,” ucapnya.

Tidak Ditahan

Polisi telah menetapkan Manajer Outlet Holywings Tavern Kemang, JAS, sebagai tersangka di kasus kerumunan. Namun, JAS tidak ditahan polisi.

“Tidak (ditahan),” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dihubungi, Jumat (17/9/2021).

Baca Juga: Setahun, Harta Wagub Naik Hampir Rp40 Miliar, Koleksi 72 Unit Kendaraan 

Pihaknya tidak menahan JAS karena ancaman hukumannya di bawah 5 tahun penjara.

“Ancaman tertingginya 1 tahun penjara,” ujar Yusri.

JAS diketahui dijerat dengan Pasal 216 dan Pasal 218 KUHP. Selain itu, tersangka dijerat dengan Pasal UU RI Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular.


Berita Terkait

Berita Terkini

Himaster FMIPA UNS Gelar Rangkaian P!NGFEST

Pekan Teknologi dan Informasi P!NGFEST yang berlangsung sejak Agustus lalu menggelar webinar nasional bertema FYI (Find Your Idea).

Waduh, Direskrimum Polda Maluku Dituding Peras Pengusaha Jatim

Pengusaha yang disebut diperas Sih Harno berinisial Ay, asal Jawa Timur.

Perempuan Afghanistan Desak PBB Tutup Akses Taliban ke Forum Dunia

Sekelompok perempuan Afghanistan mendesak PBB untuk memblokir Taliban agar tidak mendapatkan kursi di badan dunia itu.

Loh, Presiden Kok Meresmikan Pabrik Milik Terduga Pengemplang Pajak?

Haji Isam disebut meminta konsultan pajak Agus Susetyo untuk mengkondisikan Surat Ketetapan Pajak (SKP) PT Jhonlin Baratama kepada tim pemeriksa pajak Ditjen Pajak Kemenkeu.

4 Tersangka Pinjol Ilegal Dijerat Pasal Pornografi

Salah satu modus pinjol ilegal dalam menagih utang kepada para debitur adalah dengan konten pornografi.

KSP SAB: Meminjam ke Satu Pinjol Ilegal, Ditagih Banyak Pinjol

Korban menerima beberapa pinjaman bervariasi dari sejumlah aplikasi pinjol ilegal sebesar Rp1,2 juta sampai Rp1,6 juta tanpa persetujuannya.

5 Jurusan Kuliah yang Menjanjikan Gaji Tinggi dan Cepat Dapat Kerja

Ini dia deretan jurusan kuliah yang menjanjikan gaji tinggi dan cepat dapat kerja. Jurusanmu ada enggak lur?

Partai Golkar Menilai Jokowi-Ma’ruf Berhasil Kendalikan Covid-19

Partai Golkar menilai pandemi Covid-19 menjadi tantangan terbesar Jokowi-Ma’ruf di dua tahun masa kepemimpinan mereka.

Perdagangan Satwa Dilindungi Diungkap di Jogja, Pelaku Warga Semarang

Aparat Polresta Jogja membongkar perdagangan satwa dilindungi yang ditawarkan secara online oleh warga Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

Pinjol Pemicu Ibu Wonogiri Bunuh Diri Dibiayai Koperasi Simpan Pinjam

Aplikasi pinjol Fulus Mujur inilah yang mengirim uang ke ibu di Wonogiri yang akhirnya gantung diri, beberapa waktu lalu.

Satelit Nuri Pertama Gagal ke Orbit, Korsel Siap Mencoba 5 Kali Lagi

Korea Selatan gagal menempatkan satelit tiruan ke orbit setelah peluncuran pertama roket Nuri yang dikembangkan di dalam negeri gagal sampai tujuan.

Jabatan Adik Ipar Ahok Dicopot dari Polri, Kini Jadi Staf Biasa

Adik ipar Ahok yang memakai mobil patroli jalan raya (PJR) untuk berpacaran dicopot dari jabatannya di Polri dan kini dimutasi menjadi staf biasa.

Bongkar 13 Kasus Pinjol Ilegal Lintas Provinsi, 57 Orang Jadi Tersangka

Polisi sudah menetapkan 57 tersangka dari pengungkapan 13 kasus pinjol ilegal yang tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia.

Ahok Dukung Adik Iparnya yang Pacaran di Mobil Patroli Ditindak Tegas

Ahok mendukung Polri menindak tegas adik iparnya, Bripda Bagas yang menyalahgunakan mobil patroli jalan raya untuk pacaran.

Pemeran dan Pacar Video Mesum Lele 13 Detik Minta Maaf

Pemeran video mesum viral Lele 13 detik meminta maaf lewat akun YouTube karena membuat kegaduhan di media sosial.

4 Mahasiswa UNS Ciptakan Membran Oksigenasi Baru untuk Pasien Covid-19

Penelitian mahasiswa UNS mengenai material membran ECMO berangkat dari fenomena pandemi Covid-19 yang sudah terjadi di Indonesia selama lebih dari satu tahun.